Kehamilan

Alami Kehamilan Ektopik Berulang, Bisakah Punya Anak?

April 30, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi tertanam di luar rahim yakni di salah satu saluran tuba. Kondisi ini cukup berbahaya bagi ibu karena embrio tidak akan bisa berkembang menjadi cukup bulan. 

Biasanya, embrio perlu diangkat sesegera mungkin demi kesuburan jangka panjang dan mencegah kehamilan ektopik berulang. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut kehamilan ektopik berulang yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Bisa Picu Kontraksi, Ini Jenis Jamu yang Dilarang Dikonsumsi Ibu Hamil!

Apa penyebab kehamilan ektopik berulang?

Dilansir dari Webmd, setelah kehamilan ektopik pertama maka ada sekitar 10 persen kemungkinan hal tersebut terjadi kembali. Karena itu, satu hal penting yang perlu diketahui adalah penyebab dari kehamilan ektopik. 

Perlu diketahui, penyebab kehamilan ektopik tidak selalu jelas. Namun, dalam beberapa kasus biasanya kehamilan ektopik dikaitkan dengan peradangan dan jaringan parut pada saluran tuba, faktor hormonal, serta kelainan genetik.

Kehamilan ektopik tidak dapat bertahan lama dan sulit untuk menghasilkan bayi. Selain itu, sampai saat ini belum ada teknologi untuk memindahkan janin yang tertanam di tuba falopi ke rahim.

Bagaimana peluang memiliki anak dengan kondisi ini?

Seorang wanita bisa melahirkan bayi cukup bulan yang sehat setelah mengalami kehamilan ektopik pertama. Namun, kemungkinan untuk mengalami kehamilan ektopik berulang juga sedikit lebih tinggi.

Perlu dipahami, ketika kamu pernah mengalami satu sel telur yang dibuahi gagal ditanamkan dalam rahim maka ada kemungkinan hal tersebut dapat terjadi lagi. Tetapi, ada berbagai faktor yang bisa dipertimbangkan termasuk riwayat infertilitas. 

Riwayat ketidaksuburan akan menjadi pengaruh terbesar pada peluang kamu untuk hamil lagi. Selain itu, jika kamu memiliki tuba falopi yang berbentuk aneh atau ada jaringan parut akibat operasi maupun infeksi menular seksual maka mungkin akan lebih sulit untuk hamil.

Cara mengatasi kehamilan ektopik berulang

Pilihan pengobatan bervariasi tergantung pada lokasi kehamilan ektopik dan perkembangannya. Beberapa cara yang perlu kamu ketahui untuk mengatasi kehamilan ektopik agar tidak berulang, antara lain sebagai berikut:

Obat-obatan

Dokter mungkin memutuskan bahwa komplikasi tidak terjadi akibat kehamilan ektopik. Dalam kasus ini, dokter dapat meresepkan beberapa obat yang dapat mencegah massa ektopik meledak. Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), satu obat umum yang biasa diberikan adalah methotrexate atau Rheumatrex.

Methotrexate adalah obat untuk menghentikan pertumbuhan sel yang membelah dengan cepat seperti sel massa ektopik. Jika kamu mengonsumsi obat ini, dokter akan memberikannya melalui suntikan.

Lakukan juga tes darah secara teratur untuk memastikan bahwa obat tersebut efektif. Apabila efektif, obat tersebut akan menyebabkan gejala yang mirip dengan keguguran termasuk kram dan perdarahan.

Obat ini tidak memiliki risiko kerusakan tuba falopi, namun kamu tidak akan bisa hamil selama beberapa bulan setelah mengonsumsinya.

Operasi

Banyak ahli bedah yang menyarankan untuk membuang embrio dan memperbaiki kerusakan internal. Operasi yang dilakukan adalah laparotomi, yakni dokter akan memasukkan kamera kecil melalui sayatan untuk memastikan hasil kerja dapat dilihat. 

Dokter bedah kemudian mengangkat embrio dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada tuba falopi. Jika pembedahan ini tidak berhasil, ahli bedah akan mengulangi laparotomi dengan sayatan yang lebih besar.

Dokter mungkin juga perlu mengangkat tuba falopi selama operasi jika rusak.

Adakah pencegahan untuk kehamilan ektopik berulang?

Pencegahan mungkin tidak dapat dilakukan untuk setiap kasus, Namun, kamu dapat mengurangi risiko kehamilan ektopik berulang melalui pemeliharaan kesehatan reproduksi dengan baik dan tepat.

Minta pasangan untuk memakai kondom saat berhubungan seksual dan batasi jumlah pasangan seks. Cara ini bisa mengurangi risiko penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan pelvic inflammatory disease (PID), yakni suatu kondisi yang bisa mengakibatkan peradangan pada saluran tuba.

Pertahankan kunjungan rutin dengan dokter, termasuk pemeriksaan ginekologi dan penyakit menular seksual secara rutin. Ambil juga langkah untuk meningkatkan kesehatan pribadi, seperti berhenti merokok.

Baca juga: Pakai Sabun Sirih untuk Membersihkan Vagina Saat Hamil, Aman atau Tidak?

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Very Well Family (2021), diakses 29 April 2021. Ectopic Pregnancy Statistics
  2. NHS (2018), diakses 29 April 2021. Ectopic pregnancy
  3. Web (2020), diakses 29 April 2021. Can I Get Pregnant After an Ectopic Pregnancy?
  4. Healthline (2018), diakses 29 April 2021. Ectopic Pregnancy
    register-docotr