Kehamilan

Bisa Picu Kontraksi, Ini Jenis Jamu yang Dilarang Dikonsumsi Ibu Hamil!

April 22, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Saat hamil, terdapat beberapa jenis minuman yang harus dihindari karena dapat memicu kontraksi termasuk jamu. Jamu sendiri merupakan ramuan herbal tradisional yang dipercaya secara turun-menurun dapat menyehatkan tubuh.

Namun, tidak semua orang bisa mengonsumsi jamu terutama wanita yang sedang mengandung. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai jenis jamu yang dilarang dikonsumsi ibu hamil yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Keunggulan Alat Kontrasepsi IUS, Apa Perbedaannya dengan IUD?

Apa saja jenis jamu yang dilarang dikonsumsi ibu hamil?

Untuk menjaga kesehatan janin dalam kandungan, ibu hamil dianjurkan untuk menghindari beberapa jenis herbal, salah satunya jamu. Dilansir dari American Pregnancy, meski herbal bersifat alami namun tidak semua jenisnya dapat dikonsumsi selama kehamilan.

Food and Drug Administration atau FDA mendesak wanita hamil untuk tidak mengonsumsi produk herbal atau jamu apapun tanpa berbicara dengan penyedia layanan kesehatan. Beberapa jenis jamu atau ramuan tradisional yang perlu dihindari saat hamil, antara lain sebagai berikut:

Kunyit

Pada dasarnya, kunyit aman dikonsumsi saat hamil dalam jumlah yang kecil. Namun, wanita harus menghindari penggunaan suplemen atau mengonsumsi rempah-rempah ini dalam bentuk obat atau minuman seperti jamu.

Kunyit mengandung kurkumin di mana jika dikonsumsi dalam jumlah besar selama kehamilan dapat mengubah kadar hormon estrogen dalam tubuh. Hal ini akan mengakibatkan kontraksi rahim atau perdarahan. Efek tersebut juga dapat memicu keguguran atau persalinan dini.

Gotu kola atau centella asiatica

Gotu kola merupakan salah satu herba yang bisa digunakan dalam pengobatan tradisional. Praktisi telah mengklaim bahwa gotu kola memiliki manfaat untuk meningkatkan kekuatan otak, menyembuhkan kulit, dan menjaga kesehatan hati serta ginjal.

Namun, herbal satu ini dalam beberapa kasus dapat menyebabkan sakit kepala, sakit perut, dan pusing. Gotu kola tidak dipantau oleh FDA dan diketahui jika herbal tersebut memiliki kadar logam berat berbahaya jika ditanam di tanah yang terkontaminasi.

Untuk, wanita hamil dan menyusui tidak dianjurkan untuk mengonsumsi herbal tradisional ini. Bicarakan juga dengan dokter sebelum menggunakannya, terutama jika memiliki penyakit hati, menderita diabetes, kolesterol tinggi, atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

Teh daun raspberry

Teh daun raspberry adalah teh herbal yang terbuat dari daun tanaman raspberry. Secara historis, teh ini sudah digunakan dalam pengobatan tradisional termasuk sebagai tonik untuk memperkuat rahim dan mendorong persalinan agar lancar.

Namun, perlu diketahui jika teh daun raspberry bisa meningkatkan aliran darah dengan cepat sehingga berpotensi memicu kontraksi. Jika teh daun raspberry memang dapat merangsang otot rahim, maka hal tersebut juga berisiko menimbulkan kontraksi pada trimester pertama.

Teh daun oregano

Oregano merupakan ramuan yang biasa digunakan dalam masakan. Selama berabad-abad, oregano juga telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk gigitan ular, masalah pencernaan, dan masalah menstruasi. 

Daun oregano bisa direndam dalam air panas dan disiapkan sebagai teh. Namun, perlu diketahui jika teh daun oregano yang dikonsumsi dalam jumlah besar bisa menjadi racun dan bahkan mematikan.

Oregano mungkin memiliki efek diuretik di mana konsumsi dengan dosis besar dapat mengganggu perut. Wanita hamil yang mengonsumsi oregano bisa membahayakan bayi dan berisiko mengakibatkan keguguran. 

Ginseng

Akar ginseng mengandung bahan kimia aktif yang disebut ginsenosides di mana bertanggung jawab atas khasiat obat herbal. Ginseng juga diketahui mengandung senyawa anti inflamasi atau dikenal dengan antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.

Namun, konsumsi teh herbal yang terbuat ginseng tidak dianjurkan untuk dikonsumsi wanita hamil karena belum diteliti keamanannya. Saat dikonsumsi dalam jumlah banyak, teh herbal ini pada tikus percobaan dapat menyebabkan abnormalitas pada embrio.

Baca juga: Aman dan Sehat, Ini Panduan Puasa bagi Ibu Hamil

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Webmd (2019), diakses 21 April 2021. Oregano
  2. American Pregnancy (2017), diakses 21 April 2021. Herbs and Pregnancy
  3. What to Expect (2020), diakses 21 April 2021. Is It Safe to Drink Red Raspberry Leaf Tea When You’re Pregnant?
  4. Medical News Today (2020), diakses 21 April 2021. Is turmeric safe during pregnancy?
  5. Healthline (2018), diakses 21 April 2021. Everything You Need to Know About Gotu Kola
  6. Healthline (2016), diakses 21 April 2021. Ginseng and Pregnancy: Safety, Risks, and Recommendations
    register-docotr