Kesehatan Wanita

Membersihkan Vagina Tak Boleh Sembarangan, Yuk Perhatikan Cara yang Benar!

July 9, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Membersihkan vagina merupakan hal wajib bagi wanita agar terhindar dari bakteri dan infeksi. Tetapi, sudah tahukah kamu bagaimana cara membersihkan vagina yang benar? Atau justru selama ini kamu salah dalam melakukannya? Untuk menemukan jawabannya, yuk simak di bawah ini!

Baca Juga: Hati-hati! Pahami Penyakit Herpes Simplex yang Mudah Menular

Cara membersihkan vagina yang benar

Pada dasarnya, vagina merupakan self-cleaning organ yang tidak memerlukan produk pembersih khusus atau bahkan tidak memerlukannya sama sekali.

Meskipun demikian, kamu harus membersihkan vulva, yakni bagian luar alat kelamin yang mengelilingi pintu masuk ke vagina. Untuk melakukan ini tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan agar tidak salah dalam membersihkannya.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah cara membersihkan vagina yang benar.

Baca Juga: Ladies, Ini Lho 5 Ciri-ciri Vagina Sehat yang Wajib Kamu Ketahui

1. Cara membersihkan vagina gunakan air hangat

Untuk membersihkan vulva sebaiknya gunakanlah air hangat. Caranya adalah dengan membersihkan secara perlahan di sekitar lipatan menggunakan handuk bersih atau tangan, tetapi sebelum melakukan ini sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu untuk menghindari bakteri.

Hindari memasukkan air atau sabun ke dalam vagina. Selain mencuci vulva, sebaiknya cuci anus dan area antara vulva dan anus setiap hari.

Cara membersihkan vagina lakukanlah dengan mencuci dari bagian depan ke belakang, dengan kata lain cuci terlebih dahul vulva, kemudian anus. Hal ini dilakukan guna untuk menghindari bakteri dari anus yang menyebar ke vagina yang dapat menyebabkan infeksi.

2. Pilihlah sabun yang ringan

Sebenarnya untuk membersihkan vulva, kamu tidak perlu menggunakan sabun. Akan tetapi jika kamu ingin menggunakan sabun, gunakanlah sabun yang ringan untuk menghindari terjadinya iritasi.

Pilihlah sabun yang tidak berbau, lembut, dan tidak berwarna. Sabun yang memiliki aroma wangi biasanya dapat mengiritasi kulit sensitif di dalam dan di sekitar vulva.

3. Jangan terlalu sering membersihkan vagina

Cara membersihkan vagina ketiga yang harus kamu lakukan adalah perhatikanlah frekuensi dalam membersihkan vagina. Jika kamu jarang membersihkan vagina, kamu tidak akan membersihkan penumpukan keringat dan sekresi yang ada di sekitar vagina.

Namun, jika kamu terlalu sering membersihkannya, seperti lebih dari sekali sehari, hal ini dapat mengganggu keseimbangan PH pada area vagina.

Tak hanya itu saja, kamu juga harus selalu mengawasi keadaan gatal, kekeringan, perubahan cairan, serta infeksi jamur. Cara membersihkan vagina secara berlebihan dapat menyebabkan gejala-gejala yang mengganggu seperti yang sudah disebutkan.

4. Cara membersihkan vagina yang terakhir adalah keringkan dengan handuk

Langkah terakhir yang harus kamu lakukan adalah mengeringkan vagina. Sebaiknya dalam melakukan langkah ini, gunakanlah handuk kering yang lembut.

Tak hanya itu saja, sebaiknya hindarilah untuk menggosok vagina. Akan lebih baik untuk mengeringkan vagina menggunakan handuk dengan cara di tepuk-tepuk.

Dan yang paling harus kamu perhatikan adalah, menjaga vagina agar tetap kering. Gantilah pakaian dalam jika basah akibat dari keringat, darah menstruasi, atau akibat dari cairan lain, seperti keputihan.

Hal tersebut dilakukan agar kesehatan vagina tetap terjaga dan terhindar dari masalah organ intim yang dapat menyerang vagina.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan selain cara membersihkan vagina

Mengetahui cara membersihkan vagina memang penting, akan tetapi sebaiknya kamu juga mengetahui hal-hal lain untuk menjaga kesehatan vagina seperti di bawah ini.

Basuhlah dari depan ke belakang jika menggunakan toilet

Hal pertama yang harus kamu perhatikan dalam menjaga kesehatan vagina adalah ketika sesudah buang air kecil, sebaiknya bersihkanlah vagina dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Membasuh vagina dari belakang ke depan akan menyebarkan bakteri dari anus.

Kenakan pakaian dalam berbahan katun

Pakaian dalam berbahan katun adalah pilihan tepat karena bahan tersebut lembut dan nyaman ketika dikenakan pada kemaluan yang sensitif. Hal tesebut juga dapat menghindari kelembapan yang menumpuk pada vagina.

Sebaiknya hindarilah pakaian dalam berbahan dasar nilon dan kain sinsetis lainnya, karena dua bahan tersebut dapat mengiritasi kulit di sekitar vulva.

Ganti pakaian basah dan berkeringat secepatnya

Kondisi lembap dan hangat sangat ideal untuk perkembangbiakan bakteri jahat. Untuk mencegah bakteri ini tumbuh berlebihan dan menginfeksi vagina, sebaiknya segeralah mengganti pakaian yang basah atau berkeringat, seperti baju renang atau celana olahraga.

Ladies, menjaga kebersihan vagina memang sangat penting dan harus dilakukan, namun cara membersihkan vagina tidak boleh sembarangan.

Sebaiknya perhatikanlah cara membersihkan vagina yang benar agar kulit tidak menjadi iritasi, serta perhatikan pula komposisi produk yang kamu gunakan untuk membersihkan vagina ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Center for Young Women’s Health (2019). Diakses pada 01 Juli 2020. Vulvar and Vaginal Care and Cleaning 

Healthline (2019). Diakses pada 01 Juli 2020. How to Clean Your Vagina and Vulva 

Medical News Today (2020). Diakses pada 01 Juli 2020. Should You Clean Your Vagina? 

Women’s Health (2015). Diakses pada 01 Juli 2020. Your Definitive Guide to Cleaning Your Vagina 

    Berita Terkait
    register-docotr