Kesehatan Wanita

Keputihan Berwarna Hijau, Apakah Normal atau Harus Diwaspadai?

March 7, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Keputihan dapat mengalami perubahan warna, sebagian warna dari keputihan dikatakan normal. Namun, sebagian lainnya justru dapat menandakan kondisi tertentu. Lantas, apakah keputihan berwarna hijau normal?

Kenali ciri-ciri keputihan normal

Keputihan adalah cairan yang dikeluarkan dari kelenjar kecil di vagina dan leher rahim. Cairan ini memiliki fungsi untuk mengeluarkan sel-sel yang sudah mati, dan menjaga kebersihan vagina serta saluran reproduksi.  

Berdasarkan National Health Service (NHS), keputihan yang normal biasanya ditandai dengan ciri-ciri tertentu, seperti tidak berbau, berwarna bening atau putih, memiliki tekstur yang kental dan lengket atau encer.

Lalu bagaimana dengan keputihan yang berwarna hijau? Apabila keputihan berwarna hijau, terutama jika memiliki tekstur yang kental dan berbau kamu perlu mewaspadai hal ini. Sebab, ini bukanlah merupakan keputihan yang normal.

Baca juga: Ladies, Ini Lho 5 Ciri-Ciri Vagina Sehat yang Wajib Kamu Ketahui

Apa penyebab keputihan berwarna hijau?

Melansir dari laman Healthgrades, penyebab paling umum dari keputihan berwarna hijau adalah salah satu penyakit menular seksual yang dikenal sebagai trikomoniasis.

Penyakit menular seksual lainnya, seperti gonore atau chlamydia juga dapat menyebabkan keputihan. Akan tetapi, memiliki warna yang lebih kuning atau keruh. Selain itu, infeksi bakteri juga bisa menyebabkan kondisi ini.

Agar kamu lebih memahami masing-masing penyebab dari kondisi ini, berikut penjelasan selengkapnya.

1. Keputihan berwarna hijau disebabkan oleh trikomoniasis

Penyebab pertama dari kondisi ini adalah trikomoniasis. Trikomoniasis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual.

Kondisi ini disebabkan oleh protozoa yang dikenal sebagai Trichomonas vaginalis. Ini dapat berpindah dari orang ke orang melalui hubungan seksual ataupun dari alat atau mainan seks.

Kondisi ini dapat terjadi pada pria maupun wanita. Trikomoniasis dapat ditularkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman. Trikomoniasis tidak ditularkan melalui pelukan, ciuman, seks oral dan anal, dudukan toilet, ataupun berbagi alat makan.

Kondisi ini seringkali tidak menimbulkan gejala. Namun, jika gejala muncul biasanya terjadi antara 5 hingga 28 hari setelah paparan infeksi. Dilansir dari Healthline, berikut ini adalah gejala trikomoniasis pada wanita.

  • Keputihan yang berwarna putih, abu-abu, kuning, atau hijau dan berbau
  • Timbulnya bercak darah (spotting) atau perdarahan pada vagina
  • Gatal pada area genital
  • Kemerahan atau pembengkakan pada area genital
  • Nyeri pada saat berhubungan seksual atau buang air kecil.

2. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri atau vaginosis bakterialis (VB) merupakan penyebab lain dari kondisi ini. VB adalah suatu kondisi yang terjadi akibat pertumbuhan berlebih salah satu dari beberapa bakteri yang secara alami ditemukan pada vagina. Ini dapat mengganggu keseimbangan bakteri pada vagina.

Terdapat beberapa faktor risiko dari kondisi ini, di antaranya adalah sering berganti pasangan seksual, merokok, penurunan jumlah bakteri “baik” lactobacilli secara alami, atau melakukan douching (membilas vagina dengan air atau bahan pembersih).

Kondisi ini juga bisa menimbulkan gejala tertentu. Berikut ini adalah gejala dari vaginosis bakterialis.

  • Keputihan berwarna putih, abu-abu, atau hijau
  • Keputihan berbau amis
  • Vagina terasa gatal
  • Nyeri atau perih ketika buang air kecil.

Baca juga: Kerap Alami Keputihan Gatal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagaimana mengatasi keputihan berwarna hijau?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa keputihan berwarna hijau dapat disebabkan oleh kondisi tertentu. Maka dari itu, untuk mengatasi keputihan dengan warna hijau bergantung pada kondisi yang mendasarinya.

Jika kondisi ini disertai dengan gejala lainnya, sebaiknya segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Nah, berikut ini adalah cara mengatasi keputihan yang berwarna hijau sesuai dengan penyebabnya.

1. Trikomoniasis

Trikomoniasis dapat diobati dengan antibiotik. Metronidazole dan Tinidazole merupakan dua jenis antibiotik yang dapat membantu menangani kondisi ini.

Tak hanya itu, pasangan seksual juga harus memeriksakan diri serta mengonsumsi obat untuk menangani kondisi ini. Hindari hubungan seksual selama seminggu setelah melakukan pengobatan.

2. Infeksi bakteri

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini adalah pilihan pengobatan untuk menangani VB.

  • Metronidazole: Obat ini dapat dikonsumsi sebagai pil secara oral atau diminum. Di sisi lain, obat ini juga tersedia dalam bentuk gel topikal. Untuk mengurangi risiko sakit perut atau mual ketika mengonsumsi obat ini, hindarilah konsumsi alkohol selama pengobatan
  • Clindamycin: Clindamycin tersedia dalam bentuk krim yang digunakan secara topikal
  • Tinidazole: Tinidazole merupakan obat oral. Sama halnya seperti metronidazole, sebaiknya hindarilah konsumsi alkohol ketika melakukan pengobatan dan setidaknya selama 3 hari setelah menyelesaikan pengobatan.

Demikianlah beberapa informasi mengenai keputihan berwarna hijau. Apabila perubahan warna pada keputihan disertai dengan gejala lain, segeralah hubungi dokter.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthgrades (2020). Diakses pada 26 Februari 2021. Green Vaginal Discharge 

Healthline (2019). Diakses pada 26 Februari 2021. Everything You Need to Know About Vaginal Discharge 

Healthline (2020). Diakses pada 26 Februari 2021. Trichomoniasis 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 26 Februari 2021. Bacterial vaginosis 

Medical News Today (2020). Diakses pada 26 Februari 2021. A color-coded guide to vaginal discharge 

NHS (2021). Diakses pada 26 Februari 2021. Vaginal discharge 

Webmd (2020). Diakses pada 26 Februari 2021. Bacterial Vaginosis

 

    register-docotr