Kamus Penyakit

Jangan Salah! Ini Lho, Bedanya Masuk Angin dan Angin Duduk!

August 9, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Walaupun mirip dari segi nama, nyatanya masuk angin dan angin duduk adalah dua penyakit berbeda. Yang jelas, efek masuk angin tidak seberat angin duduk yang sering disebut serangan jantung dan stroke.

Masuk angin sendiri dalam dunia medis merupakan sebutan untuk gejala penyakit flu, pilek atau batuk. Untuk lebih jelas lagi tentang perbedaan masuk angin dan angin duduk, simak faktanya berikut ini:

Apa itu masuk angin dan angin duduk?

Masuk angin sebetulnya adalah penyakit-penyakit yang muncul selama masa inkubasi penyakit flu. Berdasarkan kajian dari Universitas Gadjah Mada, masuk angin dalam dunia medis dianggap sebagai common flu atau flu saja.

Masuk angin timbul karena gejala-gejala flu tersebut terjadi setelah penderita terpapar angin atau kehujanan. Sehingga dapat dipahami jika masyarakat jawa menyebut kondisi ini sebagai masuk angin.

Sedangkan angin duduk memiliki nama medis angina pectoris. Penyakit ini adalah sebuah kondisi sakit atau rasa tidak nyaman yang terjadi di dada karena penyakit jantung koroner.

Penyakit ini terjadi ketika otot jantung tidak mendapat banyak darah sesuai dengan yang dibutuhkan. Ini biasanya terjadi karena satu atau lebih penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah arteri di jantung.

Gejala

Baik masuk angin dan angin duduk memiliki karakter gejala masing-masing. Yaitu:

Gejala masuk angin

  • Hidung meler atau tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Batuk-batuk
  • Bersin-bersin
  • Suhu tubuh meningkat
  • Tekanan pada wajah dan telinga
  • Kehilangan indera penciuman dan pengecap

Gejala yang dialami oleh anak-anak dan orang dewasa saat sedang masuk angin tidak jauh berbeda. Hanya saja gejala berlangsung lebih lama pada anak-anak.

Gejala angin duduk

Karakter utama dari angin duduk adalah sakit dan rasa tidak nyaman di dada. Rasa tidak nyaman ini bisa berupa sensasi ditekan, diremas, terbakar atau penuh.

Kamu juga bisa mengalami nyeri di lengan, leher, rahang, pundak hingga punggung. Gejala lain yang dapat terjadi saat terkena angin duduk adalah:

  • Pusing
  • Letih
  • Mual
  • Napas memendek
  • Keringat berlebih

Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah mencari pertolongan medis karena bisa saja itu adalah tanda awal serangan jantung.

Faktor risiko

Perbedaan faktor risiko dari masuk angin dan angin duduk adalah sebagai berikut:

Faktor risiko masuk angin

Potensi besar masuk angin terjadi jika:

  • Usia: Anak-anak usia di bawah 6 tahun sangat rentan terkena masuk angin.
  • Sistem imun bermasalah: Jika kamu memiliki penyakit kronis atau sistem imun kamu bermasalah, maka risiko masuk angin pun menjadi besar
  • Musim hujan dan pancaroba: Baik orang dewasa atau anak-anak pun bisa terkena penyakit ini saat musim hujan dan pancaroba.

Faktor risiko angin duduk

Kamu berpotensi terkena angin duduk dan penyakit arteri koroner jika:

  • Pengguna tembakau: Mengunyah tembakau, merokok dan menjadi perokok pasif dapat merusak dinding bagian dalam arteri, termasuk yang mengarah ke jantung, sehingga membuat tumpukan kolesterol menyumbat aliran darah
  • Diabetes: Diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit arteri koroner, yang dapat menyebabkan angin duduk dan serangan jantung
  • Tekanan darah tinggi: Tekanan darah tinggi yang terlalu sering dapat merusak arteri 
  • Kolesterol: Kolesterol adalah material utama yang menumpuk dan membuat arteri di seluruh tubuh menjadi sempit, termasuk yang ke arah jantung
  • Riwayat serangan jantung di keluarga: Kamu berpotensi besar terkena angin duduk kalau anggota keluarga pernah mengalami serangan jantung
  • Usia: Laki-laki berusia di atas 45 tahun dan perempuan berusia di atas 55 tahun lebih berisiko terkena angin duduk ketimbang orang muda
  • Kurang berolahraga: Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan kolesterol menjadi tinggi, tekanan darah meninggi, diabetes tipe 2 hingga obesitas
  • Obesitas: Obesitas dikaitkan dengan kolesterol dalam darah yang tinggi, tekanan darah tinggi dan diabetes adalah faktor risiko angin duduk dan penyakit jantung
  • Stres: Stres dapat meningkatkan risiko angin duduk dan serangan jantung. Terlalu banyak stres dan emosi dapat meningkatkan tekanan darah juga, lho.

Jaga selalu kesehatan kamu dengan meningkatkan sistem imun dan menjaga pola makan, ya. Jangan ragu juga untuk berkonsultasi dengan dokter kami. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Jurnal.ugm.ac.id (2011) diakses 07 Agustus 2020. https://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1033/862
  2. Nhs.uk (2017) diakses 07 Agustus 2020. https://www.nhs.uk/conditions/common-cold/
  3. Mayoclinic.org (2019) diakses 07 Agustus 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/symptoms-causes/syc-20351605
  4. Nhs.uk (2018) diakses 07 Agustus 2020. https://www.nhs.uk/conditions/angina/symptoms/
  5. Mayoclinic.org (2020) diakses 07 Agustus 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/angina/symptoms-causes/syc-20369373
  6. Heart.org (2015) diakses 07 Agustus 2020. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/angina-chest-pain/angina-pectoris-stable-angina
    register-docotr