Kamus Obat

Jangan Asal Konsumsi, Lebih Baik Minum Obat Antidepresi yang Sering Diresepkan Dokter, Ini Daftarnya

September 5, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Obat anti depresi bisa dikonsumsi oleh siapa saja baik pria maupun wanita, terutama ketika berada di awal masa dewasa lho! Ya, depresi sendiri merupakan masalah kesehatan mental yang memerlukan perawatan optimal bersama dokter ahli.

Hal ini dikarenakan depresi bisa memengaruhi otak sehingga dibutuhkan beberapa metode penanganan, termasuk dengan obat-obatan. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut yuk simak beberapa obat anti depresi yang sering diresepkan oleh dokter.

Baca juga: Diet Sehat: Panduan, Tips, dan Menu Diet Agar Berat Badan Cepat Turun

Beberapa obat anti depresi yang biasa diresepkan dokter

Obat anti depresi umumnya berguna untuk membantu meringankan gejala pada masalah yang terjadi. Dilansir dari Healthline, setiap obat yang digunakan untuk mengobati depresi bekerja dengan menyeimbangkan bahan kimia tertentu di otak atau disebut juga neurotransmiter.

Terkadang, beberapa orang membutuhkan sejumlah antidepresan atau kombinasi obat tertentu sehingga butuh waktu lama untuk sembuh. Nah, berikut ini beberapa obat penenang depresi yang biasanya diresepkan oleh dokter.

Penghambat reuptake serotonin selektif atau SSRI

SSRI merupakan kelas antidepresan yang paling sering diresepkan oleh dokter. Perlu diketahui, ketidakseimbangan serotonin mungkin berperan penting dalam munculnya masalah depresi.

Karena itu, obat-obatan ini dapat membantu melawan gejala depresi dengan mengurangi pengambilan kembali serotonin di otak.

Mengonsumsi obat ini memberikan efek untuk membuat lebih banyak serotonin sehingga otak dapat bekerja dengan baik. Beberapa jenis obat penghambat reuptake serotonin selektif atau SSRI yang biasa diberikan, yakni sertraline, fluoxetine, citalopram, escitalopram, dan paroxetine.

Meski efektif mengatasi masalah depresi, obat ini bisa juga menyebabkan efek samping setelah mengonsumsinya. Efek samping yang mungkin dirasakan, antara lain mual, kesulitan tidur, kegugupan, hingga masalah seksual.

Penghambat reuptake serotonin dan norepinefrin atau SNRI

Selain SSRI, obat penenang depresi lainnya yang bisa kamu konsumsi adalah penghambat reuptake serotonin dan norepinefrin atau SNRI. Obat satu ini diketahui dapat membantu meningkatkan kadar serotonin dan norepinefrin di otak.

Karena itu, jika dikonsumsi dengan tepat dan sesuai anjuran dokter maka bisa mengurangi gejala depresi.

Tak hanya membantu mengatasi gejala depresi, obat SNRI juga bisa meredakan nyeri pada tubuh. Beberapa jenis obat SNRI yang biasa diresepkan dokter, antara lain desvenlafaxine, duloxetine, dan venlafaxine.

Obat satu ini sangat dianjurkan untuk mengobati nyeri kronis karena biasanya dapat menyebabkan depresi atau memperburuk keadaan. Dalam beberapa kasus, orang dengan depresi menjadi lebih sadar akan rasa sakit dan nyeri.

Namun, perlu diketahui juga jika obat ini bisa mengakibatkan mual, kantuk, kelelahan, sembelit, hingga mulut kering.

Antidepresan trisiklik atau TCA

Obat antidepresan trisiklik atau biasa disebut dengan TCA sering diresepkan saat SSRI atau obat penenang lain tidak bekerja dengan maksimal. Namun, obat ini belum sepenuhnya dipahami bagaimana bisa bekerja untuk mengobati depresi.

Nah, beberapa jenis antidepresan trisiklik yang bisa dikonsumsi yakni amitriptyline, amoxapine, clomipramine, desipramine, doxepin, imipramine, nortriptyline, dan trimipramine. Meski dijadikan sebagai pilihan alternatif, obat ini juga memiliki beberapa efek samping.

Efek samping yang umumnya dirasakan setelah mengonsumsi TCA, antara lain sembelit, mulut kering, dan kelelahan. Namun, ada pula efek samping yang lebih serius dari obat yakni tekanan darah menjadi rendah, detak jantung tidak teratur, hingga mengakibatkan kejang.

Penghambat oksidase monoamine atau MAOIs

MAOIs merupakan obat anti depresi lainnya yang bekerja dengan cara menghentikan pemecahan norepinefrin, dopamin, dan serotonin.

Obat ini lebih sulit dikonsumsi orang daripada kebanyakan antidepresan lainnya karena berinteraksi dengan obat resep, obat non resep, dan beberapa makanan.

Tak hanya itu, obat ini juga tidak dapat dikombinasikan dengan stimulan atau antidepresan lainnya. Beberapa jenis MAOIs yang biasa diresepkan dokter, antara lain isocarboxazid, fenelzin, dan juga selegiline.

Karena termasuk obat yang sulit dikonsumsi, MAOIs memiliki banyak efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin dirasakan, yakni mual, pusing, kantuk, kesulitan tidur, hingga kegelisahan.

Baca juga: Terpapar Polutan Bikin Sesak Napas? Intip Cara Membersihkan Paru-paru Berikut Ini!

Perlukah pemberian obat anti depresi dikonsultasikan dengan dokter?

Sebelum mengonsumsi obat penenang depresi, konsultasi harus dilakukan bersama dokter terlebih dahulu agar pemberian dosisnya tepat dan sesuai. Beberapa orang mungkin akan berhasil menemukan obat dengan mudah, namun lainnya butuh waktu lebih lama. 

Jika kamu baru mulai mengonsumsi obat anti depresi, maka berikan waktu untuk coba-coba. Perlu diketahui, biasanya dibutuhkan setidaknya enam minggu agar antidepresan dapat bekerja sepenuhnya dalam tubuh untuk menyembuhkan gejala depresi.

Tanyakan pada dokter berapa lama waktu yang dibutuhkan agar obat dapat bekerja. Jika gejala depresi belum juga membaik, maka segera bicarakan lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan obat lain yang mungkin lebih efektif. 


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2019), diakses pada 2 September 2020. What Medications Help Treat Depression?
  2. Mayo Clinic (2019), diakses pada 2 September 2020. Antidepressants: Selecting one that’s right for you
    Berita Terkait
    register-docotr