Kamus Penyakit

Tak Selalu Menyerang Paru-paru, Kenali Ciri-ciri TBC Otak yang Perlu Diwaspadai

August 9, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Bakteri mycobacterium tuberculosis adalah bakteri yang menyebabkan TBC atau TB dan umumnya menyerang paru-paru. Namun, bakteri ini juga dapat menyerang bagian otak, yang kemudian disebut dengan TBC otak. Lalu, apakah ciri-ciri TBC otak sama seperti TBC pada umumnya? 

TBC otak atau yang disebut juga dengan meningitis TBC adalah kondisi yang jarang terjadi. Karena itu pula, mengenali ciri-ciri TBC otak tidak sama seperti TBC yang menyerang paru-paru. Untuk lebih mengenal penyakit ini, berikut penjelasan lengkap tentang ciri-cirinya. 

Ciri-ciri TBC otak yang perlu diwaspadai

TBC otak adalah kondisi saat bakteri menyebabkan peradangan pada lapisan otak dan sumsum tulang belakang. Sebelum menyerang lapisan otak, umumnya bakteri terlebih dahulu menginfeksi bagian lain seperti paru-paru. 

Karena itu penyakit ini biasanya berkembang dalam waktu berminggu-minggu, sehingga sulit untuk melakukan deteksi dini. Saat ciri-cirinya muncul pun, kerap dianggap gangguan kesehatan ringan. Beberapa ciri-cirinya seperti:

Fase awal

Biasanya hanya gangguan kesehatan ringan seperti:

  • Kelelahan
  • Sakit dan nyeri badan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Pada lansia, gejalanya bahkan lebih halus, seringkali hanya mengantuk dan merasa tidak enak badan

Ciri-ciri jika TBC otak sudah berkembang

Setidaknya dibutuhkan waktu 2 minggu untuk menimbulkan ciri-ciri yang lebih serius, seperti:

  • Sakit kepala parah dan terus-menerus
  • Muntah
  • Sensitif pada cahaya
  • Leher kaku atau meningismus

Ciri-ciri dalam tahap yang lebih parah

  • Kesadaran menurun. Dilansir dari Yankes.kemkes, yang termasuk kesadaran menurun adalah gelisah, bicara meracau, halusinasi, terlihat mengantuk dan tidak memberikan respons saat diajak berkomunikasi.
  • Seringkali disertai kejang. Selain kejang, mungkin juga mengalami gangguan gerak lainnya.
  • Adanya kelumpuhan saraf. Bisa berupa mata yang terlihat tidak normal, pandangan berbayang, mulut yang miring atau lemas pada anggota gerak tubuh.

Seseorang yang mengalami TBC otak dan sudah menunjukkan ciri-ciri yang parah, jika tidak ditangani segera dapat mengakibatkan koma dan kematian. 

Ciri-ciri lain TBC otak

  • Gangguan emosional, seperti menjadi mudah marah dan tersinggung
  • Fontanel atau ubun-ubun yang menggembung jika terjadi pada bayi
  • Perubahan postur, umumnya pada bagian leher dan kepala. Biasanya ditemukan pada bayi yang terkena TBC otak
  • Mengalami kebingungan
  • Kelesuan

Komplikasi TBC otak

Jika ciri-ciri TBC otak tidak terdiagnosis dengan cepat, penyakit ini akan berkembang dan dapat menimbulkan beberapa komplikasi seperti:

  • Kerusakan otak
  • Penumpukan cairan antara tengkorak dan otak
  • Gangguan pendengaran
  • Hydrocephalus atau penumpukan cairan di dalam tengkorak yang menyebabkan pembengkakan otak

Faktor risiko

TBC otak dapat menyerang siapa saja. Dapat menyerang anak-anak, orang dewasa hingga orang lanjut usia. Namun, beberapa kondisi akan membuat seseorang lebih berisiko terkena TBC otak, seperti:

  • Penderita HIV atau AIDS
  • Penggunaan alkohol berlebihan
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah
  • Penderita diabetes 

Penanganan TBC otak

Sebaiknya segera cari bantuan medis. Dokter atau petugas medis akan melakukan serangkaian pemeriksaan jika pasien didiagnosis mengalami TBC otak. Beberapa tes yang dilakukan untuk memastikan TBC otak antara lain:

  • Tes lumbal (spinal tap). Yaitu tes pengambilan sampel cairan tulang belakang untuk menentukan diagnosis.
  • Biopsi otak. Pemeriksaan sampel jaringan otak.
  • CT scan kepala.
  • Rontgen.
  • Pemeriksaan jumlah sel, glukosa dan protein.
  • Tes kulit untuk TBC, dan beberapa tes lain yang akan dilakukan untuk mendukung diagnosis.

Jika pasien didiagnosis mengidap TBC otak, selanjutnya pasien akan menjalani perawatan. Perawatan ini akan lebih lama dan akan menggunakan beberapa jenis obat-obatan. 

Biasanya pasien akan menjalani pengobatan setidaknya selama 12 bulan. Pengobatan itu melibatkan obat-obatan yang umum digunakan untuk melawan bakteri TBC dan mungkin juga akan menggunakan obat-obatan dengan kortikosteroid, yang berfungsi untuk mengatasi peradangan.

Setelah sembuh, seseorang yang pernah mengalami TBC otak dapat terserang untuk kedua kalinya. Karena itu, dokter akan tetap memantau kesehatan pasien, untuk berjaga-jaga munculnya infeksi baru. 

Dengan pemantauan tersebut, infeksi dapat ditangani sedini mungkin, tidak perlu menunggu hingga ciri-ciri yang muncul berlanjut ke tahap yang membahayakan. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Meningitis.org diakses 5 Agustus 2020 Tuberculosis (TB) meningitis
  2. Medlineplus diakses 5 Agustus 2020 Meningitis – tuberculous
  3. Healthline diakses 5 Agustus 2020 Meningeal Tuberculosis 
  4. Yankes.kemkes.go.id diakses 5 Agustus 2020 Meningitis Tuberkulosis 
    Berita Terkait
    register-docotr