Hipertiroid: Definisi, Gejala dan Cara Pengobatannya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Hipertiroid terjadi ketika kelenjar tiroid dalam tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon tiroksin.

Kondisi ini dapat mempercepat metabolisme tubuh sehingga menyebabkan penurunan berat badan drastis dan detak jantung yang cepat atau tidak teratur.

Definisi hipertiroid

Tiroid adalah kelenjar yang berbentuk seperti kupu-kupu, letaknya berada tepat di bagian depan leher. Tiroid menghasilkan hormon T3 dan T4.

Hormon tersebut berfungsi untuk membantu tubuh menggunakan energi, menyeimbangkan suhu tubuh, membantu otak, jantung, serta organ-organ lainnya berfungsi dengan baik. 

Ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroksin, kondisi ini disebut sebagai hipertiroid.

Gejala hipertiroid

Gejala hipertiroid tidak jarang membingungkan karena gejalanya mirip dengan gangguan kesehatan lainnya. Bahkan orang yang berusia di atas 70 tahun memiliki kemungkinan untuk tidak menunjukkan tanda-tanda hipertiroid.

Namun orang dengan gangguan tiroid ini biasanya mengalami gejala seperti: 

  • Perasaan gugup dan cemas dan mudah tersinggung
  • Peningkatan sensitivitas terhadap panas
  • Perubahan suasana hati
  • Kelelahan
  • Lemas
  • Berkeringat
  • Tiroid yang bengkak (gondok)
  • Kehilangan berat badan secara tiba-tiba
  • Frekuensi buang air yang lebih sering
  • Nafsu makan meningkat
  • Gemetar di tangan dan jari
  • Kulit yang menipis
  • Sulit tidur
  • Rambut rontok
  • Perubahan dalam siklus menstruasi

Penyebab hipertiroid

Gangguan ini dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Penyakit Graves

Gangguan sistem kekebalan ini adalah penyebab paling umum terjadinya hipertiroid. 

Gangguan ini terjadi saat antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh merangsang tiroid untuk menghasilkan T4 yang terlalu banyak. Penyakit Graves ini  paling banyak menimpa perempuan dengan usia di bawah 40 tahun. 

  1. Nodul tiroid 

Bentuk hipertiroid ini terjadi ketika satu atau lebih adenoma tiroid menghasilkan T4 yang terlalu banyak. Adenoma adalah bagian dari kelenjar yang telah memiliki dinding sendiri dari sisa kelenjar dan membentuk benjolan jinak (non-kanker) yang dapat menyebabkan pembesaran tiroid.

  1. Tiroiditis

Kelenjar tiroid dapat mengalami peradangan. Hal ini dapat terjadi setelah kehamilan, karena kondisi autoimun atau karena alasan yang tidak diketahui.

Peradangan dapat menyebabkan kelebihan hormon tiroid yang disimpan di kelenjar ‘bocor’ ke aliran darah. Beberapa jenis tiroiditis dapat menyebabkan rasa sakit, sementara yang lainnya tidak. 

Baca juga: Sering Keringat Dingin? Waspada Penyakit Tiroid

Faktor lain yang menjadi pemicu:

  • Catatan keluarga yang mengidap penyakit Graves
  • Riwayat pribadi penyakit kronis tertentu, seperti diabetes tipe 1, anemia pernisiosa dan penyakit addison
  • Lebih sering terjadi pada perempuan

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit ini?

Gejala hipertiroid bisa saja tidak terdeteksi pada orang lanjut usia. Untuk itu, biasanya dokter akan melakukan hal berikut:

  • Riwayat medis dan pemeriksaan fisik

Selama pemeriksaan, dokter akan melihat bagaimana kelenjar tiroid pada tubuhmu bekerja saat menelan. Dokter juga akan memeriksa kecepatan nadi, perubahan mata serta getaran pada jari-jari tangan

  • Tes darah

Tes darah yang mengukur kadar tiroksin dan hormon perangsang tiroid (TSH) dapat mengonfirmasi diagnosis. Kadar tiroksin yang tinggi dan jumlah TSH yang rendah atau bahkan tidak ada, juga mengindikasikan tiroid yang terlalu aktif.

Penting diingat, sebelum melakukan tes darah untuk pemeriksaan ini kamu harus menghindari konsumsi biotin (suplemen vitamin B) setidaknya 12 jam sebelumnya. Tes darah tiroid dapat memberikan hasil yang mungkin keliru jika kamu mengonsumsi biotin sesaat sebelum tes darah. 

Bagaimana cara mengobati hipertiroid?

Untuk mengobati hipertiroid, ada beberapa pilihan perawatan medis yang bisa kamu jalani.

Semuanya akan dipertimbangkan sesuai dengan usia, kondisi fisik, pilihan pribadi dan tingkat keparahan gangguan tiroid. Perawatan yang umum dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Terapi iodium radioaktif

Perawatan ini dapat menyebabkan aktivitas tiroid cukup lambat sehingga berisiko mengalami hipotiroid. Setelah menjalani perawatan ini kamu perlu minum obat setiap hari untuk menggantikan tiroksin. 

  1. Obat antitiroid

Obat-obatan antitiroid seperti methimazole (tapazole) dan propylthiouracil, secara bertahap akan mengurangi gejala hipertiroid. Mereka bekerja dengan cara mencegah kelenjar tiroid memproduksi hormon dalam jumlah berlebih.

Gejala biasanya mulai membaik dalam beberapa minggu atau bulan.  Pengobatan dengan obat anti-tiroid biasanya berlanjut setidaknya satu tahun dan seringkali lebih lama. Namun bagi sebagian orang, obat tiroid dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius hingga kematian.

Di samping itu, sejumlah kecil orang yang alergi terhadap obat ini dapat mengalami ruam kulit, gatal-gatal, demam atau nyeri sendi. lebih rentan terhadap infeksi. 

  1. Beta blockers

Obat-obatan ini biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan tidak memengaruhi kadar tiroid. Meski begitu, beta blockers dapat meredakan gejala hipertiroid. Mulai dari tremor, detak jantung yang cepat, hingga jantung berdebar. 

Namun obat-obatan ini umumnya tidak dianjurkan untuk orang yang menderita asma, dan efek sampingnya termasuk kelelahan dan disfungsi seksual.

Dokter mungkin meresepkan obat-obatan ini hingga gejala hipertiroid dalam tubuhmu mereda.

  1. Operasi (tiroidektomi)

Bila kamu sedang dalam masa kehamilan dan tidak dapat mengonsumsi obat antitiroid, operasi bisa jadi jalan yang kamu ambil. Hal ini juga berlaku pada ibu hamil yang tidak dapat menjalani terapi iodium radioaktif. 

Lewat tindakan operasi, dokter akan membuang sebagian besar kelenjar tiroid. Namun operasi ini berisiko pada kerusakan pita suara dan kelenjar paratiroid yakni kelenjar kecil yang terletak di belakang kelenjar tiroid.

Setelah operasi, kamu mungkin mengalami hipotiroidisme sehingga kamu perlu mengonsumsi suplemen hormon. Ingat ya, semua tindakan ini hanya bisa dilakukan berdasarkan pertimbangan dokter.

Mengatasi hipertiroid di rumah 

Bila kamu telah didiagnosis menderita hipertiroid, hal terpenting adalah menjalani perawatan medis yang diperlukan. Di samping itu kamu juga bisa berolahraga secara teratur. Olahraga juga dapat membantu mengurangi nafsu makan dan meningkatkan tingkat energi dalam tubuh.

Selain olahraga, lakukan juga relaksasi tubuh dan pikiran. Relaksasi dapat membantu kamu dalam mengelola pikiran positif selama proses penyembuhan. Hindari stres karena kondisi stres dapat memperparah keadaan jika kamu mengalami penyakit Graves. 

Apa bahaya membiarkan hipertiroid tanpa pengobatan?

Bila dibiarkan, gangguan ini akan menyebabkan masalah kesehatan lain seperti jantung, keropos tulang, risiko patah tulang dan sebagainya. Gangguan tiroid ini dapat menyebabkan sejumlah komplikasi seperti:

  • Masalah jantung

Hal ini ditandai dengan detak jantung yang cepat atau gangguan irama jantung (fibrilasi atrium).  Jika sudah parah, masalah jantung ini dapat meningkatkan risiko stroke ataupun gagal jantung

  • Tulang rapuh

Hipertiroidisme yang tidak diobati juga dapat menyebabkan lemah, tulang rapuh (osteoporosis). Saat hormon tiroid terlalu banyak, kemampuan tubuh memasukkan kalsium ke dalam tulang jadi terganggu. Inilah yang menyebabkan tulang lebih mudah rapuh

  • Gangguan mata

Gangguan pada mata ditandai dengan mata bengkak, merah atau bengkak, sensitivitas terhadap cahaya, dan penglihatan kabur atau ganda. Jika sudah parah, gangguan ini bisa berakhir dengan kebutaan atau kehilangan penglihatan

  • Krisis tirotoksik

Kondisi gangguan tiroid ini juga dapat memicu krisis tirotoksik. Hal ini biasanya ditandai dengan demam, denyut nadi yang cepat, hingga delirium (perasaan linglung). Bila hal ini terjadi segera hubungi dokter

  • Kulit memerah dan bengkak

Meski jarang terjadi, gangguan tiroid bisa menimbulkan kemerahan dan pembengkakan. Biasanya terjadi di sekitar tulang kering dan kaki

Adakah makanan yang disarankan untuk penderita hipertiroid?

Penderita gangguan ini biasanya diminta untuk mengonsumsi makanan tertentu untuk menjaga keseimbangan tiroid dalam tubuh. Berikut adalah makanan yang dapat dikonsumsi oleh penderita hipertiroid:

1. Makanan rendah yodium

Mineral yodium berperan penting dalam pembuatan hormon tiroid. Diet rendah yodium tentu akan membantu mengurangi hormon tiroid. Untuk itu kamu disarankan mengonsumsi makanan di bawah ini:

  • garam non-yodium
  • kopi atau teh (tanpa susu atau krim berbasis susu atau kedelai)
  • putih telur
  • buah segar atau buah dalam kaleng
  • selai kacang
  • roti buatan sendiri
  • roti yang dibuat tanpa garam, susu, dan telur
  • popcorn dengan garam non-yodium
  • gandum
  • kentang
  • madu

2. Zat besi

Zat besi memiliki peran penting untuk kesehatan tubuh dan fungsi organ dalam tubuh. Termasuk untuk menjaga kesehatan tiroid. Mineral ini dibutuhkan sel-sel darah untuk membawa oksigen ke setiap sel dalam tubuh. 

Kadar zat besi yang rendah dapat menyebabkan hipertiroid.  Untuk mendapatkan zat besi, kamu bisa mengonsumsi makanan berikut:

  • kacang kering
  • sayuran berdaun hijau
  • kacang-kacangan
  • ayam dan kalkun
  • daging merah
  • biji-bijian 
  • gandum 

3. Mineral selenium

Makanan yang kaya akan selenium dapat membantu menyeimbangkan kadar hormon tiroid dan melindungi tiroid dari gangguan. Selenium membantu mencegah kerusakan sel dan menjaga kesehatan tiroid dan jaringan lainnya. Sumber makanan selenium yang baik meliputi:

  • biji chia
  • jamur
  • teh
  • daging (daging sapi dan domba)
  • nasi
  • kacang brazil
  • biji bunga matahari

4. Zinc 

Keberadaan zinc dalam tubuh dapat membantu kamu menggunakan makanan untuk mengubahnya sebagai energi. Mineral ini juga menjaga sistem kekebalan tubuh dan kesehatan tiroid. Sumber makanan zinc meliputi:

  • daging sapi
  • buncis
  • kacang mete
  • jamur
  • biji labu

5. Produk sayur

Untuk kamu penderita hipertiroid, konsumsilah sayuran yang ada di bawah ini:

  • rebung
  • pakcoy    
  • brokoli
  • kubis Brussel
  • singkong
  • bunga kol
  • kol hijau
  • kubis
  • rutabaga (persilangan antara kubis dan lobak)

6. Kalsium dan vitamin D

Seperti yang sudah disebutkan, gangguan tiroid ini dapat menimbulkan tulang menjadi lemah dan rapuh. Untuk mengembalikan kondisi tulang, konsumsilah makanan yang mengandung kalsium seperti:

  • bayam
  • kubis
  • susu almond
  • sereal yang diperkaya kalsium
  • jus jeruk yang diperkaya kalsium

Sedangkan untuk makanan sumber vitamin D, kamu bisa konsumsi:

  •  jus jeruk yang diperkaya vitamin D
  •  sereal yang diperkaya vitamin D
  •  hati sapi
  •  jamur
  •  ikan berminyak seperti sarden, salmon dan makarel

7. Lemak sehat 

Lemak yang berasal dari makanan murni yang tidak diproses dapat membantu mengurangi peradangan. Konsumsi ini membantu melindungi kesehatan tiroid dan menyeimbangkan hormon tiroid. Kamu bisa mendapatkannya melalui konsumsi:

  • minyak biji rami
  • minyak zaitun
  • minyak kelapa
  • minyak bunga matahari
  • alpukat

8. Rempah-rempah

Beberapa rempah-rempah dan tanaman herbal memiliki sifat antiinflamasi untuk membantu melindungi dan menyeimbangkan fungsi tiroid. Kamu bisa tambahkan rempah berikut ke dalam makananmu:

  • kunyit
  • cabai hijau
  • lada hitam

Konsultasikan kondisi kesehatan kamu di Good Doctor. Yuk, lakukan konsultasi online dengan dokter terpercaya melalui GrabHealth Apps!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin