Puasa

Sering Berbuka Puasa dengan Es Teh Manis? Waspadai 5 Dampak Buruk Berikut Ini!

April 22, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Tak sedikit orang yang membatalkan puasanya dengan es teh. Selain rasanya yang manis, es batu yang dingin juga bisa menyegarkan tenggorokan kering setelah tidak mendapat asupan cairan selama berjam-jam.

Namun, tahukah kamu bahwa ternyata terlalu sering minum es teh manis dapat memberi efek buruk pada kesehatan? Apa saja dampak yang bisa terjadi pada tubuh?

Baca juga: Buka Puasa dengan Makanan Pedas, Apa Efeknya?

Dampak buruk minum es teh saat berbuka

Ada banyak gangguan kesehatan yang bisa muncul karena kebiasaan minum es teh, termasuk ketika sedang berbuka. Mulai dari risiko penurunan sel darah merah hingga gangguan pada ginjal.

Berikut 5 dampak buruk akibat terlalu sering minum es teh manis yang perlu kamu tahu:

1. Risiko anemia

Minum es teh manis bisa meningkatkan risiko anemia. Menurut penjelasan Endang L. Achadi, Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), teh dapat menghambat dan mengganggu penyerapan zat besi. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia.

Anemia sendiri adalah kondisi ketika kadar sel darah merah di dalam tubuh mengalami penurunan. Padahal, sel darah merah mempunyai tugas yang sangat penting, yaitu menyalurkan oksigen ke seluruh bagian tubuh.

2. Penyakit ginjal

Meski bisa menyegarkan tenggorokan, terlau sering berbuka puasa dengan es teh ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal, lho. Scott Youngquist, MD, pakar kesehatan di University of Utah Health, mengatakan, es teh mengandung asam oksalat yang tinggi.

Jika dikonsumsi berlebihan, zat itu bisa mengendap di ginjal serta berdampak buruk pada fungsinya dalam menyaring darah dan limbah. Lama-kelamaan, hal itu bisa memicu berbagai masalah pada organ tersebut, salah satunya adalah gagal ginjal.

3. Infeksi saluran pencernaan

Pernahkah kamu berpikir terbuat dari apa es batu yang ada pada minuman es teh? Sebuah publikasi yang diterbitkan di Universitas Muhammadiyah Semarang menemukan fakta bahwa kebanyakan es batu pada es teh terbuat dari air mentah.

Meski, ada juga es batu yang dibuat dari air matang, biasanya disebut dengan es kristal. Jika terbuat dari air mentah, es batu sangat berisiko menimbulkan infeksi di saluran pencernaan.

Infeksi itu disebabkan oleh beberapa bakteri yang masih hidup pada air mentah, salah satunya adalah Escherichia coli atau yang lebih dikenal dengan E. coli. Infeksi tersebut biasanya ditandai dengan diare.

Membedakan es batu yang terbuat dari air mentah dan air matang tidak terlalu sulit. Es batu dari air mentah cenderung berwarna putih, karena masih banyak gas yang terperangkap di dalamnya.

Sedangkan es batu dari air matang bening tidak berwarna karena kandungan gas sudah dilepaskan ketika proses perebusan.

4. Risiko obesitas

Mengutip dari Medical News Today, orang yang sering mengonsumsi minuman manis dengan es sangat rentan untuk mengalami kenaikan berat badan. Hal itu berkaitan dengan konsumsi gula yang cukup tinggi.

5. Penyakit GERD

Web MD memasukkan es teh sebagai salah satu minuman yang bisa memicu heartburn, yaitu kondisi saat dada terasa panas seperti terbakar. Penyebabnya adalah cairan asam bersifat iritatif yang naik dari lambung.

Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, terlalu sering minum teh bisa menyebabkan gastroesophageal reflux disease atau GERD. Pemicunya adalah senyawa yang ada di dalamnya, seperti teofilin.

Teofilin dapat membuat otot sfingter di bawah esofagus menjadi lemah, mengendur, dan kehilangan kontrol. Akibatnya, cairan asam dari lambung bisa dengan mudah naik ke atas lalu membuatmu merasakan heartburn.

Baca juga: Minuman Hangat vs Minuman Dingin untuk Buka Puasa, Mana Lebih Sehat?

Lalu, buka puasa sebaiknya mengonsumsi apa?

Alih-alih mengonsumsi es teh, Kementerian Kesehatan menyarankan agar kamu berbuka puasa dengan air putih hangat. Es teh atau minuman dingin lainnya dapat memberi efek kejut pada perut yang masih kosong, lalu memicu terjadinya kontraksi.

Sedangkan air putih hangat akan membuat tubuh menjadi rileks dan meningkatkan fungsi usus bagian bawah setelah kamu berpuasa selama berjam-jam. Berbuka dengan air putih hangat juga meminimalkan risiko terjadinya gangguan tenggorokan.

Nah, itulah ulasan tentang bahaya minum es teh manis yang kerap dilakukan sebagian orang saat berbuka puasa. Agar tak mengalami berbagai gangguan kesehatan di atas, pertimbangkan untuk mengganti es teh dengan air putih hangat untuk membatalkan puasa, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. WebMD, diakses 21 April 2021, Top 10 Heartburn Foods.
  2. Kementerian Kesehatan, diakses 21 April 2021, Alasan Berbuka Puasa dengan Air Putih Hangat Lebih Menyehatkan.
  3. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 21 April 2021, Association between tea consumption and gastroesophageal reflux disease.
  4. Utah Health, diakses 21 April 2021, NOT SWEET: TOO MUCH ICED TEA CAUSES KIDNEY FAILURE.
  5. Tempo, diakses 21 April 2021, Jangan Minum Teh Manis Setelah Makan, Ini Bahayanya.
  6. Medical News Today, diakses 21 April 2021, Is it bad to eat ice?
  7. Universitas Muhammadiyah Semarang, diakses 21 April 2021, Tinjauan Pustaka: HITUNG JUMLAH Coliform PADA MINUMAN ES TEH (Studi kasus di Kantin Perguruan Tinggi X).

    register-docotr