Kesehatan Wanita

6 Tips Menjaga Kebersihan Vagina Selama Masa Nifas

March 24, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Menjaga kebersihan vagina penting untuk selalu dilakukan, bahkan ketika kamu tengah menjalani masa nifas. Terdapat beberapa tips yang penting diperhatikan untuk menjaga kebersihan vagina selama masa nifas.

Setelah melahirkan, kamu akan langsung memasuki masa nifas (puerperium). Masa nifas sendiri dimulai sejak seorang wanita mengeluarkan plasenta hingga beberapa minggu setelah melahirkan. Biasanya masa nifas berlangsung selama 6 minggu.

Untuk mengetahui tips menjaga kebersihan vagina selama masa nifas, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Keputihan Berwarna Hijau, Apakah Normal atau Harus Diwaspadai?

Tips menjaga kebersihan vagina selama masa nifas

Perlu diketahui bahwa setelah melahirkan, terdapat beberapa perubahan pada vagina. Penting bagi kamu untuk selalu menjaga kebersihan dan merawat vagina selema masa nifas.

Berikut ini adalah beberapa tips menjaga kebersihan vagina selama masa nifas yang perlu kamu ketahui.

1. Selalu pastikan vagina tetap bersih

Baik menjalani operasi caesar atau persalinan normal, vagina akan mengeluarkan cairan dari rahim yang dikenal sebagai lokia atau darah nifas. Secara bertahap, darah nifas yang keluar akan berkurang dan berubah warna.

Untuk menjaga kebersihan vagina selama masa nifas, penting bagi kamu untuk mengenakan pembalut dan menggantinya sesering mungkin.

Setelah buang air kecil atau besar penting juga untuk membasuh organ intim dari arah depan ke belakang. Ini dilakukan untuk menghindari infeksi bakteri pada vagina serta untuk menurunkan risiko infeksi kandung kemih.

Penting juga untuk menjaga kebersihan area perineum (kulit antara vagina dan anus). Selalu pastikanlah untuk mencuci tangan sebelum atau sesudah mengganti pembalut.

2. Pastikan vagina tetap kering

Vagina harus tetap bersih dan juga kering. Bahan pakaian yang dikenakan dapat memengaruhi hal tersebut. Dikutip dari laman Everyday Health, jenis kain tertentu dan pakaian yang ketat dapat menciptakan kondisi hangat dan lembap yang menyebabkan jamur tumbuh subur.

Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya kenakanlah pakaian dalam berbahan katun yang dapat menjaga sirkulasi udara di area organ intim. Tak hanya itu, sebaiknya gantilah pakaian dalam jika lembap. Ini dilakukan untuk mencegah infeksi.

3. Perawatan pada vagina yang terasa nyeri

Jika vagina robek saat persalinan, luka jahitan mungkin saja akan terasa sakit selama beberapa waktu. Untuk meredakan ketidaknyamanan selama masa pemulihan, terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan, seperti:

  • Duduk di atas bantalan yang empuk
  • Duduk di bak mandi air hangat atau melakukan sitz bath selama beberapa menit
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri, ya

Jika kamu mengalami rasa sakit yang berlangsung parah atau terus-menerus, segeralah hubungi dokter.

4. Kompres dingin

Apabila vagina mengalami pembengkakan, kompres dingin selama 10-20 menit dapat membantu meredakan pembengkakan. Bungkus es terlebih dahulu dengan kain atau handuk, jangan mengoleskannya langsung pada kulit.

Selain kompres dingin, sitz bath (terapi air hangat untuk merawat dan membersihkan perineum) juga dapat membantu meredakan pembengkakan, membersihkan area, dan mengurangi risiko infeksi.

5. Menjaga pola makan sehat

Selain menjaga kebersihan vagina dengan beberapa tips yang sudah disebutkan di atas, kamu juga harus menjaga kesehatan vagina dengan pola makan sehat.

Penting untuk kamu ketahui bahwa mengonsumsi makanan bergizi dan memenuhi asupan cairan merupakan bagian penting dari kesehatan vagina. Faktanya, makanan tertentu mungkin saja efektif untuk mengatasi masalah kesehatan pada vagina.

Yoghurt berpotensi dapat membantu mencegah infeksi jamur. Sebab, yoghurt kaya akan kandungan probiotik, terutama plain greek yogurt.

Baca juga: Membersihkan Vagina Tak Boleh Sembarangan, Yuk Perhatikan Cara yang Benar!

6. Menjaga keseimbangan PH vagina

Normalnya, pH vagina adalah sekitar 3,8 hingga 4,5. Sebaiknya, hindarilah melakukan douching atau membersihkan vagina dengan campuran cairan tertentu. Sebab, douching dapat mengganggu keseimbangan PH vagina.

Tak hanya itu, hindari juga penggunaan sabun atau pembersih pada vulva atau bagian dalam vagina. Hal tersebut juga dapat memengaruhi keseimbangan pH yang sehat.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai tips menjaga kebersihan vagina selama masa nifas. Menjaga kebersihan dan kesehatan vagina penting untuk dilakukan. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar masalah ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan wanita? Silakan chat mitra dokter kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantumu dengan akses layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Everyday Health (2017). Diakses pada 23 Maret 2021. 8 Rules for a Healthy Vagina

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 23 Maret 2021. Postpartum care: What to expect after a vaginal birth

Medscape (2016). Diakses pada 23 Maret 2021. Normal and Abnormal Puerperium

NHS (2018). Diakses pada 23 Maret 2021. Vagina changes after childbirth 

Pregnancyinfo.ca. Diakses pada 23 Maret 2021. Vaginal recovery

The Bump (2020). Diakses pada 23 Maret 2021. Postpartum Recovery Tips for Treating Your Vagina After Birth 

    register-docotr