Kamus Obat

Vaksin HPV Jadi Cara Paling Efektif Cegah Kanker Serviks

October 25, 2020 | Arianti Khairina | dr. Ario W. Pamungkas
no-image

Kanker serviks adalah salah satu penyakit yang paling banyak diderita para wanita. Namun, pencegahannya dapat dilakukan sejak dini dengan memberikan vaksin HPV.

Lebih baik mencegah daripada mengobati, yuk, ketahui apa fungsi sebenarnya vaksin HPV.

Vaksin HPV

Vaksin ini dapat membantu kamu menghindari virus human papillomavirus atau disebut virus HPV. Beberapa penyakit yang dapat dicegah seperti kanker serviks, kanker mulut dan tenggorokan, serta kanker di sekitar anus hingga kemaluan.

Dilansir dari mayoclinic.org, berbagai jenis HPV menyebar melalui kontak seksual dan dikaitkan dengan sebagian besar kasus kanker serviks. Vaksin ini dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada wanita serta dapat mencegah kutil kelamin dan kanker anal pada wanita dan juga pria.

Secara teori, ketika memberikan vaksin ini kepada laki-laki juga dapat membantu melindungi dan mengurangi adanya kemungkinan penularan.

Ada banyak faktor yang membuat kamu bisa tertular infeksi virus HPV ini, apalagi jika menolak untuk menerima vaksin tersebut. Beberapa faktor meliputi hubungan seksual tanpa pelindung, memiliki lebih dari satu orang pasangan seksual, serta kontak dengan kutil kelamin.

Tak hanya itu saja kamu juga perlu berhati-hati jika memiliki luka atau lecet pada kulit, merokok yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh hingga berhubungan dengan penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi atau pengidap HIV/AIDS.

Jenis vaksin HPV

Vaksin yang sering digunakan di Indonesia hanya ada 2 jenis yaitu bivalen dan tetravalen.

Bivalen adalah vaksin yang mengandung dua jenis virus HPV, yakni tipe 16 dan 18. Vaksin ini dapat mencegah kanker serviks.

Kemudian untuk tetravalen yaitu vaksin yang mengandung empat virus HPV yang berupa tipe 6, 11, 16, dan 18. Vaksin ini berfungsi mencegah kanker serviks sekaligus kutil kelamin.

Pemberian vaksin

Dilansir dari mayoclinic.org, vaksin ini secara rutin direkomendasikan untuk anak perempuan dan laki-laki berusia 11 atau 12 tahun. Biasanya vaksin ini akan diberikan dalam bentuk suntikan.

vaksin HPV
Pemberian vaksin. Sumber gambar : https://pixabay.com

Sangat ideal bagi anak perempuan dan laki-laki untuk menerima vaksin sebelum mereka melakukan kontak seksual dan akan meningkatkan risiko terpapar HPV.

Adanya pemberian vaksin sejak dini dikarenakan, ketika kamu terinfeksi HPV maka vaksinnya mungkin tidak akan seefektif atau mungkin tidak berfungsi sama sekali.

Efek terhadap vaksin yang telah diberikan akan lebih baik pada usia yang lebih muda daripada pada usia yang lebih tua.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) saat ini merekomendasikan agar semua anak berusia 11 dan 12 tahun menerima dua dosis vaksin setidaknya enam bulan terpisah, daripada jadwal tiga dosis yang direkomendasikan sebelumnya.

Pemberian vaksin untuk remaja

Remaja yang lebih muda yaitu berusia 9 dan 10 tahun serta remaja berusia 13 dan 14 tahun juga dapat menerima vaksinasi pada jadwal dua dosis. Jadwal dua dosis tersebut menjadi pilihan yang paling efektif untuk pemberian vaksin kepada anak di bawah 15 tahun.

Remaja dan dewasa muda yang baru menerima vaksin pada usia 15 hingga 26, harus terus menerima tiga dosis vaksin. CDC sekarang merekomendasikan vaksinasi mengejar ketinggalan untuk semua orang melalui usia 26 yang tidak cukup divaksinasi.

Berapa kali vaksin HPV

Vaksin ini tersedia dari usia 9 hingga 21 tahun untuk pria. Ini juga dapat diberikan hingga usia 45 pada pria yang berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan infeksi HPV.

Anak laki-laki di bawah usia 15 tahun, seperti anak perempuan, hanya membutuhkan dua suntikan, dengan jarak enam bulan. Pada usia 15 tahun ke atas, pria membutuhkan serangkaian tiga suntikan.

Vaksinasi HPV direkomendasikan untuk anak perempuan usia 11 dan 12 tahun. Ini juga direkomendasikan untuk anak perempuan dan wanita usia 13 sampai 26 tahun yang belum divaksin atau belum menyelesaikan rangkaian vaksin.

Vaksin juga bisa diberikan kepada anak perempuan mulai usia 9 tahun. CDC merekomendasikan anak usia 11 hingga 12 tahun mendapatkan dua dosis vaksin untuk melindungi dari penyakit kanker yang disebabkan oleh HPV.

Bagaimana vaksin HPV diberikan?

Vaksin diberikan melalui 2 suntikan ke lengan atas dengan jarak minimal 6 bulan. Kedua dosis vaksin harus dilindungi dengan baik.

Tetapi jika kamu tidak mendapatkan dosis vaksin pertama saat usia 15 atau lebih, kamu harus mendapatkan 3 suntikan

Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), dan laki-laki trans dan perempuan trans yang memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin, akan membutuhkan 3 dosis vaksin (2 jika mereka berusia di bawah 15 tahun).

Jika kamu membutuhkan 3 dosis vaksin , maka pemberiannya::

  • Dosis ke-2 harus diberikan minimal 1 bulan setelah dosis pertama
  • Dosis ke-3 harus diberikan setidaknya 3 bulan setelah dosis ke-2

Larangan vaksin

Vaksininasi HPV memang sangat disarankan untuk pencegahan kanker serviks, tetapi vaksin ini sangat tidak dianjurkan untuk diberikan kepada wanita hamil atau orang yang sedang sakit parah.

Segera beri tahu dokter, jika kamu memiliki alergi yang sudah parah, termasuk alergi terhadap ragi atau lateks.

Tak hanya itu saja, jika memiliki reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap komponen vaksin apa pun atau dosis vaksin sebelumnya, kamu sangat tidak disarankan untuk mendapatkan vaksin ini.

Baca juga : Ciri-ciri Kanker Serviks yang Perlu Kamu Tahu

Efek samping

gejala penyakit jantung
Efek samping suntik vaksin. Sumber gambar : https://www.shutterstock.com

Terkadang kamu juga akan merasakan pusing atau pingsan setelah injeksi. Atasi hal tersebut dengan duduk selama 15 menit dapat mengurangi risiko pingsan. Selain itu, sakit kepala, mual, muntah, kelelahan atau kelemahan juga dapat terjadi.

Vaksin HPV sebelum menikah

Vaksin jenis ini disarankan dilakukan oleh pasangan yang belum menikah, apalagi untuk kamu yang belum pernah mendapatkannya sama sekali.

Pemberian vaksinasi HPV sebelum menikah dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit menular seksual di antara pasangan.

Vaksin akan lebih aktif bekerja jika diberikan pada orang yang aktif secara seksual. Selain HPV, pasangan juga disarankan untuk melakukan vaksin lainnya. Seperti vaksin MMR, DPT, varisela (cacar air), dan hepatitis B.

Vaksin HPV untuk pria

Selama ini vaksinasi HPV lebih umum berlaku untuk anak-anak perempuan. Namun sebenarnya vaksin ini berlaku untuk pria dan wanita. Sebab sama dengan wanita, pria juga berisiko terkena kanker akibat virus HPV.

Pria perlu khawatir tentang HPV karena dua alasan. Pertama, pria dapat menjadi pembawa virus HPV dan dapat menginfeksi pasangannya. Kedua, pria berisiko terkena beberapa kanker terkait HPV, yaitu kanker dubur, kanker penis, dan kanker tenggorokan.

Vaksin HPV quadrivalent (HPV4) aman dan sangat mujarab, serta secara signifikan dapat mengurangi risiko kutil kelamin dan kanker terkait HPV di antara pria, selain meningkatkan kekebalan kawanan.

Vaksin HPV bertahan berapa lama

Melansir NHS, penelitian telah menunjukkan bahwa vaksin melindungi terhadap infeksi HPV setidaknya selama 10 tahun, meskipun para ahli memperkirakan perlindungan bertahan lebih lama.

Tetapi karena vaksin tidak melindungi dari semua jenis HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks, penting bahwa semua wanita yang menerima vaksin juga melakukan pemeriksaan serviks secara teratur begitu mereka mencapai usia 25 tahun.

Harga vaksin HPV

Harga vaksin ini bervariasi tergantung di fasilitas kesehatan mana kamu melakukannya. Biasanya vaksin juga diberikan ke anak-anak melalui program sekolah.

Namun, bagaimana jika ingin melakukan vaksin mandiri? Harga vaksin ini umumnya dimulai dari Rp700.000 hingga Rp1.000.000.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. mayoclinic.org (2020) diakses 2 Juni 2020. HPV vaccine: Who needs it, how it works
  2. youngwomenshealth.org (2020) diakses 2 Juni 2020. HPV Vaccine 
  3. healio.com (2010) diakses 2 Juni 2020. Comparing the HPV vaccines
  4. plannedparenthood.org (2020) diakses 2 Juni 2020. Should I get the HPV vaccine?
  5. US News diakses 25 Oktober 2020. What Men Need to Know About the HPV Vaccine
  6. CDC. diakses 25 Oktober 2020. Human Papillomavirus (HPV)
  7. NHS. diakses 25 Oktober 2020.  HPV vaccine overview
    Berita Terkait
    register-docotr