Kamus Obat

Levonorgestrel

May 15, 2021 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Levonorgestrel merupakan obat hormonal yang digunakan untuk alat kontrasepsi darurat. Obat ini termasuk dalam kelompok obat kontrasepsi yang telah dipatenkan sejak 1960.

Berikut informasi selengkapnya mengenai manfaat levonorgestrel, dosis, cara pakai, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat levonorgestrel?

Levonorgestrel adalah obat hormon yang digunakan untuk menurunkan kemungkinan kehamilan setelah hubungan seksual tanpa kondom. Obat ini umumnya digunakan sebagai obat kontrasepsi darurat.

Levonorgestrel telah tersedia sebagai obat generik dalam bentuk sediaan pil oral. Beberapa merek tertentu juga tersedia sebagai kontrasepsi hormonal yang dilepaskan dari alat kontrasepsi, biasa disebut sebagai implan.

Apa fungsi dan manfaat levonorgestrel?

Levonorgestrel memiliki fungsi untuk mengontrol kemungkinan hamil dengan cara mencegah ovulasi dan menutup rahim untuk mencegah masuknya sperma. Obat ini terbukti efektif bila diberikan sebelum ovulasi.

Secara khusus, levonorgestrel mengikat reseptor progesteron dan androgen dan memperlambat pelepasan hormon gonadotropin dari hipotalamus. Mekanisme tersebut akan membuat pelepasan sel telur dari ovarium menjadi terhambat.

Berdasarkan sifat-sifat itulah, levonorgestrel banyak dimanfaatkan untuk beberapa kondisi berikut:

Kontrasepsi darurat

Levonorgestrel digunakan sebagai agen kontrasepsi darurat, terutama apabila diketahui alat kontrasepsi sebelumnya gagal, atau tidak memakai kondom.

Dalam sebuah penelitian, penggunaan levonorgestrel sebagai agen tunggal diketahui lebih efektif dibandingkan sebagai kombinasi dengan estrogen. Selain itu, penggunaan sebagai obat tunggal juga diketahui dapat ditoleransi lebih baik.

Obat hormon ini dapat diminum selama 72 jam setelah hubungan seksual tanpa kondom. Beberapa formulasi obat ini dapat diberikan tanpa resep untuk pasien dewasa dan dengan resep untuk remaja di bawah 17 tahun.

Kontrasepsi darurat tidak seefektif kebanyakan bentuk kontrasepsi jangka panjang lainnya. Oleh karena itu, jangan gunakan sediaan kontrasepsi darurat sebagai bentuk kontrasepsi rutin.

Kontrasepsi rutin

Pada dosis rendah, levonorgestrel dapat digunakan untuk mengontrol kehamilan. Pemberian rutin ini terutama pada wanita menyusui yang tidak dapat menerima terapi estrogen.

Beberapa merek obat tersedia dalam kombinasi dengan etinilestradiol yang diformulasikan untuk kontrasepsi jangka panjang. Hormon ini juga telah digunakan dalam berbagai alat kontrasepsi jangka panjang yang berkisar selama 3 sampai 5 tahun.

Misalnya, bentuk implan subdermal yang tersedia untuk pencegahan kehamilan hingga 5 tahun. Obat ini umumnya diberikan apabila kamu tidak memiliki riwayat radang panggul atau kehamilan ektopik.

Terapi hormon

Levonorgestrel digunakan sebagai terapi hormon selama menopause untuk mengatasi gejala vasomotor dan mencegah osteoporosis. Umumnya pengobatan terapi hormon dikombinasikan dengan estrogen.

Penggunaan untuk terapi hormon ini masih termasuk dalam off-label. Levonorgestrel juga dapat digunakan untuk mengobati menoragia, hiperplasia endometrium, dan endometriosis.

Merek dan harga levonorgestrel

Di negara tertentu, obat ini tersedia sebagai OTC atau obat yang dapat ditebus tanpa resep dokter. Beberapa merek levonorgestrel yang telah beredar di Indonesia adalah Andalan, Cyclogynon, Indoplant, Mirena, Nogestat, Novadiol 28.

Berikut informasi mengenai beberapa merek obat mengandung levonorgestrel beserta harganya:

  • Microgynon tablet 25. Sediaan tablet kontrasepsi oral masing-masing mengandung levonorgestrel 150mcg dan etinilestradiol 30mcg ditambah 7 tablet plasebo. Obat ini diproduksi oleh Bayer Indonesia dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp19.753/strip.
  • Microgynon tablet 10 STR. Sediaan obat kontrasepsi oral untuk membantu mengontrol kehamilan. Obat ini diproduksi oleh Bayer Indonesia dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp21.856/strip.
  • Planotab KB tablet. Sediaan tablet kontrasepsi oral mengandung kombinasi dengan estradiol 30mcg. Obat ini diproduksi oleh Triyasa Nagamas Farma dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp7.753/strip.
  • Pil KB Andalan FE. Sediaan tablet kontrasepsi oral untuk membantu mengontrol kehamilan. Obat ini diproduksi oleh Harsen dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp8.430/strip.
  • Pil KB Andalan Postpil tablet. Sediaan obat tablet untuk kontrasepsi darurat setelah berhubungan badan tanpa pelindung alat kontrasepsi. Obat ini diproduksi oleh PT Tunggal dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp30.407/pcs.
  • Postinor 750mg tablet. Sediaan tablet oral untuk kontrasepsi darurat setelah berhubungan badan tanpa alat pelindung. Obat ini diproduksi oleh PT Tunggal Idaman Abadi dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp14.564/tablet.
  • Microlut 30mcg tablet. Sediaan tablet kontrasepsi oral mengandung levonorgestrel 30mcg untuk membantu mengontrol kehamilan. Obat ini diproduksi oleh Bayer Indonesia dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp1.341/tablet.
  • Trinordiol-28. Sediaan tablet oral untuk membantu mencegah kehamilan. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp13.276/pcs.

Bagaimana cara minum levonorgestrel?

Minum obat sesuai petunjuk cara minum serta dosis yang telah ditentukan oleh dokter. Jangan minum obat lebih banyak atau lebih sedikit dari dosis yang direkomendasikan.

Obat ini bisa kamu minum dengan atau tanpa makanan. Jika merasa mual atau memiliki riwayat gangguan gastrointestinal, kamu bisa meminumnya bersamaan dengan makanan.

Minum obat secara teratur sesuai petunjuk yang tertera di label kemasan. Kamu bisa meminum tablet dimulai pada hari pertama haid dari tablet yang kecil selama 21 hari. Kemudian, lanjutkan minum selama 7 hari dengan tablet berukuran besar.

Sediaan kontrasepsi darurat sebaiknya diminum segera selama 72 jam setelah berhubungan badan.

Minum obat kontrasepsi rutin secara teratur. Jika lupa minum, segera minum dosis setidaknya selama waktu 12 jam. Haid biasanya terjadi selama kamu mengonsumsi tablet berukuran besar.

Jika kamu muntah kurang dari 2 jam setelah mengonsumsi levonorgestrel, segera hubungi dokter. Dokter mungkin akan memberikan dosis lain dari penggunaan obat ini.

Kamu bisa menyimpan levonorgestrel pada suhu kamar, terhindar dari kelembapan dan paparan sinar matahari setelah digunakan. Pastikan obat tersimpan jauh dari jangkauan anak-anak.

Berapa dosis obat levonorgestrel?

Dosis obat ini tersedia untuk orang dewasa dengan ketentuan sebagai berikut:

Dosis dewasa

Kontrasepsi

  • Dosis sebagai monoterapi: 30 atau 37,5 mcg diminum setiap hari.
  • Plus dosis sebagai kontrasepsi oral kombinasi monofasik: 150-250 mcg setiap hari.
  • Dosis sebagai kontrasepsi oral kombinasi trifasik: 50-125 mcg setiap hari.

Kontrasepsi darurat

Dosis lazim: 1,5 mg diminum sesegera mungkin atau dalam 72 jam setelah berhubungan badan.

Terapi penggantian hormon menopause

Dosis lazim: 75-250 mcg diminum selama 10 hingga 12 hari dalam siklus 28 hari.

Apakah levonorgestrel aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) belum memasukkan levonorgestrel dalam golongan obat kategori kehamilan apapun.

Obat ini telah diketahui dapat terserap dalam ASI sehingga tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui.

Konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan mengonsumsi levonorgestrel saat kamu sedang hamil atau menyusui bayi.

Apa efek samping obat levonorgestrel yang mungkin terjadi?

Hentikan pengobatan dan hubungi dokter apabila muncul efek samping berikut setelah mengonsumsi levonorgestrel:

  • Gejala reaksi alergi, seperti ruam, gatal-gatal, kulit merah, bengkak, melepuh, sesak napas, pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Sakit perut yang sangat parah

Efek samping umum yang mungkin terjadi selama mengonsumsi levonorgestrel, antara lain:

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Sakit perut bagian bawah
  • Kelelahan
  • Menstruasi tertunda atau tidak teratur
  • Nyeri payudara

Hubungi dokter apabila gejala efek samping umum tersebut tidak menghilang, atau semakin parah, atau mungkin muncul gejala efek samping lain.

Peringatan dan perhatian

Beritahu dokter mengenai riwayat alergi yang kamu miliki, termasuk formulasi obat levonorgestrel, makanan, atau zat lainnya.

Beritahu dokter apabila kamu sedang hamil karena mungkin obat ini tidak cocok untuk kamu konsumsi.

Tanyakan pada dokter apakah aman untuk kamu mengonsumsi levonorgestrel apabila memiliki riwayat kesehatan berikut:

  • Penyakit hati
  • Gangguan malabsorpsi
  • Kehamilan ektopik, yitu kehamilan di mana janin berkembang di luar rahim

Obat kontrasepsi darurat jangan digunakan sebagai obat kontrasepsi rutin karena memiliki efektivitas yang berbeda dan begitu pun sebaliknya.

Jangan berkendara atau melakukan aktivitas berbahaya setelah mengonsumsi levonorgestrel karena obat ini dapat menyebabkan pusing.

Jangan mengonsumsi alkohol selama kamu meminum obat ini karena dapat meningkatkan risiko efek samping tertentu.

Beritahu dokter dan apoteker jika kamu menggunakan salah satu dari obat-obatan berikut ini:

  • Obat untuk tuberkulosis, misalnya rifampicin
  • Jenis obat untuk epilepsi, misalnya phenytoin, carbamazepine
  • Obat untuk infeksi HIV, misalnya ritonavir, nevirapine, efavirenz
  • Obat-obatan untuk mengobati infeksi jamur, misalnya griseofulvin

Beritahu dokter mengenai obat-obatan lain yang sedang kamu konsumsi, termasuk obat non resep, obat herbal, serta suplemen vitamin.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 14 April 2021, LEVONORGESTREL | PIO Nas

DrugBank Online, diakses pada 14 April 2021, Levonorgestrel

Drugsite Trust, diakses pada 14 April 2021, Levonorgestrel Monograph

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 14 April 2021, Levonorgestrel – MIMS.com

    register-docotr