Kamus Obat

Moms, Catat Jadwal Imunisasi Agar Si Kecil Terhindar dari Serangan Penyakit

September 3, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Buat para Mom’s apalagi ibu baru. Apa sudah mengajak dan melengkapi imunisasi si kecil? Perlu diingat ya Mom’s, jadwal imunisasi dasar bayi yang teratur dan lengkap itu penting, lho.  

Karena, imunisasi adalah kebutuhan penting bagi bayi untuk terlindungi dari penyakit. Dengan melakukan imunisasi, tubuh anak jadi memiliki kekebalan komunitas.

Tapi sayangnya, menurut data WHO pada tahun 2018 ada sekitar 20 juta anak di dunia yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap, bahkan ada yang tidak mendapatkan imunisasi sama sekali.

Di Indonesia sendiri, menurut data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan pada 2014-2016 ada sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau status imunisasinya belum lengkap.

Untuk itu, penting bagi Mom’s mengetahui daftar imunisasi lengkap dan kapan anak harus mendapatkannya. Masalah keamanan, tidak perlu takut karena vaksin telah teruji dan ditinjau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mengapa imunisasi penting

Imunisasi adalah cara sederhana dan efektif untuk melindungi anak-anak dari penyakit serius. Ini tidak hanya membantu melindungi individu, tetapi juga melindungi komunitas yang lebih luas dengan meminimalkan penyebaran penyakit.

Vaksin bekerja dengan memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit tertentu. Jika seseorang yang divaksinasi melakukan kontak dengan penyakit-penyakit ini, sistem kekebalan tubuh mereka dapat merespons lebih efektif.

Jadwal imunisasi bayi

Untuk mencapai kadar perlindungan dari penyakit pada si kecil. Imunisasi dasar harus diberikan sesuai dengan dengan jadwal yang telah ditentukan. Jadwal imunisasi bayi sendiri terbagi dalam dua jenis, yaitu jadwal imunisasi dasar lengkap dan jadwal imunisasi lanjutan.

Ada imunisasi yang cukup dilakukan hanya satu kali, ada juga yang dilakukan berulang. Jadwal imunisasi sendiri dibuat berdasarkan rekomendasi dari WHO dan organisasi profesi lainnya yang berkecimpung dalam imunisasi setelah melalui uji klinis.

Oleh karena itu, jangan sampai ada jadwal yang terlewat. Jika Mom’s terlewat, atau ada imunisasi yang belum diberikan, perlu segera diberikan dan dikejar.

Imunisasi dasar untuk bayi dan kapan melakukannya

Imunisasi merupakan sebuah upaya agar anak tidak terjangkit penyakit tertentu, misalnya tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, polio, dan campak.

Agar Mom’s tidak terlewat, berikut ini daftar dan jadwal jenis-jenis imunisasi dasar lengkap pada bayi berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan:

  • 0-7 hari: Hepatitis B.
  • 1 bulan: BCG, Polio 1.
  • 2 bulan: DPT- HB1, Polio 2.
  • 3 bulan: DPT-HB2, Polio 3.
  • 4 bulan: DPT-HB3, Polio 4.
  • 9 bulan: Campak.

1. Hepatitis B

Imunisasi dasar pertama yang wajib diberikan pada buah hati adalah hepatitis B. Ini diberikan 12 jam setelah bayi lahir, dan didahului dengan pemberian vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya. 

Lalu, dianjurkan 4 minggu setelah imunisasi pertama. Sedangkan jarak imunisasi ke-3 dari yang ke-2 minimal 2 bulan dan terbaik setelah 5 bulan. 

Jika si kecil belum mendapatkan imunisasi hepatitis B ketika bayi, ia bisa mendapatkan imunisasi hepatitis kapan pun, tanpa perlu mengecek kadar anti hepatitis B.

2. BCG

Selanjutnya adalah imunisasi BCG. Ini merupakan imunisasi yang penting mengingat tingginya angka TBC di Indonesia. Waktu terbaik memberikan imunisasi ini adalah saat anak berusia 2-3 bulan karena pada bayi kurang dari 2 bulan sistem imun mereka belum matang. 

3. Polio

Vaksin polio (OPV) diberikan saat usia bayi 1,2, 4, 6, 18 bulan atau bisa juga 2, 3, 4 bulan sesuai dengan anjuran pemerintah. Sedangkan untuk vaksin polio suntik (IPV) diberikan pada usia 2, 4, 6-18 bulan, dan 6-8 tahun. 

4. DPT

Imunisasi DPT juga amat penting dalam rangka mengeliminasi tetanus. Imunisasi diberikan 3 kali. Vaksin DPT pertama diberikan paling cepat saat bayi berusia 6 minggu.

Dapat diberikan juga DPTw atau DPTa, bisa juga dikombinasikan dengan vaksin lainnya. Apabila anak diberikan vaksin DPTa maka interval mengikuti vaksin tersebut yaitu 2, 4, dan 6 bulan.

5. Campak

Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan, dan dosis ulangan (second opportunity pada crash program campak) pada usia 6-59 bulan serta saat SD kelas 1-6. 

Jika Mom’s belum memberikan imunisasi campak saat bayi berusia 9-12 bulan bisa diberikan kapan saja saat waktu imunisasi. Atau bila anak berusia lebih dari 1 tahun bisa diberikan vaksin MMR.

Jenis-jenis imunisasi dasar untuk anak menurut IDAI

Selain 5 jenis vaksin untuk bayi di atas, anak Moms juga harus mendapat imunisasi lanjutan sampai usia 18 tahun lho.

IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia punya rekomendasi jenis-jenis imunisasi dasar apa yang harus didapatkan anak sampai usianya 18 tahun.

Jenis-jenis imunisasi untuk anak di antaranya adalah vaksin TT, hepatitis B, MMR, tifoid, hepatitis A, varisela, influenza, pneumokokus, HPV.

1. Vaksin pneumokokus (PCV)

IDAI menyarankan Moms memberikan jenis imunisasi ini pada anak untuk mencegah penyakit meningitis dan pneumonia. Apabila diberikan pada umur 7-12 bulan, PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan.

Pada umur lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali, namun keduanya perlu booster 1 kali pada umur lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak umur di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali.

2. Jenis imunisasi dengan vaksin rotavirus

Vaksin rotavirus ada 2 jenisnya, monovalen dan pentavalen.  Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali. Vaksin rotavirus monovalen dosis I diberikan umur 6-14 minggu, dosis ke-2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu.

Sebaiknya vaksin rotavirus monovalen selesai diberikan sebelum umur 16 minggu dan tidak melampaui umur 24 minggu. Vaksin rotavirus pentavalen : dosis ke-1 diberikan umur 6-14 minggu, interval dosis ke-2 dan ke-3, 4-10 minggu; dosis ke-3 diberikan pada umur kurang dari 32 minggu (interval minimal 4 minggu).

Rotavirus adalah virus yang dapat mengganggu sistem pencernaan. Jadi dengan memberikan jenis imunisasi ini pada anak atau bayi, Moms membantu tubuh merena tercegah dari penyakit diare akibat infeksi rotavirus.

3. Vaksin varisela

Jenis-jenis imunisasi berikutnya yang harus diberikan pada anak adalah vaksin varisela. Vaksin atau imunisasi jenis  varisela ini dapat diberikan pada anak setelah berumur di atas 12 bulan.

Idealnya anak mendapat imunisasi vaksin varisela sebelum mereka masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada umur lebih dari 12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

Jenis imunisasi vaksin varisela ini berguna untuk mencegah anak terserang penyakit varicella zoster atau cacar air. 

4. Vaksin influenza

Vaksin influenza diberikan pada umur minimal 6 bulan, diulang setiap tahun. IDAI menyarankan untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak umur kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu. 

Untuk anak 6 – < 36 bulan, dosis 0,25 mL. Imunisasi jenis ini dapat mencegah anak terserang berbagai jenis penyakit flu.

5.  Vaksin human papilloma virus (HPV)

Jenis imunisasi dasar untuk anak menurut IDAI yang terakhir adalah vaksin HPV atau human papilloma virus. Jenis imunisasi ini diberikan saat anak sudah menginjak usia 10 tahun.

Vaksin HPV bivalen diberikan tiga kali dengan interval 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen dengan interval 0,2,6 bulan.

Imunisasi jenis ini dapat mencegah anak terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh virus human papilloma virus, salah satunya adalah kutil.

Bagaimana jika terlambat dari jadwal imunisasi bayi

Karena berbagai kondisi, mungkin Mom’s bisa melewatkan jadwal imunisasi, apakah jika terlewat ada dampak buruk bagi kesehatan anak?

Selama anak belum mendapatkan imunisasi tersebut, imun anak dalam melawan penyakit menjadi lemah. Jadi akan lebih rentan terkena penyakit.

Kalau Mom’s terlambat memberikan imunisasi, yang harus dilakukan adalah  cukup memberikan imunisasi lanjutan, tidak perlu memberikan dari awal.

Nah, untuk itu sangat penting bagi Mom’s untuk memerhatikan jadwal agar bisa memberikan imunisasi tepat waktu. Dengan begitu anak dapat perlindungan dari berbagai macam penyakit.

Agar Mom’s tidak terlewat dalam memberikan jadwal imunisasi bayi. Berikut adalah jadwal imunisasi yang dapat diunduh.

Jaga kesehatan Moms dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Pusdatin Kemenkes (2018). Diakses pada 12/5/20. Situasi dan analisis imunisasi 

p2p Kemenkes (2019). Diakses pada 12/5/20. Imunisasi lengkap Indonesia Sehat

Depkes (2018). Diakses pada 12/5/20. Berikan Anak Imunisasi Rutin dan Lenkap, Ini Rinciannya

IDAI (2015). Diakses pada 12/05/20. MELENGKAPI/ MENGEJAR IMUNISASI

IDAI (2014). Diakses pada 12/05/20. Jadwal Imunisasi IDAI

Queensland Government (2018). Diakses pada 12/5/20. Immunisation is important for children

 

    Berita Terkait
    register-docotr