Kamus Penyakit

Jantung Koroner

April 9, 2021 | Dani Kosasih | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Ada banyak macam penyakit kardiovaskular, tetapi salah satu yang paling umum dan paling terkenal adalah penyakit jantung koroner. Bagaimana penyakit ini menyerang tubuh seseorang? Lalu apakah jantung koroner bisa sembuh? Serta apa obat herbal pada jantung koroner yang efektif?

Simak informasi lengkap tentang penyakit jantung yang perlu kamu ketahui di bawah ini.

Apa itu penyakit jantung koroner?

Penyakit jantung coroner (PJK) adalah gangguan pada fungsi jantung karena penyempitan pada pembuluh darah koroner atau arteri koroner. Penyakit ini juga biasa disebut sebagai penyakit arteri koroner.

Ada tiga jenis penyakit jantung koroner yaitu penyakit jantung koroner stabil tanpa gejala, angina pektoris stabil, dan sindrom koroner akut.

Penyakit jantung koroner atau coronary artery disease stabil tanpa gejala biasanya diketahui melalui skrining. Sedangkan angina pektoris stabil memiliki gejala nyeri dada saat melakukan aktivitas yang berlebihan.

Apa penyebab penyakit jantung koroner?

Plak yang menyumbat di dinding arteri menjadi penyebab jantung koroner. (Ilustrasi:Shutterstock)

Penyakit jantung coroner atau coronary artery disease biasanya disebabkan oleh penumpukan timbunan lemak di dinding arteri koroner.

Endapan lemak di dinding arteri koroner yang disebut atheroma ini membuat arteri lebih sempit dan membatasi aliran darah ke jantung. Proses terhambatnya aliran darah ini disebut aterosklerosis.

Penyebab penyakit jantung koroner sudah dimulai sejak usia dini saat penyumbatan darah arteri terjadi. Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh pola hidup yang kurang baik.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena jantung koroner?

Risiko terserang penyakit kardiovaskular yang satu ini lebih tinggi pada kelompok orang berikut:

  • Orang lanjut usia
  • Jenis kelamin pria lebih sering terkena penyakit ini
  • Riwayat keluarga
  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar kolesterol darah tinggi
  • Merokok 
  • Memiliki diabetes mellitus, resistensi insulin atau hiperglikemia 
  • Kegemukan
  • Malas bergerak
  • Kebiasaan makan yang tidak sehat
  • Punya gangguan tidur, sleep apnea obstruktif
  • Stres
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Riwayat preeklampsia selama kehamilan

Faktor risiko di atas sering muncul bersamaan dan satu dapat memicu yang lain. Misalnya, kondisi obesitas dapat menyebabkan diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi.

Apa gejala dan ciri-ciri penyakit jantung koroner?

Pada awalnya, coronary artery disease mungkin tidak memerlihatkan gejala apapun. Namun, ketika penumpukan lemak terus terjadi, beragam gejala pun akan mulai terlihat. Beberapa gejala yang biasa muncul adalah:

1. Rasa nyeri pada dada atau angina

Kondisi angina terjadi saat kamu merasakan tekanan atau sesak di dada yang menyebabkan rasa nyeri. Rasa nyeri ini biasanya terjadi di bagian tengah atau kiri dada yang dapat menyebar ke lengan, leher, rahang, punggung atau perut.

2. Sesak napas

Kondisi sesak napas terjadi saat jantung tidak dapat memompa darah secara cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Biasanya kamu akan mengalami sesak napas saat mengalami kelelahan ekstrem akibat aktivitas yang dilakukan.

3. Serangan jantung

Gejala yang paling fatal akan terjadi saat arteri koroner sudah tersumbat hingga menyebabkan serangan jantung.

Tanda dan gejala klasik serangan jantung adalah terjadinya tekanan pada dada hingga menyebabkan rasa sakit di bahu atau lengan. Terkadang, rasa sakit tersebut disertai dengan sesak napas dan berkeringat.

Serangan jantung bisa terjadi kapan saja, termasuk saat sedang beristirahat. Jika nyeri jantung bertahan lebih dari 15 menit, kemungkinan itu merupakan awal dari serangan jantung.

Gejala jantung koroner pada wanita

Gejala jantung koroner pada wanita cenderung khas. Dibandingkan pria, wanita memiliki rasa sakit yang mungkin lebih singkat atau tajam dan terasa di leher, lengan atau punggung. Serangan jantung juga bisa terjadi tanpa tanda atau gejala yang jelas.

Namun, gejala jantung koroner pada wanita juga terkadang berupa sesak napas, kelelahan dan mual.

Apa saja komplikasi yang bisa terjadi akibat jantung koroner?

Bila dibiarkan dan memburuk, penyakit arteri koroner dapat menimbulkan komplikasi berupa:

  • Nyeri dada (angina). Nyeri angina akan membuatmu merasa sesak napas. Hal ini disebabkan oleh yang jantung tidak menerima cukup darah ketika arteri koroner menyempit
  • Serangan jantung. Jika plak kolesterol pecah dan gumpalan darah terbentuk, penyumbatan total arteri jantung akan menimbulkan serangan jantung
  • Gagal jantung. Kondisi ini terjadi ketika jantung rusak akibat serangan jantung. Jantung bisa menjadi terlalu lemah untuk memompa darah secara normal ke seluruh tubuh.
  • Irama jantung yang tidak normal (aritmia). Pasokan darah yang tidak memadai ke jantung atau kerusakan jaringan jantung dapat mengganggu impuls listrik jantung kemudian menyebabkan ritme jantung tidak normal.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati coronary artery disease?

Pengobatan penyakit jantung coroner atau coronary artery disease dapat dilakukan dengan beberapa cara, berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Perawatan jantung koroner di dokter

Ada beberapa perawatan jantung koroner yang biasanya dilakukan secara medis hanya oleh dokter, yaitu:

Elektrokardiogram

Tes elektrokardiogram memonitor sinyal listrik yang mengalir pada jantung. Cara kerjanya dengan meletakkan elektroda yang merekam sinyal listrik setiap detak jantung pada lengan, kaki, dan dada.

Sinar-X

Pemeriksaan sinar- x biasa dilakukan untuk memeriksa jantung, paru-paru dan dinding dada. Pemeriksaan ini dapat membantu menyingkirkan segala kondisi lain yang mungkin menjadi penyebab gejala yang kamu alami.

Ekokardiogram

Tes ekokardiogram serupa dengan pemindaian ultrasound yang digunakan pada kehamilan. Tes ini dapat mengidentifikasi struktur, ketebalan dan pergerakan masing-masing katup jantung. Selain itu, tes ini juga mampu membuat gambar jantung secara terperinci.

Tes darah

Selain tes kolesterol, kamu mungkin juga akan disarankan untuk melakukan tes darah yang digunakan untuk memantau aktivitas jantung. Tes ini termasuk tes enzim jantung yang dapat menunjukkan apakah ada kerusakan pada otot jantung dan fungsi tiroid.

Angiografi koroner

Angiografi koroner atau dikenal juga sebagai tes kateter biasanya dilakukan bersamaan dengan anestesi lokal. Angiogram juga dapat mengidentifikasi apakah arteri koroner menyempit dan seberapa parah penyumbatannya.

Tes radionuklida

Tes ini digunakan untuk mendiagnosis penyakit jantung koroner atau coronary artery disease. Selain itu, tes ini dapat menunjukkan seberapa kuat jantung memompa dan menunjukkan aliran darah ke dinding otot jantung.

Magnetic resonance imaging (MRI)

Pemindaian dengan MRI dapat digunakan untuk menghasilkan gambar-gambar terperinci dari jantung kamu. Selama pemindaian, kamu akan diminta untuk berbaring di dalam pemindai seperti terowongan yang memiliki magnet di luar.

Angioplasti dan pemasangan stent

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan tabung tipis dan panjang (kateter) ke bagian arteri yang menyempit. Lalu, sebuah kawat dengan balon kempes dilewatkan melalui kateter ke area yang menyempit. Balon kemudian digelembungkan, menekan endapan di dinding arteri.

Operasi bypass arteri koroner

Prosedur ini dilakukan dengan cara mencangkok untuk memotong arteri koroner yang tersumbat menggunakan pembuluh dari bagian lain tubuh. Dengan begitu, darah kemungkinan akan mengalir di sekitar arteri koroner yang tersumbat atau menyempit.

Ada banyak perawatan dokter yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini. Hingga tindakan operasi sekalipun. Namun, apakah jantung koroner bisa sembuh dengan operasi? Tidak. Perawatan-perawatan ini hanya akan mengurangi gejala dan risiko jantung yang parah.

Cara mengatasi jantung koroner secara alami di rumah

Perawatan di rumah untuk penyakit arteri koroner melibatkan perubahan gaya hidup yang besar. Pemilik penyakit ini harus berkomitmen untuk perubahan gaya hidup sehat, seperti:

  • Berhenti merokok
  • Makan makanan sehat
  • Berolahragalah secara teratur
  • Menurunkan berat badan berlebih
  • Mengurangi stres

Apa saja obat jantung koroner yang biasa digunakan?

Sebagian penyakit dapat sembuh dengan perawatan obat. Lalu apakah penyakit jantung coroner bisa sembuh? Sayangnya tidak. Namun, ada beberapa obat-obatan yang dapat membantu meringankan penyakit ini.

Obat jantung koroner di apotek

Berbagai obat dapat digunakan untuk mengobati coronary artery disease, di antaranya:

  • Obat kolesterol: cholestyramine (Questran), colesevelam hydrochloride (Welchol), colestipol hydrochloride (Colestid)
  • Aspirin
  • Obat beta blockers: atenolol (Tenormin), carvedilol (Coreg), metoprolol (Toprol), nadolol (Corgard), propranolol (Inderide), timolol (Blocadren)
  • Obat calcium channel blockers: amlodipine (Norvasc), diltiazem (Cardizem), felodipine (Plendil), isradipine (DynaCirc), nicardipine (Cardene), nifedipine (Adalat, Procardia)
  • ACE inhibitors: benazepril (Lotensin), kaptopril (Capoten) enalarpril (Vasotec), fosinopril, lisinopril (Prinivil, Zestril)
  • Angiotensin II receptor blockers (ARBs):  irbesartan (Avapro), losartan (Cozaar), telmisartan (Micardis), valsartan (Diovan)

Obat jantung koroner alami

Penggunaan obat herbal pada jantung koroner tidak disarankan. Dilansir dari Healthline, penggunaan obat herbal pada jantung mungkin menyebabkan interaksi serius dengan obat-obatan, terutama yang dikonsumsi orang-orang untuk masalah jantung.

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita jantung koroner?

Dilansir American Family Physician, berikut adalah makanan yang direkomendasikan untuk penderita PJK:

  • Buah dan sayuran segar. Pilih buah potong segar dan hindari buah kalengan yang ditambah sirup. 
  • Biji-bijian utuh, seperti roti gandum, sereal berserat tinggi, nasi merah, pasta gandum, oatmeal
  • Lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan dan biji-bijian
  • Protein tanpa lemak, seperti kacang polong, lentil, telur, kacang kedelai, daging giling tanpa lemak, unggas tanpa kulit
  • Bawang putih
  • Yoghurt rendah lemak

Sementara itu, makanan yang harus dihindari adalah:

  • Mentega
  • Saus, seperti saus tomat dan mayonaise
  • Krim non-susu
  • Gorengan
  • Daging olahan
  • Kue kering
  • Potongan daging tertentu
  • Makanan cepat saji
  • Keripik kentang, es krim
  • Garam dapur
  • Makanan kemasan

Bagaimana cara mencegah  jantung koroner?

Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung coroner.

Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang

Lakukanlah diet rendah lemak dan tinggi serat termasuk mengonsumsi banyak buah dan sayuran segar, paling tidak lima porsi dalam satu hari.

Batasi jumlah garam yang kamu konsumsi agar tidak lebih dari 6 gram atau sekitar satu sendok teh sehari. Terlalu banyak garam justru akan meningkatkan tekanan darah kamu.

Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh karena akan meningkatkan kadar kolesterol.

Olahraga secara teratur

Olahraga akan membuat jantung dan sistem peredaran darah lebih efisien hingga mampu menurunkan kadar kolesterol kamu.

Manfaat lain juga mampu menjaga tekanan darah tetap pada tingkat yang sehat. Selain itu, olahraga teratur juga mampu menjaga berat badan agar terhindar dari obesitas.

Tidak merokok

Berhentilah merokok jika kamu seorang perokok. Ini karena merokok merupakan faktor risiko paling utama terjadinya aterosklerosis.

Kurangi konsumsi alkohol

Jika kamu seorang peminum alkohol, ikutilah batas konsumsi alkohol mingguan yang direkomendasikan oleh dokter.

Jaga kestabilan tekanan darah

Jaga selalu tekanan darah dengan mengonsumsi makanan sehat yang rendah lemak jenuh dan berolahraga secara teratur.

Jika dibutuhkan, konsumsi obat sesuai rekomendasi dokter untuk menurunkan tekanan darah.

Tekanan darah kamu harus di bawah 140/85mmHg. Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, lakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur.

Kendalikan gula darah

Jika kamu memiliki diabetes, kamu memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung koroner.

Oleh karena itu, menjaga tekanan darah agar selalu terkendali serta menjaga berat badan akan membantu mengendalikan kadar gula darah.

Perawatan dan pengobatan coronary artery disease

Perawatan untuk penyakit jantung koroner biasanya melibatkan perubahan gaya hidup dan konsumsi obat-obatan.

Jika memang diperlukan, bagi penderita penyakit jantung koroner akan dilakukan prosedur medis tertentu. Beberapa hal yang biasanya harus kamu lakukan adalah:

Perubahan gaya hidup

Jika kamu telah didiagnosis menderita penyakit jantung koroner atau coronary artery disease, kamu harus mulai melakukan perubahan gaya hidup.

Berhenti merokok akan dengan cepat mengurangi risiko serangan jantung di masa depan.

Perubahan gaya hidup lainnya yang harus diperhatikan adalah melakukan pola makan lebih sehat, aktif secara fisik dan olahraga teratur.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. kemkes.go.id (2019). Diakses 2 Juni 2020. http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/hari-jantung-sedunia-hjs-tahun-2019-jantung-sehat-sdm-unggul
2. kemkes.go.id (2018) Diakses 2 Juni 2020. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic/siklus-penyakit-jantung-koroner
3. mayoclinic.org. Diakses 2 Juni 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronary-artery-disease/symptoms-causes/syc-20350613
4. hse.ie (2011). Diakses 2 Juni 2020. https://www.hse.ie/eng/health/az/c/coronary-heart-disease/
5. healthline.com (2020). Diakses 2 Juni 2020. https://www.healthline.com/health/coronary-artery-disease#outlook

    Berita Terkait
    register-docotr