Kesehatan Seksual

Studi Terbaru: Pria Perokok Vape Dua Kali Lipat Berisiko Impoten

December 6, 2021 | Muhammad H. | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Rokok elektrik kerap dipilih sebagian orang karena dinilai lebih aman jika dilihat dari dampaknya pada kesehatan. Namun, penelitian yang terbit di American Journal of Preventive Medicine baru-baru ini menyatakan, ada peningkatan risiko disfungsi ereksi akibat penggunaan vape.

Mengapa penggunaan rokok elektrik bisa memicu disfungsi ereksi? Yuk, simak penjelasannya berikut!

Seputar penelitian terkait

Penelitian dilakukan oleh sejumlah ilmuwan dari NYU Grossman School of Medicine dan Johns Hopkins University School of Medicine, melibatkan hampir 14 ribu peserta pria di atas 20 tahun.

Responden kemudian diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu orang yang tidak pernah merokok, sudah berhenti merokok, dan masih merokok (sesekali atau harian). Dari pembagian kategori tersebut, ditemukan bahwa hampir separuh dari peserta adalah mantan perokok.

Sisanya, hampir 21 persen perokok aktif dan 14 persen menggunakan produk tembakau lainnya. Hasil penelitian menyebutkan, dibanding peserta yang tidak pernah mengonsumsi rokok elektrik, pengguna harian vape dua kali lebih mungkin untuk mengalami disfungsi ereksi.

Baca juga: Merokok Hanya Sesekali, Apakah Social Smoker Tetap Berisiko Terkena Dampak Buruk?

Mengapa vape bisa sebabkan disfungsi ereksi?

Menurut penjelasan Dr. Omar El-Shahawy, salah satu peneliti, setiap produk tembakau atau yang mengandung nikotin tidak bebas dari risiko bahaya. Selama ini, vape dipilih karena dianggap lebih aman ketimbang rokok konvensional.

Faktanya, beberapa rokok elektrik justru punya zat nikotin dalam konsentrasi yang sangat tinggi. Rokok elektrik generasi baru juga memiliki lebih banyak nikotin. Paparan nikotin inilah yang menjadi penyebab disfungsi ereksi.

Sebenarnya, disfungsi ereksi yang ditimbulkan bukan merupakan dampak langsung, melainkan efek samping dari terganggunya kinerja jantung dan sirkulasi darah. Seperti diketahui, saat akan ereksi, penis membutuhkan banyak pasokan darah.

Secara umum, merokok bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, mencegah terjadinya pelebaran rongga untuk mengalirkan darah. Lama-kelamaan, hal tersebut juga dapat meningkatkan tekanan darah.

Dampak nikotin pada jantung

Seperti yang telah disebutkan, disfungsi ereksi adalah efek tidak langsung yang bisa terjadi karena terganggunya fungsi jantung akibat paparan nikotin dari rokok elektrik.

Nikotin bisa memengaruhi sistem kardiovaskular melalui banyak cara, seperti mempersempit arteri dan mempercepat detak jantung. Nikotin juga berperan dalam pengerasan dinding arteri, yang secara langsung berpengaruh pada fungsi sistem kardiovaskular.

Perlu diketahui, nikotin tetap berada di sistem tubuh selama enam hingga delapan jam. Jadi, sekecil apa pun konsentrasinya, nikotin tetap bisa membawa dampak buruk pada kesehatan, terutama organ penting seperti jantung.

Bahkan, menurut American Heart Association Journals, disfungsi ereksi sering kali menjadi tanda dari aterosklerosis, yaitu penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah yang bisa memicu serangan jantung. Disfungsi ereksi biasanya terjadi tiga sampai lima tahun sebelum serangan jantung.

Artinya, jika kamu sudah mengalami disfungsi ereksi, risiko untuk terkena serangan jantung menjadi meningkat. Jadi, segera lakukan pengobatan sebagai langkah pencegahan.

Baca juga: Rokok Kretek vs Filter: Mana yang Lebih Berbahaya untuk Kesehatan?

Memahami disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi, atau sering disebut impotensi, adalah ketidakmampuan penis mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk berhubungan seks. Dalam kehidupan berpasangan, ini bisa menjadi masalah jika dibiarkan terlalu lama.

Tak hanya sulit mendapatkan atau mempertahankan ereksi, pria dengan impotensi biasanya juga mengalami penurunan hasrat seksual. Bukan cuma merokok elektrik, beberapa faktor bisa pula memperparah kondisi, seperti mengalami stres, obesitas, hingga jarang olahraga.

Disfungsi ereksi sendiri sebenarnya hal yang sangat umum terjadi pada pria. Menurut data World Health Organization (WHO), per tahun, sekitar 15 persen pria di seluruh dunia mengalami kondisi tersebut.

Berhenti merokok adalah cara paling efektif untuk menurunkan risiko seorang pria mengalami disfungsi ereksi. Meski, ada beberapa hal lain yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan, seperti menghindari konsumsi alkohol, menjaga berat badan, dan berolahraga secara teratur.

Nah, itulah ulasan tentang bahaya penggunaan rokok elektrik yang ternyata bisa meningkatkan risiko terkena disfungsi ereksi. Agar terhindar dari kondisi tersebut, mulai batasi atau hentikan penggunaan vape, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference

  1. AJPM, diakses 4 Desember 2021, Association of E-Cigarettes With Erectile Dysfunction: The Population Assessment of Tobacco and Health Study.
  2. NYU Langone Health, diakses 4 Desember 2021, E-Cigarettes May Be Independently Linked to Erectile Dysfunction, New Research Finds.
  3. NCBI, diakses 4 Desember 2021, Effects of cigarette smoking on erectile dysfunction.
  4. World Health Organization, diakses 4 Desember 2021, Prevalence and risk factors of erectile dysfunction 
  5. Mayo Clinic, diakses 4 Desember 2021, Erectile dysfunction.
  6. AHA Journals, diakses 4 Desember 2021, Cardiovascular Implications of Erectile Dysfunction.
  7. Intermountain Healthcare, diakses 4 Desember 2021, How nicotine affects your heart.

    register-docotr