Kesehatan Seksual

Benarkah Tindik Penis Bisa Bantu Orgasme? Berikut Faktanya!

April 6, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Tidak hanya di daun telinga, hidung, lidah, dan bibir, sebagian pria memilih melakukan tindik dan pemasangan perhiasan di penisnya. Usut punya usut, ternyata tindik penis dipercaya bisa membantu meningkatkan kepuasan seksual dan membantu orgasme.

Lantas, benarkah tindik penis benar-benar bisa berdampak positif pada aktivitas seksual? Serta, apa saja risiko yang dapat ditimbulkan? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Mengenal tentang tindik penis

Tindik penis (penis piercing) adalah pemasangan perhiasan (baik itu berbentuk seperti barbel atau cincin) di saluran kencing (uretra) hingga menembus bagian bawah atau belakang kepala penis.

Perhiasan yang dipakai biasanya terbuat dari beberapa bahan, seperti titanium bedah (surgical titanium), polimer biokompatibel, niobium, platinum, bahkan emas sekalipun.

Tindik penis bisa dimiliki oleh setiap pria. Namun, proses penindikan harus dilakukan oleh tenaga profesional untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Kamu tidak diperkenankan untuk menindik penis secara mandiri.

Baca juga: Penis Bengkok Bisa Diluruskan Kembali! Berikut Prosedur Medisnya

Benarkah tindik penis bisa bantu orgasme?

Ya, secara tidak langsung, tindik penis dapat membantu terjadinya orgasme. Perhiasan yang dipasang ke batang kemaluan akan menyentuh jaringan di penis. Ketika sedang mastrubasi, seks oral, anal, maupun vaginal, itu akan merangsang lebih banyak saraf.

Dengan kata lain, sentuhan pada jaringan penis oleh perhiasan yang dipasang bisa meningkatkan sensitivitas pria. Menurut sebuah studi pada 2013 oleh sejumlah peneliti di Kanada, sensitivitas alat kelamin memainkan peran penting dalam hal kepuasan (pleasure) dan orgasme.

Bukan hanya pria, tindik penis juga bermanfaat untuk wanita ketika sedang berhubungan seks, lho. Perhiasan di bagian kepala penis dapat menstimulasi atau merangsang lebih banyak saraf pada vagina, termasuk klitoris.

Satu publikasi pada 2011 menjelaskan, rangsangan dan stimulasi klitoris secara langsung adalah salah satu faktor utama penyebab orgasme pada wanita.

Prosedur tindik penis

Tindik penis adalah prosedur yang cukup sederhana. Sebuah jarum akan ditusukkan ke kulit di penis, lalu perhiasan akan dimasukkan melalui lubang kecil yang tercipta.

Meski umumnya dilakukan di bagian kulup atau kepala penis, tindik juga bisa melalui batang penis itu sendiri atau bahkan skrotum. Namun, sebelum menjalankan prosedur tersebut, kamu harus memikirkannya matang-matang.

Sebab, jika ingin melepas perhiasan dari penis, lubang yang telah dibuat tidak akan bisa menutup lagi. Bahkan, bekas luka kecil mungkin tak akan pernah bisa hilang.

Perlu kamu ketahui, tindik penis mungkin terasa lebih menyakitkan jika dibandingkan dengan tindik di bibir dan daun telinga. Ini karena penis mempunyai lebih banyak ujung saraf. Proses penindikan hanya berlangsung beberapa detik, tapi pemulihannya bisa sampai empat pekan.

Baca juga: Apakah Ukuran Penis Kamu Normal? Yuk, Kenali Bentuk dan Teksturnya

Efek dan risiko yang bisa ditimbulkan

Meski bisa membantu terjadinya orgasme, tindik penis mempunyai beberapa efek dan risiko yang perlu kamu ketahui, seperti:

  • Luka di alat kelamin: Adanya benda padat dan keras pada penis bisa menimbulkan luka saat terjadi gesekan. Bukan hanya pada penis, luka itu juga bisa terjadi pada vagina, anus, mulut, dan area tubuh lain yang terlibat dalam aktivitas seks
  • Infeksi menular seksual: Sebuah penelitian mengaitkan risiko penularan IMS melalui darah dari luka yang ditimbulkan akibat pemakaian tindik penis
  • Kerusakan jaringan penis: Perhiasan yang dipasang di penis bisa menggesek dan mengikis jaringan di dalam penis, menyebabkan kerusakan hingga mengurangi sensitivitasnya
  • Infeksi: Bakteri dapat ditularkan dari tangan yang tidak dicuci saat berhubungan seks. Bakteri itu bisa masuk ke lubang penis lalu menyebabkan infeksi
  • Reaksi alergi: Jika muncul ruam di kulit sekitar area tindikan, itu mungkin menjadi tanda alergi, apalagi jika perhiasan di penis terbuat dari bahan logam
  • Kemerahan dan nyeri: Meski bisa terjadi di awal waktu setelah penindikan, kemerahan dan nyeri pada penis yang berlangsung cukup lama perlu dicurigai sebagai infeksi
  • Perdarahan: Darah tetap bisa keluar dari lubang bekas tindikan meski sudah beberapa hari pascaprosedur. Hal itu dapat mengindikasikan bahwa ada masalah tertentu, misalnya posisi perhiasan tidak sesuai dengan tempatnya

Nah, itulah ulasan lengkap tentang tindik penis yang perlu kamu ketahui. Pertimbangkan baik-baik sebelum melakukannya, karena lubang tindik tidak bisa menutup kembali meski kamu telah melepaskan perhiasan yang sebelumnya terpasang.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline, diakses 5 April 2021, Everything You Should Know Before Getting a Prince Albert Piercing.
  2. Verywell Health, diakses 5 April 2021, Safety and Risks of Penis Piercings.
  3. BMJ Journal, diakses 5 April 2021, Genital piercing and sexually transmitted infections.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 5 April 2021, Female Sexual Arousal: Genital Anatomy and Orgasm in Intercourse.
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 5 April 2021, Pleasure and pain: the effect of (almost) having an orgasm on genital and nongenital sensitivity.
    register-docotr