Serba-serbi Obesitas pada Anak dan Bahayanya bagi Kesehatan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Anak-anak yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas cenderung lebih berisiko terkena penyakit. Nah, apa saja efek obesitas pada anak?

Tenang Moms, risiko penyakit akibat obesitas pada anak bisa dicegah, kok. Yang terpenting, perhatikan pola makan dan aktivitasnya agar tidak terus semakin parah, ya.

Berikut informasi tentang obesitas pada anak yang perlu Moms ketahui:

Mengenal tentang obesitas pada anak

Obesitas pada anak
Obesitas pada anak. Sumber foto: https://healthylife.werindia.com

Obesitas pada anak adalah kondisi medis serius yang memengaruhi anak-anak dan remaja. Anak-anak disebut menderita obesitas adalah saat kondisinya berada di atas berat normal untuk usia dan tinggi badan mereka.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko anak mengalami masalah kesehatan, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Salah satu strategi terbaik untuk mengurangi obesitas di masa kecil adalah memperbaiki kebiasaan makan dan olahraga seluruh anggota keluarga.

Mengobati dan mencegah obesitas pada masa anak-anak tentunya akan membantu melindungi kesehatan anak di masa sekarang, dan di masa depannya.

Gejala obesitas pada anak

Obesitas pada anak
Gejala obesitas anak. Sumber foto: https://cdn.images.express.co.uk

Tidak semua anak yang mengalami kelebihan berat badan, lantas berarti mengalami obesitas. Beberapa anak memang memiliki kerangka tubuh yang lebih besar dari rata-rata.

Anak-anak biasanya juga membawa jumlah lemak tubuh yang berbeda pada berbagai tahap perkembangannya.

Indeks massa tubuh (BMI), yakni pedoman berat badan dalam kaitannya dengan tinggi badan, adalah ukuran kelebihan berat badan dan obesitas yang biasa dipakai.

Dokter akan menggunakan grafik pertumbuhan, indeks massa tubuh, dan jika perlu akan melakukan tes lain untuk membantu mengetahui apakah anak benar mengalami obesitas atau tidak.

Faktor penyebab obesitas pada anak

Masalah gaya hidup, terlalu sedikit aktivitas, kurang berolahraga, dan terlalu banyak kalori dari makanan dan minuman, bisa jadi penyebab utama obesitas. Namun faktor genetik dan hormonal juga memainkan peran.

Faktor keluarga juga terkait dengan peningkatan kasus obesitas. Jenis makanan yang tersedia di rumah dapat memengaruhi pola makan anak.

Selain itu, waktu makan keluarga dapat memengaruhi jenis makanan yang dikonsumsi dan bagaimana jumlah konsumsinya juga bisa berpengaruh pada berat badan anak.

Penelitian menunjukkan bahwa memiliki ibu yang kelebihan berat badan dapat dikaitkan dengan obesitas pada anak. Beberapa faktor penyebab obesitas pada anak di antaranya:

1. Pilihan makanan dan minuman

Sering mengonsumsi makanan berkalori tinggi apalagi secara rutin, seperti makanan cepat saji, makanan yang dipanggang, dan makanan ringan dengan banyak penyedap rasa, dapat menyebabkan anak bertambah berat badannya.

Permen dan makanan penutup juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Dan tentunya juga minuman manis dengan banyak zat pemanis dan pewarna, juga menjadi penyebab obesitas pada beberapa anak.

2. Jarang olahraga dan aktivitas fisik

Anak-anak yang tidak banyak berolahraga cenderung memicu obesitas, karena mereka tidak membakar banyak kalori. Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk kegiatan diam diri atau duduk, seperti menonton televisi atau bermain video game, juga berkontribusi terhadap masalah tersebut.

3. Faktor keluarga

Bagi anak-anak yang berasal dari keluarga orang tua yang kelebihan berat badan, ia mungkin cenderung mengalami hal yang sama. Ini biasanya berlaku di lingkungan di mana makanan berkalori tinggi selalu tersedia dan aktivitas fisik tidak banyak dilakukan bersama.

4. Faktor psikologi

Stres yang terjadi pada anak, orangtua, dan keluarga juga dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak. Beberapa anak mungkin akan makan berlebihan sebagai cara mengatasi masalah atau menghadapi emosi, seperti stres, atau untuk melawan kebosanan.

5. Faktor sosial ekonomi

Anak-anak di beberapa daerah memiliki sumber daya terbatas dan akses terbatas untuk mendapatkan makanan sehat. Akibatnya, mereka mungkin lebih sering jajan makanan dengan bahan pengawet atau tinggi karbohidrat.

Risiko penyakit terkait obesitas pada anak

Obesitas pada masa anak-anak dapat memiliki komplikasi untuk kesehatan fisik mereka. Beberapa risiko penyakit yang rentan dialami saat anak mengalami obesitas, di antaranya:

1. Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi

Pola makan buruk dapat menyebabkan anak dengan obesitas mengalami salah satu atau kedua kondisi ini, kolesterol atau tekanan darah tinggi.

Faktor-faktor ini dapat berkontribusi pada penumpukan plak di arteri, yang dapat menyebabkan arteri menyempit dan mengeras, dan kemudian bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke di kemudian hari.

2. Risiko asma

Anak-anak yang kelebihan berat badan atau obesitas juga mungkin akan lebih cenderung menderita asma.

3. Menyebabkan gangguan tidur

Obesitas pada anak juga bisa menyebabkan gangguan yang berpotensi serius di mana pernapasan anak berulang kali berhenti dan terganggu selama tidur. Hal tersebut membuat anak yang mengalami obesitas cenderung tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Cara mengatasi obesitas pada anak

Berikut adalah beberapa metode alami yang bisa dicoba sebagai cara mudah mengatasi obesitas atau berat badan, di antaranya:

1. Hindari makanan olahan

Makanan olahan biasanya sering ditambahkan gula, juga ditambah lemak dan kalori. Terlebih lagi, makanan olahan direkayasa untuk membuat anak-anak makan sebanyak mungkin.

Makanan ini juga cenderung menyebabkan kecanduan, oleh karena itu sebisa mungkin hindari makanan olahan.

2. Perbanyak pemberian makanan sehat

Penelitian telah menunjukkan bahwa makanan yang disimpan di rumah sangat memengaruhi berat badan dan perilaku makan. Dengan selalu menyediakan makanan sehat, dapat mengurangi kemungkinan anak-anak dan anggota keluarga lain untuk makan makanan yang tidak sehat.

Ada juga banyak camilan sehat dan alami yang mudah disiapkan dan dibawa saat bepergian. Ini termasuk yoghurt, buah, kacang-kacangan, wortel, dan telur rebus.

3.  Batasi asupan gula

Mengonsumsi banyak gula biasanya dikaitkan juga dengan beberapa penyakit, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Amati komposisi makanan atau minuman yang dibeli oleh anak, supaya Moms bisa lebih cermat membatasi asupan gulanya, ya.

4. Banyak minum air putih

Jangan lupa cukupi kebutuhan cairan anak, terutama dari air putih. Selain membantu proses metabolisme tubuh, air putih juga mencegah lapar berlebihan.

Air putih sangat baik untuk menurunkan berat badan, terutama menggantikan minuman lain yang tinggi kalori dan gula.

5. Melawan kecanduan makan dan jajan

Kecanduan terhadap makanan biasanya melibatkan hasrat yang terlalu kuat dan perubahan dalam kimia otak yang membuatnya lebih sulit untuk menolak makan makanan tertentu.

Ini adalah penyebab utama makan berlebihan bagi banyak orang, dan memengaruhi persentase populasi yang signifikan.

Beberapa makanan cenderung menyebabkan gejala kecanduan daripada yang lain. Ini termasuk junk food yang diproses dengan kandungan tinggi gula, lemak atau keduanya.

Cara terbaik untuk mengalahkan kecanduan makanan-makanan tersebut adalah dengan menghindarinya, atau membuat alternatif makanan lain yang lebih sehat.

6. Lakukan olahraga kardio

Olahraga kardio adalah kegiatan fisik yang bertujuan memperkuat kerja jantung dan paru-paru, yang mana berguna untuk memperbaiki kinerja jantung, tekanan darah, dan juga pernapasan.

Melakukan kardio, sebut saja seperti joging, lari, bersepeda, jalan kaki atau hiking, adalah cara yang bagus untuk membakar kalori dan meningkatkan kesehatan mental dan fisik.

Kardio juga dapat membantu mengurangi berat badan, serta mengurangi lemak berbahaya yang menumpuk di tubuh.

7. Berlatih mindful eating

Mindful eating adalah metode yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran saat makan.

Hal ini membantu membuat pilihan makanan dengan sadar tentang rasa lapar dan isyarat untuk makan. Ini akan membantu makan sehat sebagai respon terhadap isyarat lapar tersebut.

Berlatih mindful eating telah terbukti memiliki efek signifikan pada penurunan berat badan. Termasuk pada anak-anak.

8. Konsultasi dengan ahli gizi

Jika benar-benar dibutuhkan, konsultasi dengan ahli gizi dapat membantu memberikan program penurunan berat badan yang lebih tertata.

Selain merencanakan berkonsultasi dengan ahli gizi, berkonsultasi dengan pelatih pribadi atau instruktur kebugaran, juga dapat membantu untuk menemukan aktivitas fisik yang paling cocok untuk tubuh.

Kapan harus ke dokter?

Jika khawatir anak kelebihan berat badan, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan mempertimbangkan riwayat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ini dapat membantu menentukan apakah berat badan anak berada dalam kisaran yang tidak sehat.

Pada akhirnya masalah obesitas anak yang terus meningkat dapat diperlambat, jika berfokus pada penyebabnya. Ada banyak komponen yang berperan dalam obesitas, dan menjadi lebih penting daripada yang lain.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

WHO.int, diakses 29 Mei 2020, Childhood overweight and obesity

https://www.who.int/dietphysicalactivity/childhood/en/

 

Ncbi.nlm.nih.gov, diakses 29 Mei 2020, Childhood obesity: causes and consequences

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4408699/

 

Cdc.gov, diaskes 29 Mei 2020, Childhood Obesity Facts

https://www.cdc.gov/obesity/data/childhood.html

 

Healthline.com, diakses 29 Mei 2020, How to Prevent Obesity in Kids and Adults

https://www.healthline.com/health/how-to-prevent-obesity

 

Healthline.com, diakses 29 Mei 2020, 30 Easy Ways to Lose Weight Naturally (Backed by Science)

https://www.healthline.com/nutrition/30-ways-to-lose-weight-naturally#section30

 

Ncbi.nlm.nih.gov, diakses 29 Mei 2020, Childhood obesity: causes and consequences

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4408699/

 

Mayoclinic.org, diakses 29 Mei 2020, Childhood obesity

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/childhood-obesity/symptoms-causes/syc-20354827

 

Webmd.com, diakses 29 Mei 2020, Obesity in Children

https://www.webmd.com/children/guide/obesity-children#2

 

Medicalnewstoday.com, diakses 29 Mei 2020, Childhood obesity: is it being taken seriously?

https://www.medicalnewstoday.com/articles/280370#Why-have-we-seen-such-an-increase-in-childhood-obesity?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin