Puasa

Sembelit saat Puasa: Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

April 26, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Sembelit saat puasa menjadi salah satu masalah pencernaan yang paling umum terjadi. Masalah sembelit terjadi ketika seseorang merasa kesulitan untuk mengosongkan usus besar sehingga menyebabkan rasa sakit.

Perlu diketahui, seseorang yang buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu dapat dikatakan sembelit. Nah, untuk mengetahui penyebab sembelit saat puasa dan cara mengatasinya, yuk, simak penjelasan lebih lanjut berikut.

Baca juga: Bisakah Puasa Tanpa Sahur? Yuk, Intip Panduannya di Sini!

Apa saja penyebab sembelit saat puasa?

Dilansir dari Livestrong, puasa dapat mengakibatkan perut menjadi tidak seimbang. Hal ini dikarenakan pergerakan makanan melalui sistem pencernaan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya. 

Semakin lambat makanan bergerak melalui saluran pencernaan, maka semakin banyak air yang akan diserap usus besar dan kotoran akan mengeras. Selama puasa, sembelit dapat terjadi akibat berbagai faktor, seperti:

Kekurangan serat dalam makanan

Sembelit saat puasa seringkali terjadi akibat kekurangan serat dalam makanan. Perlu dipahami, serat akan mendorong buang air besar secara teratur terutama jika digabungkan dengan hidrasi yang tepat.

Saat berbuka puasa atau sahur, kebanyakan orang justru mengonsumsi makanan rendah serat.

Karena itu, kamu perlu menghindari beberapa makanan rendah serat seperti makanan berlemak tinggi seperti keju, daging, dan telur, makanan yang diproses seperti roti, dan makanan cepat saji.

Tidak minum cukup air

Minum air yang cukup secara teratur dapat membantu mengurangi risiko sembelit. Karena itu, penting untuk mendapatkan asupan air putih yang cukup selama berbuka puasa dan sahur agar sembelit saat puasa tidak dialami.

Selain air putih, cairan lain yang sesuai termasuk jus buah atau sayuran yang dimaniskan secara alami. Jika kamu rentan mengalami sembelit saat puasa, pastikan untuk membatasi asupan soda berkafein, kopi, dan alkohol.

Ketidakaktifan fisik

Selama puasa, tingkat aktivitas fisik biasanya menurun sehingga dapat menyebabkan sembelit. Sebuah studi mencatat bahwa meningkatkan mobilitas dapat membantu memperbaiki sembelit pada orang dewasa yang lebih tua.

Orang yang menghabiskan beberapa hari atau minggu di tempat tidur atau duduk di kursi mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami sembelit. Untuk itu, agar terhindar dari sembelit maka latihan ringan selama puasa tetap harus dilakukan secara rutin.

Bagaimana cara mengatasi sembelit saat puasa?

Sembelit saat puasa dapat diatasi jika melakukan perubahan pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat. Beberapa cara mengatasi susah buang air besar saat puasa yang perlu diketahui, antara lain sebagai berikut:

Minum air yang cukup

Dehidrasi ringan bisa mengakibatkan kelelahan, mulut kering, dan sakit kepala sehingga sangat penting untuk minum cukup cairan dengan tepat. Sebagian besar otoritas kesehatan merekomendasikan delapan gelas atau total 2 liter cairan setiap hari agar tetap terhidrasi.

Sebuah studi menemukan bahwa biasanya sekitar 20 sampai 30 persen cairan didapatkan tubuh dari makanan sehingga sangat mudah mengalami dehidrasi saat berpuasa. Karena itu, selama berpuasa banyak orang yang mengonsumsi 8,5 hingga 13 gelas atau 2 sampai 3 liter air.

Tambahkan cukup serat dalam menu makanan

Menambahkan sayuran, kacang-kacangan, atau jagung ke dalam nasi dan sup bisa membantu mencegah susah buang air besar saat puasa. Sertakan pula sup kaya serat, seperti biji-bijian atau lentil saat buka puasa dan sahur untuk memberi tubuh cairan dan serat yang cukup.

Konsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayuran setiap hari agar terhindar dari sembelit. Pilih juga roti gandum utuh dan sereal yang mengandung serat sebagai camilan saat berbuka puasa atau sahur.

Jaga latihan ringan

Beberapa orang menemukan bahwa olahraga secara teratur dapat dilakukan saat berpuasa. Selain itu, latihan apapun dalam intensitas rendah juga dapat mencegah masalah pencernaan termasuk sembelit.

Latihan intensitas rendah dapat dilakukan seperti jalan kaki, yoga ringan, peregangan, dan melakukan pekerjaan rumah. Hal paling penting yang harus diingat adalah dengarkan tubuh dan istirahatlah dengan cukup jika kesulitan berolahraga saat berpuasa.

Baca juga: Panduan Menu Buka Puasa Sehat, Ini Makanan yang Boleh dan Perlu Dihindari

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Livestrong.com (2020), diakses 22 April 2021. How Intermittent Fasting Can Change Your Bathroom Habits
  2. Medical News Today (2019), diakses 22 April 2021. What to know about constipation
  3. King’s College Hospital London, diakses 22 April 2021. HEALTH COMPLICATIONS ASSOCIATED WITH WRONG PRACTICES DURING FASTING
  4. Healthline (2019), diakses 22 April 2021. How to Fast Safely: 10 Helpful Tips
    register-docotr