Info Sehat

Rokok Kretek vs Filter: Mana yang Lebih Berbahaya untuk Kesehatan?

January 14, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Tak sedikit orang yang mulai membandingkan antara rokok kretek vs filter dari segi dampaknya pada kesehatan. Sebab, efek buruk dari konsumsi rokok dipercaya bisa menyebabkan kematian.

WHO mencatat bahwa rokok masih menjadi salah satu pemicu kematian yang angkanya cenderung meningkat. Di tingkat global, setidaknya ada 8 juta orang yang meninggal akibat produk tembakau setiap tahun.

Lalu, dari dua jenis rokok tersebut, mana yang lebih berbahaya untuk kesehatan? Yuk, simak ulasan tentang rokok kretek vs filter berikut ini!

Perbedaan rokok kretek dan filter

rokok kretek vs sigaret
Filter pada rokok. Sumber foto: www.scienceabc.com.

Kementerian Kesehatan mendefinisikan rokok kretek sebagai rokok yang dibuat dari tembakau rajangan, mendapat campuran cengkih, dan digulung dengan kertas sigaret. Rokok ini diidentifikasi dari bau dan rasanya yang khas, serta bunyi ‘kretek’ dari proses pembakaran cengkih di dalamnya.

Konsumsi rokok kretek sendiri tidak hanya di kawasan Indonesia, tapi juga sudah meluas ke luar negeri. Menurut Litbang Kemenkes RI, ekspor tertinggi terjadi pada 1984, yaitu mencapai 703 ton, setara 470 juta batang rokok. Di luar negeri, rokok kretek dikenal dengan clove cigarette.

Sedangkan untuk rokok filter, terdapat penyaring pada ujungnya yang memungkinkan zat di dalam batang tidak terisap banyak.

Dikutip dari laman Longwood University, Amerika Serikat, 95 persen filter rokok terbuat dari selulosa asetat, yang berserat lebih tipis dari benang, berwarna putih, berbentuk seperti kapas, dan dikemas secara rapat sebagai penyaring.

Rokok kretek vs filter, mana yang lebih tidak sehat?

Satu hal yang perlu kamu tahu, semua jenis rokok mengandung zat berbahaya dan beracun untuk tubuh. Namun, jika membandingkan antara rokok kretek vs filter, tentu yang memiliki penyaring dinilai lebih baik.

Menurut sebuah studi baru-baru ini oleh sejumlah ilmuwan di Medical University of South Carolina, Amerika Serikat, orang yang sering mengisap rokok kretek memiliki risiko lebih tinggi terkena berbagai gangguan organ paru-paru. Parahnya, keadaan tersebut bisa menyebabkan kematian.

Seseorang yang mengisap rokok tanpa filter memiliki risiko 40 persen lebih tinggi untuk terkena kanker paru-paru dan dua kali lipat lebih mungkin untuk meninggal karena penyakit tersebut.

Mengapa rokok kretek lebih berbahaya?

American Cancer Society menyatakan bahwa rokok kretek sering dikaitkan dengan banyak masalah paru-paru, seperti kadar oksigen lebih rendah, penumpukan cairan, hingga peradangan. Bahkan, perokok kretek berisiko 20 kali lipat untuk mengalami fungsi paru-paru yang tidak normal.

Kemenkes RI sendiri telah mengidentifikasi zat berbahaya yang ada pada rokok kretek. Asap dari rokok tersebut mengandung setidaknya empat ribu senyawa yang bersifat toksik (racun), mutagenik (pemicu perubahan kromosom), dan karsinogenik (pemicu kanker).

Belum lagi, penelitian menunjukkan bahwa rokok kretek menghasilkan lebih banyak nikotin, tar, dan karbon monoksida. Rokok kretek juga mengandung eugenol, ‘obat bius ringan’ yang secara alami ditemukan pada cengkih, memungkinkan perokok mengisap lebih dalam dan lama.

Selain masalah paru-paru seperti bronkitis dan emfisema, senyawa berbahaya pada rokok kretek dapat memicu beberapa jenis kanker, seperti kanker rongga mulut, faring, esofagus (kerongkongan), lambung, dan hati.

Baca juga: Setop Merokok! Simak 7 Efek Nikotin yang Berbahaya bagi Tubuh Berikut

Lantas, apakah rokok filter lebih baik?

Dari penjelasan antara rokok kretek vs filter di atas, sebagian orang mungkin akan menganggap bahwa rokok dengan penyaring memiliki efek yang lebik baik. Faktanya, rokok filter pun juga tetap tidak menyehatkan, tapi tak lebih berbahaya dari kretek.

Mengutip dari Healthline, filter pada rokok diperkenalkan pada 1950-an untuk mengatasi masalah kesehatan yang timbulkan akibat konsumsi produk tembakau. Namun, fakta di lapangan menunjukkan, anggapan ‘tidak berbahaya’ itu justru bisa menjadi sesuatu yang lebih fatal.

Orang-orang mungkin akan lebih sering mengisap rokok filter karena menganggapnya tak berbahaya. Padahal, serat dari filter bisa lebih banyak yang masuk ke dalam tubuh, dan hal itu bukanlah kabar yang baik untuk kesehatanmu.

American Cancer Society menegaskan bahwa apapun jenisnya, merokok atau mengisap produk tembakau adalah hal yang bisa menimbulkan buruk pada kesehatan, seperti:

  • Detak jantung cepat
  • Stroke
  • Jantung koroner
  • Serangan jantung
  • Kehamilan ektopik pada wanita
  • Diabetes tipe 2
  • Penurunan sistem imun
  • Penuaan dini

Nah, itulah ulasan tentang rokok kretek vs filter dan bahaya yang dapat ditimbulkan. Meski memiliki risiko bahaya yang berbeda, menyetop kebiasaan merokok adalah langkah terbaik untuk meminimalkan efek buruk pada kesehatan.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. World Health Organization (WHO), diakses 1 Januari 2021, Tobacco.
  2. Litbang Kementerian Kesehatan, diakses 1 Januari 2021, Mengenal Lebih Jauh Rokok Kretek.
  3. Healthline, diakses 1 Januari 2021, Filtered Might Be Better, but Smoking Any Cigarette Is Unhealthy.
  4. Longwood University, diakses 1 Januari 2021, Cigarette Filters.
  5. National Cancer Institutes, diakses 1 Januari 2021, Clove cigarette.
  6. American Cancer Society, diakses 1 Januari 2021, Is Any Type of Tobacco Product Safe?
  7. American Cancer Society, diakses 1 Januari 2021, Health Risks of Smoking Tobacco.
  8. Verywell Mind, diakses 1 Januari 2021, Facts About Clove Cigarettes.
  9. Abstracts Online, diakses 1 Januari 2021, A5894 – Filtered, Unfiltered, Light, Ultralight, Regular or Mentholated: The Effect of Cigarette Type on Lung Cancer Incidence and Mortality in the National Lung Screening Trial.

    register-docotr