Diet dan Nutrisi

Bahaya Kekurangan Vitamin B: Mulai dari Mudah Marah hingga Depresi!

July 9, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
no-image

Bahaya kekurangan vitamin B bisa berakibat buruk pada kesehatan tubuh, termasuk memunculkan penyakit berbahaya lho! Ya, perlu diketahui jika mendapatkan vitamin B yang seimbang merupakan kunci utama untuk menjaga kesehatan sel dalam tubuh.

Vitamin B umumnya berasal dari berbagai jenis makanan, terutama produk daging dan susu. Nah, untuk informasi lebih lengkapnya yuk simak penjelasan mengenai bahaya dari kekurangan vitamin B berikut.

Baca juga: Dijamin Manjur, Yuk Ikuti Senam untuk Mengecilkan Perut Berikut Ini!

Apa bahaya kekurangan vitamin B pada tubuh?

Sumber hewani termasuk produk susu, telur, ikan, daging, dan unggas diketahui diperkaya dengan vitamin B12 yang bagus untuk kesehatan. Orang dewasa yang lebih tua dan wanita hamil membutuhkan vitamin B yang cukup untuk menjaga kesehatan tubuh.

Namun, perlu diketahui jika beberapa kondisi tertentu seperti penyakit Crohn, penyakit Celiac, dan HIV dapat membuat penyerapan vitamin B menjadi buruk. Dilansir dari Healthline, berikut beberapa bahaya akibat kekurangan vitamin B yang perlu diketahui.

Kekurangan vitamin B12

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia dan kebingungan pada orang dewasa yang lebih tua. Beberapa kondisi psikologis dapat terjadi, di antaranya demensia, paranoid, depresi, dan perubahan perilaku.

Beberapa gejala yang mungkin dirasakan akibat tubuh kurang asupan vitamin B12, yakni berupa kesemutan pada kaki serta tangan, kelelahan ekstrim, merasa lelah, dan mudah marah.

Untuk menghindarinya, coba untuk rutin mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 seperti kerang, hati, ginjal, dan daging merah.

Kekurangan vitamin B6

Vitamin B6 dapat membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi serta melawan infeksi yang masuk. Bagi wanita hamil dan menyusui, vitamin ini dibutuhkan karena dapat membantu otak bayi untuk berkembang secara normal.

Jika jumlah vitamin B dalam tubuh tidak cukup, maka bisa mengakibatkan anemia serta gangguan kulit seperti ruam dan retakan di sekitar mulut.

Tak hanya itu, kekurangan vitamin B6 juga bisa menyebabkan depresi, kebingungan, mual, ruam pada kulit atau dermatitis, dan kerentanan terhadap infeksi.

Kekurangan vitamin B1 dan vitamin B2

Vitamin B1 atau disebut juga sebagai thiamin memiliki manfaat neurologis, sementara vitamin B2 atau disebut riboflavin berguna untuk membantu menjaga kesehatan penglihatan. Nah, karena itu, butuh asupan yang tepat dan biasanya didapatkan dari biji-bijian, telur dan sayuran gelap.

Kekurangan thiamin dan riboflavin umumnya tidak menimbulkan masalah yang serius, namun perlu diperhatikan juga asupannya.

Namun, jika orang yang sering mengonsumsi alkohol dan kurang mendapatkan asupan vitamin B1 dan B2 maka akan menunjukkan gejala berupa kebingungan dan celah di sepanjang sisi mulut.

Kekurangan vitamin B3

Vitamin B3 atau niacin dapat mengubah makan menjadi energi, membantu pencernaan, dan meningkatkan nafsu makan. Beberapa makanan yang mengandung vitamin B3, di antaranya ayam, ikan, kacang-kacangan, dan gandum utuh.

Nah, jika kamu kekurangan vitamin B3 maka bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti mual dan kram perut. Tak hanya itu, tubuh yang tidak mendapatkan asupan vitamin B3 dengan tepat bisa mengakibatkan kebingungan mental.

Kekurangan vitamin B9

Vitamin B9 atau disebut juga dengan asam folat secara alami dapat ditemukan dalam makanan olahan yang diperkaya. Manfaat dari vitamin satu ini adalah membantu pertumbuhan sel darah merah dan mengurangi risiko cacat lahir jika dikonsumsi oleh wanita hamil.

Jika tubuh tidak mendapatkan cukup asam folat, maka bisa menyebabkan munculnya masalah diare serta anemia. Wanita hamil yang kekurangan vitamin B9 juga bisa mengakibatkan masalah neurologis.

Karena itu, sangat penting bagi wanita untuk mengonsumsi asam folat secara rutin jika merencanakan untuk hamil.

Baca juga: 5 Penyebab Limfosit Rendah: Salah Satunya Akibat Penyakit Autoimun!

Cara mencegah kekurangan vitamin B

Agar tubuh tetap sehat, kamu perlu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B atau dari suplemen. Selain itu, lakukanlah diet sehat dengan mempertahankan beberapa makanan kaya nutrisi, seperti daging, biji-bijian, buah, serta sayuran hijau.

Untuk suplemen, kamu bisa mengonsumsinya namun berdasarkan anjuran yang telah diberikan oleh dokter. Meski risiko efek samping akibat konsumsi suplemen cukup kecil, namun perlu memerhatikan ada tidaknya interaksi dengan obat lain.

Jika tubuh kekurangan vitamin B dan menunjukkan beberapa gejala yang mengkhawatirkan, maka segera hubungi dokter. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta tes darah untuk mendapatkan hasil diagnosis lebih lanjut. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2018), diakses 3 Juli 2020. The Symptoms of Vitamin B Deficiency
  2. Webmd (2020), diakses 3 Juli 2020. Vitamin B12: What to Know
    Berita Terkait
    register-docotr