Puasa

Sering Merasa Mual saat Puasa? Ternyata Ini Lho Penyebabnya!

April 28, 2021 | Felicia Elfriestha | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Dalam menjalankan puasa kamu diharuskan untuk menahan rasa lapar dari subuh hingga sore hari. Tak sedikit dari kamu yang pastinya sering merasa mual saat puasa.

Hal ini pastinya sangat membuat kamu merasa tidak nyaman untuk beraktivitas. Ternyata ada beberapa penyebab kamu sering merasa seperti ini, kita simak ulasannya, yuk!

Baca Juga: Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Mental Saat Menjalani Puasa di Musim Pandemi

Apa penyebab mual saat puasa?

Mual saat puasa bisa terjadi akibat kondisi perut kosong. Ini bisa disebabkan oleh penumpukan asam lambung atau kontraksi perut. Perlu kamu ketahui bahwa untuk membantu memecah makanan, perut menghasilkan asam klorida.

Tidak makan dalam kurun waktu yang lama, penumpukan asam di perut dapat terjadi, yang mana ini berpotensi menyebabkan refluks asam dan mual. Perut kosong juga bisa memicu hunger pangs, yakni ketidaknyaman di bagian tengah atas perut. Ini disebabkan oleh kontraksi perut yang kuat.

Hunger pangs sendiri jarang disebabkan oleh kondisi medis. Melainkan, biasanya kondisi ini dikaitkan dengan perut yang kosong. Tak hanya itu, hunger pangs juga bisa dipengaruhi oleh:

  • Kebutuhan untuk konsumsi makanan bernutrisi tinggi
  • Hormon
  • Kurang tidur
  • Stres atau kecemasan
  • Faktor lingkungan

Faktor penyebab sering merasa mual saat puasa

Perut mual sangat amat tidak nyaman apalagi saat kita menjalankan puasa. Bisa-bisa kamu akan sakit jika kondisi ini tidak cepat ditangani. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kamu merasa mual saat puasa, berikut beberapa penyebabnya:

Langsung tidur setelah sahur

Memang rasanya begitu nikmat ketika kamu setelah habis makan sahur langsung melanjutkan kembali tidur kamu. Namun, perlu kamu ketahui, bahwa hal ini yang menjadi salah satu kamu merasa mual saat sahur. 

Efek mualnya mungkin tidak secara langsung, tetapi kamu akan merasa mual saat siang hari ketika beraktivitas. Dimana tidur dalam keadaan perut kenyang akan meningkatkan asam lambung yang sangat berbahaya bagi tubuh kamu.

Alangkah baiknya kamu menunggu sekitar 1 jam atau lebih sebelum melanjutkan tidur.

Menu sahur yang kurang sehat

Hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang membuat kamu merasa mual saat sahur. Kamu harus memperhatikan makanan yang kamu konsumsi ketika sahur dan berbuka. 

Sebaiknya makan makanan yang bergizi dan mengandung vitamin agar energi kamu tetap stabil dalam beraktivitas. Kamu  juga harus menghindari makanan yang berminyak, makanan pedas, asam, dan terlalu asin. 

Penyebab lain yang menjadi pemicu kamu merasa mual?

Terlalu kenyang

Memang sesuatu yang berlebihan tidak baik untuk semua aspek apalagi untuk kesehatan kamu.

Mungkin kamu beranggapan bahwa makan yang langsung banyak dapat membuat kamu menjadi sangat kenyang dan bisa makan lebih sedikit di waktu makan berikutnya, ternyata hal ini tidak baik untuk kesehatan kamu.

Makan terlalu kenyang saat sahur dapat menyebabkan asam lambung kamu naik dan dapat mengalami heartburn. Tak hanya itu saja, hal ini juga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh kamu yang bisa membuat kamu terkena obesitas dan diabetes.

Kurang minum air putih

Air menjadi faktor penting dalam kehidupan kita terlebih saat kamu berpuasa. Kamu diharuskan memiliki asupan cairan yang cukup. Jangan sampai kamu mengalami dehidrasi jika kamu kurang minum air putih. 

Selain merasa haus, kurang minum air putih juga dapat menyebabkan kamu menjadi cepat lelah dan perut kamu akan terasa mual saat menjalankan aktivitas. Tak hanya bagi tubuh, kekurangan air putih dapat menyebabkan kulit menjadi kering.

Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein

Kopi dan teh adalah minuman yang paling banyak mengandung kafein. Memang minuman ini sangat mengugah selera, tetapi hal ini bisa menjadi penyebab kamu mual saat sahur dan berbuka. 

Mengonsumsi kafein dapat menyebabkan asam lambung kamu akan cepat naik yang bisa menyebabkan kamu merasa mual. Selain itu, kamu juga akan merasa cepat haus, mudah lelah dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Stres

Selain penyebab yang sudah disebutkan di atas, stres yang tidak disadari juga bisa menyebabkan mual saat puasa. Sebab, stres dapat memengaruhi sistem pencernaan. Ketika sistem pencernaan mendapatkan tekanan berulang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di ulu hati.

Stres juga bisa menyebabkan perut kosong lebih lapar dibandingkan dengan biasanya. Hal ini menyebabkan timbulnya rasa haus dengan lebih cepat dan rasa nyeri pada lambung.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya pikirkanlah hal yang positif. Tak hanya itu, kamu juga bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan atau pun teknik relaksasi.

Baca Juga: Yuk Kenali, Pahami dan Cegah Penularan HIV/AIDS

Bagaimana cara mengatasi mual saat puasa?

Memang saat berpuasa tak sedikit orang yang mengalami masalah pada sistem pencernaan, salah satunya mual. Ada beberapa cara bagi kamu untuk mencegah terjadinya mual saat sahur dan puasa.

Pilihkan makanan sahur dan berbuka yang tepat

Memang ketika sahur dan berbuka puasa, biasanya kamu menginginkan banyak makanan yang sangat menggugah selera. Mulai dari makanan pedas dan asam.

Kamu bisa mencari alternatif dengan makanan yang tetap nikmat dengan bumbu rempah yang tidak terlalu pedas, dan memiliki serat yang tinggi seperti sayur dan buah.

Minum air hangat

Hal ini merupakan cara sederhana dalam mengatasi perut mual saat sahur dan berbuka. Minum air hangat dipercaya dapat membuat perut terasa lebih nyaman. Agar lebih nikmat, kamu bisa mencampurkan air hangat dengan jahe agar perut kamu menjadi lebih hangat.

Makan jangan terlalu terburu-buru

Biasanya banyak orang yang makan saat sahur dan berbuka dengan terburu-buru agar bisa melanjutkan kembali tidur mereka ketika selesai makan.

Dengan mengunyah secara perlahan, hal ini dapat membantu tubuh kamu dalam melakukan pencernaan. Dengan menerapkan hal ini, kamu bisa terhindar dari perut mual.

Hindari minuman berkarbonasi

Ketika berbuka puasa, sebaiknya hindarilah minuman berkarbonasi. Sebab, ini bisa menyebabkan perut terasa kembung dan memperparah rasa mual yang terjadi.

Jaga asupan cairan dalam tubuh

Jika rasa mual disertai dengan muntah pada saat sahur ataupun berbuka. Penting bagi kamu untuk tetap terhidrasi. Mengonsumsi minuman manis yang tidak berkarbonasi juga dapat mengembalikan gula dan garam yang hilang akibat muntah.

Makanan atau minuman yang dapat membantu meredakan mual

Pada saat sahur ataupun berbuka, ada beberapa makanan yang baik dikonsumsi untuk meredakan mual. Berikut ini adalah daftar makanan tersebut:

1. Apel

Dikutip dari laman Everyday Health, serat dapat membantu melancarkan pencernaan dan meredakan mual. Namun pada saat mual, serat juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Sebab, jika dikonsumsi secara berlebihan, ini justru bisa memicu peningkatan rasa mual.

Apel merupakan salah satu makanan yang mengandung serat. Apabila kamu kesulitan dalam mencerna makanan padat, kamu dapat mengonsumsi saus apel atau jus apel.

2. Biskuit

Makanan dengan bertepung, seperti roti ataupun roti panggang dapat membantu menyerap asam lambung dan meredakan perut yang mual. Di sisi lain, biskuit juga bisa membantu meredakan mual.

Sebaiknya, makanlah secara perlahan setiap kali kamu merasa mual, ini dilakukan agar tidak terlalu membebani perut yang sedang bermasalah.

3. Kaldu atau sup ayam

Kaldu ayam ataupun sup ayam merupakan makanan untuk membantu meredakan ketidaknyamanan akibat kondisi tertentu, misalnya saja sakit kepala, pilek, serta demam.

Tak hanya itu, kaldu atau sup ayam juga bisa membantu meredakan mual. Sebab, ketika mual, cairan biasanya lebih baik untuk ditoleransi. Keduanya juga bisa memberikan hidrasi dan elektrolit, yang sangat penting jika mual disertai dengan muntah atau demam.

Bahkan dalam satu cangkir (240 ml) kaldu ayam mengandung sekitar 16 persen dari asupan harian yang direkomendasikan (DV) untuk garam, 8 persen dari potasium atau kalium, serta 8 persen untuk niacin.

Memasukkan ayam ataupun sayuran dalam kaldu atau sup juga bisa memberikan tambahan kalori, protein, vitamin, serta mineral untuk mengembalikan energi dalam tubuh.

4. Pisang

Ketika merasa mual, mengonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup bisa menjadi hal yang sulit dilakukan.

Maka dari itu, penting bagi kamu untuk memilih makanan bergizi dan makanan yang dapat memberikan energi agar tubuh tetap kuat dan proses pemulihan berlangsung lebih cepat.

Nah, pisang merupakan buah bernutrisi padat energi yang mudah dikonsumsi, bahkan ketika kamu sedang mual. Sebagai tambahan, pisang juga dapat membantu mengembalikan potasium yang mungkin saja hilang jika kamu juga mengalami muntah atau diare.

Satu pisang berukuran sedang mengandung sekitar 105 kalori, 27 gram karbohidrat, 12 persen dari kebutuhan potasium harian, dan 22 persen dari kebutuhan harian untuk vitamin B6.

5. Kacang-kacangan

Kurangnya protein dalam tubuh dapat membuat rasa mual menjadi semakin parah. Maka dari itu, sebaiknya pilihlah makanan dengan kandungan protein, seperti kacang-kacangan, atau selai kacang. Dengan catatan, kamu tidak alergi terhadap kacang.

Kacang dapat membantu mengisi kembali energi dengan cepat dan juga mencegah rasa mual. Mual karena lapar atau gula darah rendah dapat merespons dengan baik protein dan lemak yang terkandung dalam kacang-kacangan.

Namun, jika mual disebabkan oleh infeksi virus. Sebaiknya, hindarilah konsumsi kacang-kacangan. Sebab, kacang-kacangan dapat memperburuk rasa mual.

6. Air putih

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa, tetap terhidrasi dengan baik penting untuk dilakukan, terlebih lagi jika mual juga disertai dengan muntah atau demam. Nah, air putih dapat membantumu tetap terhidrasi dengan baik.

Tak hanya itu, air putih juga bisa membantu mencegah sakit kepala yang seringkali terjadi akibat mual. Sebaiknya, minumlah air putih secara perlahan dan hindarilah konsumsi air putih terlalu banyak sekaligus dalam satu waktu, sebab ini bisa memperburuk gejala mual.

Makanan atau minuman di atas dapat membantu meredakan mual. Namun, kamu juga perlu mengetahui makanan atau minuman apa saja yang sebaiknya dihindari ketika kamu mengalami mual.

Makanan berlemak, berminyak, atau digoreng, makanan terlalu manis, makanan pedas, serta minuman berkafein adalah beberapa makanan dan minuman yang harus kamu hindari konsumsinya jika kamu mengalami mual.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai penyebab mual saat puasa dan cara mengatasinya. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Diabetes.co.uk (2017) diakses 23 April 2020. Dawn phenomenon nausea when fasting. 23 April 2020 pukul 18.00.
  2. livescience.com (2019) diakses 23 April 2020. Why Does Hunger Sometimes Cause Nausea. 23 April 2020 pukul 18.10.
  3. Everyday Health (2017) diakses 28 April 2021. 9 Foods That Help Relieve Nausea
  4. Healthline (2020) diakses 28 April 2021. Does Hunger Cause Nausea?
  5. Healthline (2018) diakses 28 April 2021. The 14 Best Foods to Eat When You’re Nauseous
  6. Medical News Today (2018) diakses 28 April 2021. What are the best ways to get rid of nausea? 
    register-docotr