Info Sehat

Merokok Hanya Sesekali, Apakah Social Smoker Tetap Berisiko Terkena Dampak Buruk?

May 19, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Bagi sebagian orang, menjadi social smoker atau hanya merokok sesekali dianggap cukup aman dan tak akan menimbulkan masalah pada kesehatan. Namun, beberapa kalangan menilai bahwa seseorang tetap berisiko terkena berbagai dampak buruk meski hanya merokok satu atau dua batang saja.

Lantas, benarkah social smoker lebih aman dari risiko gangguan kesehatan ketimbang orang-orang yang punya kebiasaan merokok? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Kena Diagnosis Kanker Paru Padahal Tidak Merokok, Kok Bisa?

Apa itu social smoker?

Social smoker adalah seseorang yang merokok hanya dalam situasi tertentu, terutama ketika sedang berkumpul bersama teman-temannya. Orang yang masuk dalam kategori itu biasanya membutuhkan waktu hingga sebulan untuk menghabiskan satu bungkus rokok.

Perlu diketahui, rokok memiliki kandungan nikotin, zat yang sangat adiktif, bisa dengan cepat berpindah ke otak dan menempel pada reseptor yang berhubungan dengan pelepasan hormon rasa senang seperti dopamin.

Seseorang sudah bisa merasakan ‘senang’ meski hanya mengisap satu atau dua batang rokok. Dopamin merupakan hormon yang dapat menyebabkan perilaku kompulsif atau kecanduan. Namun, bagi social smoker, efek itu mungkin lebih kecil ketimbang orang-orang yang merokok setiap hari.

Apakah social smoker lebih aman dari gangguan kesehatan?

Meski mungkin tidak sampai menyebabkan kecanduan seperti perokok berat, social smoker tetap berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan. Ini karena asap rokok mengandung banyak zat yang diidentifikasi sebagai racun.

Menurut penelitian, seperti dikutip dari Verywell Mind, setidaknya ada 250 bahan kimia beracun pada rokok, beberapa di antaranya dikaitkan dengan pemicu kanker. Asap rokok sendiri sebenarnya bukan hanya membahayakan perokok aktif, tapi juga yang pasif.

Efek yang lebih parah bisa muncul jika rokok yang digunakan berjenis kretek. Sebuah studi menyebutkan, asap dari rokok kretek mengandung setidaknya empat ribu senyawa yang bersifat toksik (racun), mutagenik (pemicu perubahan kromosom), dan karsinogenik (pemicu kanker).

Baca juga: Rokok Kretek vs Filter: Mana yang Lebih Berbahaya untuk Kesehatan?

Apa saja dampak kesehatan yang mungkin terjadi?

Dari penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa social smoker tetap berisiko terserang berbagai jenis penyakit. Orang yang merokok satu hingga empat batang sehari dikaitkan dengan risiko kematian akibat beberapa penyakit kronis yang ditimbulkan.

Berikut beberapa penyakit atau gangguan kesehatan yang bisa menyerang perokok, termasuk social smoker:

  • Penyakit jantung: Karbon monoksida dari asap rokok bisa menyebabkan kerusakan pada hampir semua organ, termasuk penyumbatan arteri serta kenaikan tekanan darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Gangguan pernapasan dan paru-paru: Merokok dapat merusak saluran udara dan kantung kecil bernama alveoli di paru-paru, berpotensi meningkatkan risiko penyakit emfisema, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Berbagai jenis kanker: Merokok bisa memicu kerusakan sel sehat dan menyebabkan munculnya sel abnormal, terutama di paru-paru, darah, kandung kemih, usus besar, kerongkongan, pangkal tenggorokan, ginjal, hati, trakea, pankreas, dan beberapa bagian tubuh lain.
  • Gangguan suasana hati: Nikotin yang telah mencapai otak dapat memicu pelepasan adrenalin. Hal itu dapat menyebabkan berbagai gangguan suasana hati, seperti stres, depresi, dan perasaan cemas.
  • Penuaan kulit: Berbagai zat yang ada pada rokok bisa mengurangi jumlah oksigen di kulit. Pada akhirnya, itu akan berdampak pada elastisitasnya. Lama-kelamaan, munculnya kerutan dan garis halus di kulit tidak bisa dihindarkan.
  • Peka terhadap rasa sakit: Zat tembakau bisa berdampak buruk pada sistem saraf dan jaringan yang menutupinya. Akibatnya, kamu akan lebih mudah merasakan sakit, terutama di kepala dan punggung.
  • Sulit tidur: Nikotin pada rokok bisa menyebabkan jantung berdebar lebih kencang, membuatmu menjadi lebih waspada. Sehingga, kamu akan lebih sulit untuk rileks dan istirahat.
  • Masalah penglihatan: Zat pada rokok bisa memperlambat aliran darah dan oksigen ke mata, hingga meningkatkan risiko katarak dan degenerasi makula. Nikotin juga bisa menghambat pelepasan rhodopsin, hormon yang dibutuhkan untuk melihat di malam hari.
  • Disfungsi ereksi: Zat pada rokok dapat memperlambat aliran darah dan mengencangkan pembuluh darah. Akibatnya, penis akan sulit mendapat suplai darah dan tidak bisa mengalami ereksi.

Nah, itulah ulasan tentang social smoker dan berbagai risiko gangguan kesehatan yang bisa muncul. Untuk meminimalkan risikonya, ada baiknya hindari rokok atau produk tembakau lain secara total, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 18 Mei 2021, Health Effects of Cigarette Smoking.
  2. Queensland Health, diakses 18 Mei 2021, 9 things you need to know about social smoking.
  3. Verywell Mind, diakses 18 Mei 2021, The Safety of Being a Social Smoker.
  4. Litbang Kementerian Kesehatan, diakses 18 Mei 2021, Mengenal Lebih Jauh Rokok Kretek.

    register-docotr