Kamus Penyakit

Kemaluan Sering Gatal Bisa Jadi Tanda Keputihan, Yuk Ketahui Penyebabnya

May 15, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Penyebab keputihan bisa beragam, mulai dari infeksi bakteri hingga hormon pada tubuh. Keputihan akan ditandai dengan keluarnya cairan dari kelenjar di dalam vagina dan serviks.

Keluarnya cairan ini merupakan kondisi yang normal karena dapat menjaga vagina tetap bersih dan mencegah terjadinya infeksi. 

Karakteristik  cairan keputihan biasanya bervariasi, seperti bau, warna, dan tergantung pada siklus menstruasi. Beberapa wanita akan mengalami keputihan ketika berovulasi, menyusui, atau terangsang secara seksual.

Baca juga: Gastritis: Gejala, Penyebab hingga Perawatan

Jenis keputihan wanita berdasarkan penyebabnya

Salah satu penyebab keputihan adalah infeksi bakteri. (Foto: pixabay.com)

Keputihan normal akan menunjukkan jika tubuh berfungsi secara normal dan keadaan vagina sehat. Namun, ada berbagai jenis keputihan yang tidak normal karena disebabkan berbagai faktor.

Beberapa penyebab keputihan pada wanita, antara lain:

Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri merupakan infeksi bakteri yang cukup umum terjadi. Biasanya, gejala yang akan terlihat adalah keputihan dengan bau kuat dan busuk. Wanita yang sering melakukan seks oral atau memiliki lebih dari satu pasangan seksual berisiko tinggi tertular infeksi ini.

Penyebab keputihan akibat trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh protozoa atau organisme bersel tunggal.

Infeksi ini umumnya menyebar melalui kontak seksual, namun bisa juga lewat penggunaan peralatan mandi secara bergantian. Gejala yang akan dirasakan adalah sakit dan gatal di area kemaluan.

Infeksi Jamur

Infeksi satu ini akan menghasilkan cairan putih, seperti keju yang disertai dengan sensasi terbakar dan gatal. Kehadiran ragi di dalam vagina merupakan hal yang normal, namun jika pertumbuhannya di luar kendali maka bisa menyebabkan masalah, seperti keputihan abnormal.

Penyebab keputihan gonore dan klamidia

Gonore dan klamidia merupakan infeksi menular seksual yang dapat menghasilkan keputihan tidak normal. Keputihan akibat penyakit ini yang akan terlihat, seperti berwarna kuning hingga kehijauan. 

Penyakit radang panggul atau PID

Penyakit radang panggul atau PID adalah infeksi yang sering menyebar melalui kontak seksual. Infeksi satu ini umumnya terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan  ke organ reproduksi lainnya. Penyakit akan ditandai dengan keluarnya cairan keputihan dengan bau busuk. 

Human papillomavirus atau HPV

Infeksi human papillomavirus atau HPV disebarkan melalui kontak seksual dan bisa menyebabkan kanker serviks jika tidak segera diobati. Meski tidak menunjukkan gejala yang jelas, HPV biasanya ditandai dengan keluarnya cairan berwarna coklat dengan bau tidak sedap.

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Asam Urat serta Cara Pengobatannya

Bagaimana diagnosis dan perawatan penyebab keputihan?

Dokter akan mulai melakukan diagnosis dengan menanyakan riwayat kesehatan dan bertanya mengenai gejala yang dirasakan penderita.

Beberapa pertanyaan tersebut meliputi, kapan keputihan dimulai, apa terasa gatal, sakit atau, muncul sensasi terbakar, dan apakah memiliki lebih dari pasangan seksual.

Dokter juga akan mengambil sampel cairan atau melakukan tes untuk mengumpulkan sel-sel dari leher rahim untuk pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, lakukan konsultasi sejak gejala awal dirasakan agar kesembuhan penyakit cepat didapatkan.

Cara mengobati keputihan biasanya tergantung pada penyebab penyakit. Misalnya, infeksi jamur dapat diobati dengan menggunakan obat antijamur yang dimasukkan ke dalam vagina dalam bentuk krim atau gel.

Untuk vaginosis bakteri, diobati dengan pil atau krim antibiotik. Sementara trikomoniasis biasanya disembuhkan dengan menggunakan obat metronidazole atau tinidazole yang dikonsumsi sesuai anjuran dokter.

Beberapa tips untuk mencegah infeksi vagina yang menyebabkan keputihan tidak normal, diantaranya:

  • Jaga kebersihan vagina dengan mecuci secara teratur dengan sabun dan air hangat.
  • Hindari menggunakan sabun wangi dan produk dengan bahan kimia.
  • Tidak menggunakan semprotan vagina untuk menghindari infeksi.

Cara membersihkan organ kelamin juga perlu diperhatikan. Setelah buang air kecil, biasakan untuk membilas organ kelamin dari arah depan ke belakang. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya bakteri dari belakang atau anus ke depan atau saluran kemih.

Untuk mencegah pertumbuhan bakteri, kenakan celana katun untuk menghindari pakaian yang terlalu ketat. Praktekkan juga seks yang aman atau gunakan pengaman seperti kondom untuk menghindari infeksi menular seksual. 

Infeksi jamur bisa dikurangi dengan rutin mengonsumsi antibiotik dan segera terapkan pola hidup sehat. Jika kamu menyadari telah terinfeksi ragi, maka diobati dengan krim sebelum menyebabkan masalah lebih serius.

Konsultasikan juga dengan dokter ahli untuk mengetahui penyebab keputihan dan mendapatkan penanganan lanjutan lainnya.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Webmd, diakses 13  Mei 2020. Vaginal Discharge: What’s Abnormal?
  2. Healthline (2018), diakses 13 Mei 2020. Everything You Need to Know About Vaginal Discharge
    Berita Terkait
    register-docotr