Puasa

Ini Dampak Buruk bagi Tubuh Jika Kamu Sering Konsumsi Makanan Kemasan!

April 27, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ketika berpuasa, kebanyakan orang akan memiliki mengonsumsi makanan ultra proses atau Ultra-Processed Food (UPF). UPF atau makanan kemasan dipilih karena lebih praktis dan dapat ditemukan dengan mudah di supermarket terdekat.

Namun, ternyata terlalu sering mengonsumsi makanan kemasan bisa berpengaruh pada kesehatan tubuh. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Ultra-Processed Food yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Sembelit saat Puasa: Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa itu makanan ultra proses?

Dilansir dari Healthline, ide makanan ultra proses pertama kali diperkenalkan oleh tim peneliti nutrisi Brazil dalam studi tahun 2016 yang mengaitkan makanan dengan obesitas dan penyakut kronis. Penelitian ini memecah makanan olahan menjadi sistem klasifikasi yang disebut dengan NOVA.

Menurut laporan NOVA 2016 dari Profesor Nutrisi dan Kesehatan, Carlos Monteiro mengatakan jika makanan ultra proses seringkali menyertakan daftar bahan secara panjang dan aditif.

Beberapa daftar bahan yang dimaksud, yaitu perasa buatan, tambahan gula, penstabil, pengawet, dan lainnya. 

Dalam laporan NOVA, Monteiro memasukkan daftar ekstensif contoh makanan olahan ultra proses. Daftar makanan tersebut, di antaranya roti kemasan, keripik, permen, mie instan, sereal, bar energi, Yoghurt rasa, chicken nugget.

Kandungan dalam makanan ultra proses

Seperti sistem klasifikasi NOVA, banyak otoritas setuju bahwa daftar panjang bahan merupakan indikator utama dari makanan yang diproses secara ultra.

Sebuah studi tahun 2016 meneliti seberapa umum formulasi kandungan dalam makanan Amerika, seperti garam, gula, minyak, dan lemak.

Penulis penelitian melanjutkan dengan memasukkan apapun yang menggunakan aditif untuk meniru kualitas makanan asli. Tambahan gula, garam, minyak, dan lemak diketahui dapat membantu rasa serta pengawetan.

Namun, meskipun dapat menambah rasa dan tekstur, semua tambahan ini kemungkinan menjadi penyebab masalah kesehatan yang cukup membahayakan. Kelebihan gula, garam, dan minyak dalam makanan bisa berperan dalam perkembangan berbagai kondisi kesehatan yang buruk.

Dampak mengonsumsi makanan ultra proses bagi tubuh

Meski memiliki kemasan menarik, makanan ultra proses cenderung mengandung kalori tinggi karena sebagian terdiri dari tinggi gula tambahan, lemak jenuh, dan natrium.

Pedoman Diet USDA merekomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 10 persen kalori dan membatasi asupan natrium kurang dari 2.300 mg per hari.

Sebaliknya, sebagian besar kalori harus berasal dari makanan kaya nutrisi seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Jika kamu mengonsumsi makanan ultra proses secara berlebihan, maka bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh, seperti:

Dampak jangka pendek

Makanan ultra proses umumnya cenderung rendah serat dan nutrisi penting lainnya. Jika dijadikan untuk menggantikan makanan utuh dalam diet, maka kamu berisiko kehilangan nutrisi dan bisa meningkatkan konsekuensi kesehatan yang menyertai.

Selain itu, makanan ultra olahan juga menyebabkan makan berlebihan dan risiko penambahan berat badan. Apabila dibiarkan maka bisa berisiko menyebabkan dampak jangka panjang lain yang lebih berbahaya.

Dampak jangka panjang

Dampak jangka panjang jika mengonsumsi makanan ultra proses adalah meningkatkan sejumlah masalah kesehatan. Orang yang sering mengonsumsi makanan ultra proses cenderung mengalami obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit pembuluh darah termasuk stroke.

Makanan kemasan juga telah dikaitkan dengan risiko kanker. Untuk setiap peningkatan 10 persen dalam asupan makanan ultra proses terdapat peningkatan 12 persen dalam risiko kanker secara keseluruhan.

Bagaimana cara membatasi asupan makanan ultra proses?

Meskipun Monteiro merekomendasikan untuk menghindari makanan ultra proses, namun hal tersebut sangat sulit dilakukan. Untuk membatasi asupan makanan ultra proses, kamu bisa mengikuti beberapa tips seperti berikut ini:

Membuat daftar belanja

Selama berbelanja, selalu fokus untuk mengisi keranjang dengan produk segar serta kacang-kacangan dan biji-bijian. Cara ini dapat membatasi kamu dalam mengonsumsi makanan ultra proses.

Biasakan memeriksa kandungan dalam produk

Memeriksakan daftar bahan dan fakta nutrisi dalam produk makanan sangat diperlukan. Gunakan juga ponsel untuk mencari bahan-bahan asing saat berbelanja karena bisa saja termasuk bahan dari makanan ultra proses.

Masak makanan sendiri di rumah

Cara termudah untuk membatasi asupan makanan ultra proses adalah memasak sendiri di rumah. Memasak di rumah tidak hanya menyehatkan, namun juga bisa memberi kendali terbesar atas setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: Bisakah Puasa Tanpa Sahur? Yuk, Intip Panduannya di Sini!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Cookinglight.com (2019), diakses 26 April 2021. What Is Ultra-Processed Food?
  2. Healthline (2018), diakses 26 April 2021. What’s the Difference Between Processed and Ultra-Processed Food?
  3. Webmd (2020), diakses 26 April 2021. Hidden Dangers of Ultraprocessed Foods
    register-docotr