Puasa

Sariawan saat Puasa, Begini Cara Penanganannya!

May 1, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Sariawan saat puasa seringkali terjadi dan menyebabkan rasa tidak nyaman di area mulut. Salah satu penyebab sariawan adalah infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans.

Jamur candida ini hidup di dalam tubuh dan permukaan kulit yang umumnya tidak menyebabkan masalah serius. Namun, jika jamur terus berkembang biak maka hal ini bisa menyebabkan infeksi semakin parah.

Perlu diketahui juga, sariawan yang terjadi di tempat sama selama dua minggu atau bahkan satu bulan bisa mengindikasikan adanya kanker rongga mulut. Sariawan akan ditandai dengan munculnya bercak putih kekuningan secara tunggal maupun berkelompok.

Baca Juga: Penuhi Asupan Gizi saat Puasa, Ini Makanan Wajib untuk Sahur dan Berbuka

Kenapa kita rentan sariawan saat puasa?

Gaya hidup dan pola makan juga bisa berpengaruh pada kondisi ini. Asupan vitamin dan nutrisi tertentu yang rendah, seperti asam folat, seng, dan zat besi, juga dapat menyebabkan sariawan ketika puasa.

Ada juga kebiasaan buruk soal kesehatan mulut yang buruk seperti kebiasaan makan terburu-buru ketika sahur atau berbuka, yang rentan membuat bibir atau lidah tergigit sehingga menyebabkan sariawan di dalam mulut.

Kamu bisa mempelajari fakta lain soal sariawan saat puasa pada ulasan di bawah ini ya!

Baca Juga : 5 Fakta Sariawan saat Puasa, Termasuk Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Faktor penyebab sariawan pada mulut

Masalah sariawan lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Sariawan identik dengan kurangnya vitamin C di dalam tubuh.

Namun, ada pula faktor penyebab lain dari sariawan, seperti faktor psikologis, masalah genetik, menggunakan produk yang mengiritasi area sensitif, hingga memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Berikut beberapa faktor yang juga dapat memicu timbulnya sariawan saat puasa:

  • Cedera ringan pada mulut mulai dari akibat perawatan gigi, menyikat gigi secara berlebihan, kecelakaan olahraga, atau gigitan pipi yang tidak disengaja
  • Penggunaan pasta gigi dan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate
  • Sensitif terhadap makanan, terutama terhadap cokelat, kopi, stroberi, telur, kacang-kacangan, keju, dan makanan pedas atau asam
  • Pola makan yang rendah kandungan vitamin B-12, seng, folat (asam folat) atau zat besi
  • Respons alergi terhadap bakteri tertentu di mulut 
  • Helicobacter pylori, bakteri yang sama yang menyebabkan tukak lambung
  • Pergeseran hormonal selama menstruasi
  • Stres emosional

Gejala sariawan saat puasa

Gejala yang akan dirasakan anak-anak dan orang dewasa kemungkinan sama. Lesi atau luka berwarna putih akan muncul di bagian dalam pipi, langit-langit mulut, hingga gusi.

Beberapa gejala umum sariawan lainnya, seperti:

  • Lesi akan berkembang dan berubah warna menjadi kekuningan.
  • Kemerahan serta rasa seperti terbakar hingga menyebabkan kesulitan menelan.
  • Terjadi pendarahan ringan jika lesi digosok atau dikikis.
  • Muncul luka lecet di sudut bibir yang terasa perih. 
  • Terasa sakit hingga iritasi di bawah gigi. 

Baca juga: Yuk, Intip Tips Aman Berpuasa untuk Ibu Hamil

Cara mengatasi sariawan saat puasa

Sariawan yang terjadi secara berulang tentunya akan membuat area mulut menjadi tidak nyaman, terutama saat berpuasa. Karena itu, penanganan harus segera dilakukan agar tidak berkembang semakin parah.

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi sariawan saat puasa:

1. Minyak kelapa

Obat sariawan rumahan lainnya adalah minyak kelapa. Minyak kelapa memiliki sifat antimikroba yang dapat bantu atasi sariawan akibat infeksi bakteri.

Selain sifat antimikroba, minyak kelapa juga punya kemampuan anti inflamasi yang bisa meredakan gejala kemerahan dan nyeri pada sariawan yang meradang.

Kamu dapat mengoleskan minyak kelapa ke area sariawan beberapa kali hingga gejalanya membaik.

2. Mengatasi sariawan saat puasa dengan madu

Madu merupakan salah satu bahan yang mudah ditemukan di rumah dan bisa kamu manfaatkan untuk mengatasi sariawan saat puasa.

Sifat antibakteri dan antiradang pada madu dapat membantu mengurangi nyeri, ukuran, dan kemerahan pada sariawan kamu.

Kamu dapat mengoleskan madu jenis apapun ke sariawan yang tengah meradang. Mencegah puasa batal, sebaiknya kamu lakukan metode ini saat sudah waktunya berbuka ya!

3. Kumur dengan campuran khusus

Untuk mangatasi sariawan yang meradang, kamu bisa memanfaatkan campuran air hangat dengan garam atau baking soda.

Berkumur dengan air garam atau baking soda dapat membantu mengeringkan sariawan. Kamu cukup mencampurkan 1 sendok teh garam atau baking soda dengan 1 gelas air.

Kumur selama 15 hingga 30 detik lalu muntahkan. Jika melakukannya saat berpuasa, awas jangan sampai tertelan ya.

Baca Juga : Mouthwash untuk Jaga Kesehatan Mulut selama Berpuasa saat Pandemi

4. Kompres es

Sariawan yang meradang kerap kali sebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman. Untuk meredakannya kamu bisa melakukan kompres dengan es yang sudah dihaluskan.

Suhu dingin dari es ini dapat membantu meredakan nyeri dan juga sakitnya. Jika kamu melakukannya saat puasa, pastikan jangan sampai tertelan ya.

5. Obat untuk sariawan saat puasa

Cara mengatasi sariawan saat puasa yang pertama bisa dilakukan dengan memberikan obat antijamur. Obat yang digunakan bisa dalam bentuk tablet, cair, maupun krim tropikal.

Biasanya, pengobatan sariawan memerlukan waktu sekitar 10 hingga 14 hari untuk bisa sembuh total dan tidak kambuh.

Selain pengobatan rumahan, kamu juga bisa mengatasi sariawan saat puasa dengan obat over-the-counter yang dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter.

Kamu bisa memilih obat berbahan pasta, krim, gel, atau cairan. Belilah obat sariawan yang mengandung bahan aktif:

  • Benzocaine (Anbesol, Kank-A, Orabase, Zilactin-B)
  • Fluocinonide (Lidex, Vanos)
  • Hydrogen peroxide (Orajel Antiseptic Mouth Sore Rinse, Peroxyl)

Baca Juga : 5 Tips Mengatasi Sariawan agar Puasa Tetap Lancar

Cara mencegah sariawan saat puasa

Nah, agar penyembuhan penyakit bisa berlangsung cepat maka pencegahan terhadap sariawan harus diterapkan.

Pencegahan yang dapat kamu lakukan secara mandiri, seperti menjaga kebersihan mulut, memperhatikan gaya hidup sehat, dan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Selain obat medis oral, kamu juga bisa menggunakan obat rumahan yang bisa mencegah infeksi jamur dalam mulut.

Untuk membantu meredakan nyeri, mempercepat penyembuhan, dan mencegah sariawan datang lagi saat puasa, coba lakukan beberapa tips di bawah ini:

1. Kumur dengan air garam

Garam memiliki sifat antiseptik yang mampu membersihkan area mulut dengan baik. Karena itu, membilas mulut dengan air asin dapat membantu meringankan gejala sariawan oral.

Caranya adalah dengan melarutkan satu setengah sendok teh garam ke dalam air hangat. Kumur di dalam mulut selama beberapa detik lalu buang, lakukan secara rutin untuk hasil maksimal.

2. Konsumsi yogurt

Yogurt diketahui memiliki kandungan probiotik atau bakteri baik yang bagus untuk kesehatan mulut. Jamur penyebab sariawan saat puasa bisa dihentikan karena yogurt membantu mengembalikan keseimbangan antara bakteri baik dan jahat dalam mulut.

Yogurt juga merupakan makanan yang mudah dikonsumsi jika kamu kesulitan menelan akibat sariawan.

3. Perbanyak vitamin C

Vitamin C atau disebut juga dengan asam askorbat diperlukan karena berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin C dipercaya sebagai sumber yang mendorong produksi sel darah putih serta membantu melindungi tubuh dari infeksi.

Rutin mengkonsumsi vitamin C juga mampu membantu sel-sel menjadi lebih efektif dalam melindungi tubuh dari molekul berbahaya.

4. Gunakan kunyit

Warna kuning cerah yang dihasilkan oleh kunyit berasal dari curcumin. Curcumin sendiri merupakan senyawa kuat yang dianggap memiliki kemampuan anti-inflamasi.

Dalam sebuah studi, curcumin bisa menyembuhkan sariawan oral karena berfungsi juga sebagai antijamur. Kunyit bisa dikombinasikan dengan lada hitam untuk membantu mengobati sariawan.

5. Mencegah sariawan saat puasa dengan minyak oregano

Biasanya, minyak oregano digunakan untuk membumbui makanan. Namun, ternyata minyak satu ini juga bisa memiliki kemampuan antimikroba dan antijamur sehingga dapat dijadikan sebagai obat sariawan.

Caranya cukup mudah, yakni dengan mencampurkan 2 tetes minyak oregano ke dalam satu gelas air. Kumur larutan beberapa detik di dalam mulut kemudian buang. 

6. Jaga kebersihan mulut

Kebersihan mulut adalah faktor penting dalam pencegahan sariawan dan juga upaya agar sariawan cepat membaik. Selalu jaga kebersihan mulut, dengan tidak lupa menggosok gigi setelah sahur dan sebelum tidur.

Kamu juga disarankan menggosok gigi dengan lembut dan gunakan sikat dengan bulu yang lembut untuk membantu mencegah iritasi pada jaringan halus mulut.

Untuk pasta gigi atau obat kumur yang kamu gunakan, pilihlah yang tidak mengandung sodium lauryl sulfat. Jika kamu menggunakan kawat gigi atau peralatan gigi lainnya, tanyakan kepada dokter gigi tentang lilin ortodontik untuk menutupi ujung yang tajam

7. Hindari makanan dan minuman pemicu sariawan

Apa yang kamu konsumsi saat sahur dan berbuka juga harus dipertimbangkan dengan baik agar sariawan cepat sembuh dan tidak datang lagi.

Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya kamu hindari jika mengalami sariawan saat puasa:

  • Minuman dan makanan berkafein, seperti kopi, soda, cola, dan cokelat
  • Alkohol, termasuk bir, anggur, minuman keras, dan sejenisnya
  • Daging yang keras, sayuran mentah, roti, keripik, dan kue kering
  • Obat kumur komersial, banyak di antaranya mengandung alkohol
  • Tembakau, termasuk rokok dan tembakau kunyah
  • Makanan asam seperti tomat, buah jeruk dan jus (jeruk, jeruk bali, lemon, jeruk nipis)
  • Makanan pedas atau asin

Baca Juga : Obat Sariawan Alami yang Bisa Diracik Sendiri di Rumah, Ampuh Lho!

Waspada jika sariawan datang lagi dan lagi

Jika kamu sering menderita sariawan, mungkin ada alasan medis atau penyakit yang mendasari dan memicu sariawan muncul.

Temui dokter gigi jika ada kekhawatiran bahwa sariawan sering terjadi. 

Beberapa penyakit yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seperti lupus, penyakit Crohn, penyakit celiac, atau HIV/AIDS dapat menyebabkan sariawan yang sering atau berulang.

Dokter atau perawatan kesehatan profesional dapat menjalankan serangkaian tes untuk menentukan apakah ada alasan medis yang mendasari seringnya sariawan yang kamu alami.

Sariawan saat puasa memang sangat mengganggu sehingga salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mencegah.

Jika pencegahan dan penanganan secara mandiri sudah dilakukan, namun sariawan tetap muncul segera periksakan dengan dokter.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2018), diakses 22 April 2020. Oral Thrush: 10 Home Remedies to Manage Your Symptoms
  2. Mayo Clinic, diakses 22 April 2020. Oral thrush
  3. Medicine Net. Diakses pada 21 April 2021. Canker Sores (Causes, Treatment, and Prevention)
  4. Mayo Clinic. Diakses pada 21 April 2021. Canker sore
  5. Healthline. Diakses pada 21 April 2021. 16 Ways to Get Rid of Canker Sores
  6. Children’s Hospital of Philadelphia. Diakses pada 21 April 2021. What is aphthous stomatitis?
    register-docotr