Kehamilan

Tanda-tanda Infertilitas pada Pria dan Wanita, Kapan Harus ke Dokter?

May 19, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Mengalami tanda-tanda infertilitas atau kemandulan mungkin membuat stres, karena banyak orang tidak menunjukkan gejalanya secara langsung sampai mereka mencoba untuk hamil.

Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari tentang tanda-tanda infertilitas pada pria maupun wanita, serta kapan kamu harus berkonsultasi kepada dokter.

Tanda dan gejala infertilitas

Tanda dan gejala infertilitas sering kali berkaitan dengan kondisi lain yang mendasarinya.

Misalnya, 10 hingga 15 persen kasus klamidia yang tidak diobati, akan menyebabkan penyakit radang panggul. Ini bisa memicu penyumbatan saluran tuba dan mencegah pembuahan terjadi.

Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan kemandulan pada pria dan wanita. Tanda dan gejala masing-masing bisa sangat bervariasi.

Baca juga: Catat, 6 Kebiasaan Ini Berisiko Sebabkan Kemandulan

Tanda umum infertilitas pada wanita

Menurut Office on Women’s sekitar sepertiga masalah infertilitas berasal dari wanita. Berikut adalah beberapa tanda umum kemandulan pada wanita:

Nyeri saat berhubungan seks

Disebut dengan istilah medis dispareunia, ini bisa menjadi tanda masalah kesehatan mendasar yang dapat memengaruhi kesuburan wanita. Contoh masalah kesehatan tersebut termasuk infeksi, endometriosis, dan fibroid.

Periode haid yang berat, lama, atau menyakitkan

Wanita yang mengalami menstruasi yang sangat berat dan menyakitkan mungkin menunjukkan tanda-tanda endometriosis. Ini adalah suatu kondisi di mana jaringan yang biasanya ditemukan di dalam rahim terdapat di tempat lain di tubuh.

Darah yang sangat gelap dan berwarna tua di awal haid juga bisa menjadi tanda endometriosis. Jika mengalami gejala lain, segera konsultasi dengan dokter.

Siklus haid tidak teratur

Lamanya siklus menstruasi bervariasi antar individu dan dari waktu ke waktu. Namun, banyak orang memiliki siklus yang teratur, artinya waktu antara setiap periode kurang lebih sama.

Memiliki siklus yang tidak teratur, termasuk tidak menstruasi, dapat menyebabkan kemandulan, karena itu berarti seorang wanita mungkin tidak berovulasi secara teratur. Ovulasi adalah saat ovarium melepaskan sel telur.

Perubahan hormon

Tanda-tanda perubahan hormonal bisa jadi tidak spesifik, dan seseorang mungkin tidak menyadarinya atau mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Kamu perlu berkonsultasi kepada dokter untuk memastikan masalah hormonal yang diderita.

Kegemukan

Sebuah studi 2018 menemukan fakta bahwa obesitas dapat berdampak negatif pada kesehatan reproduksi.

Wanita obesitas memiliki kemungkinan lebih rendah untuk hamil dan berisiko lebih tinggi mengalami masalah selama kehamilan, daripada mereka yang tidak memiliki masalah berat badan.

Tidak kunjung hamil

Tanda utama ketidaksuburan adalah tidak hamil setelah mencoba untuk jangka waktu tertentu. Seorang dokter mungkin mendiagnosis infertilitas jika seorang wanita belum hamil setelah 1 tahun mencoba.

Jika wanita tersebut berusia di atas 35 tahun, dia mungkin mandul jika belum hamil setelah 6 bulan menjalani program.

Tanda umum infertilitas pada pria

Sekitar sepertiga kasus kemandulan lainnya juga dimulai dengan pria, dan sepertiga terakhir mungkin karena kombinasi dari keduanya, faktor lain, atau penyebab yang tidak diketahui.

Berikut adalah gejala umum infertilitas pada pria:

Ketidakseimbangan hormonal

Testosteron adalah hormon kunci kesuburan pria, jadi masalah pada testis yang memproduksi hormon ini dapat menyebabkan kemandulan.

Disfungsi ereksi

Perubahan hormonal, faktor psikologis, atau masalah fisik dapat membuat pria sulit untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi.

Jika terjadi terus menerus, ini dapat mengganggu hubungan seksual atau menjadi tanda masalah kesuburan pria.

Masalah dengan ejakulasi

Kesulitan ejakulasi seperti penurunan volume, juga bisa menjadi tanda masalah mendasar yang terkait dengan kesuburan pria.

Perubahan testis

Testis yang sehat merupakan aspek penting dari kesuburan pria. Testis kecil atau keras mungkin merupakan tanda lain dari masalah hormon.

Di sisi lain, testis yang bengkak, nyeri, atau lunak mungkin merupakan tanda dari masalah yang mendasari, seperti infeksi. Ini juga dapat memengaruhi kualitas sperma dan kesuburan pria.

Kegemukan

Penelitian dari 2015 mencatat bahwa banyak penelitian mengaitkan obesitas pada pria dengan kemandulan.

Obesitas dapat meningkatkan risiko kondisi lain yang dapat memengaruhi kesuburan pria, seperti kualitas sperma dan disfungsi seksual.

Kapan harus ke dokter?

Siapa pun yang mengalami tanda-tanda kemandulan dan yang telah mencoba hamil selama lebih dari setahun (atau 6 bulan jika lebih dari 35 tahun) disarankan untuk memeriksakan diri kepada dokter.

Terkadang mungkin ada cara sederhana untuk membuat penyesuaian gaya hidup untuk meningkatkan kesuburan. Namun ada juga yang memerlukan pengobatan.

Bahkan setelah diagnosis infertilitas, masih ada cara untuk hamil yang dapat didiskusikan dengan dokter.

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

 

Medical News Today diakses pada 19 Mei 2021

Healthline diakses pada 19 Mei 2021

Mayo Clinic diakses pada 19 Mei 2021

    register-docotr