Diet dan Nutrisi

5 Manfaat Temu Ireng bagi Kesehatan yang Wajib Kamu Ketahui

January 8, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Manfaat temu ireng sangat beragam. Tanaman ini biasanya dijadikan sebagai jamu untuk membantu menambah nafsu makan pada anak. Yuk, ketahui mengenai khasiat lain dari temu ireng di sini.

Baca juga: 5 Manfaat Buah Pinang Muda untuk Kesehatan, Kenali Juga Efek Sampingnya

Kandungan nutrisi temu ireng

Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb) adalah salah satu tanaman dari keluarga Zingiberaceae. Tanaman ini berasal dari Myanmar, dan banyak ditemukan di negara Asia lainnya, seperti Kamboja, Vietnam, Malaysia, Thailand, hingga Indonesia.

Tanaman ini memiliki karakteristik batang berwarna hijau, dengan panjang batang sekitar 50cm. Tinggi tumbuhan yang juga dikenal sebagai jahe merah muda dan biru ini dapat mencapai 200 cm.

Temu ireng sendiri telah lama digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional, biasanya penggunaannya diperoleh melalui rimpang. Rimpang temu ireng mengandung saponin, damar, flavonoid, minyak atsiri, serta kurkuminoid.

Manfaat temu ireng untuk kesehatan

Khasiat temu ireng untuk kesehatan sangat beragam. Khasiat yang dimiliki oleh temu ireng sendiri tidak lepas dari kandungan yang dimilikinya. Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat temu ireng yang perlu kamu tahu.

1. Memiliki sifat antibakteri

Kandungan minyak atsiri yang terdapat dalam temu ireng memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan E.coli.

Melansir dari laman Departement of Health, Staphylococcus aureus adalah bakteri penyebab utama infeksi kulit dan jaringan lunak, seperti abses atau selulitis. Sedangkan bakteri E.coli adalah jenis bakteri yang biasanya hidup di usus.

Sebagian besar jenis E.coli tidak berbahaya dan dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. Akan tetapi, beberapa strain dapat menyebabkan diare.

2. Menambah nafsu makan

Salah satu manfaat temu ireng paling terkenal adalah sebagai penambah nafsu makan.

Peneliti melakukan riset terhadap kombinasi terapi pijat dengan herbal temu ireng terhadap peningkatan nafsu makan pada anak usia sekolah.

Hasilnya, terapi pijat anak dengan pemberian herbal temu ireng dapat meningkatkan nafsu makan pada anak. Hasil tersebut dilihat dari pertambahan jumlah kalori yang dikonsumsi serta peningkatan berat badan.

Baca juga: Manfaat Ajaib Jamur Tiram: Jaga Imun dan Sehatkan Jantung!

3. Meredakan batuk dan sesak napas

Dilansir dari Globinmed, secara tradisional temu ireng juga digunakan untuk meredakan batuk dan sesak napas. Meskipun demikian, belum ada bukti kuat untuk membuktikan khasiat temu ireng terhadap batuk dan sesak napas.

4. Mengatasi kebotakan

Manfaat lainnya dari tanaman ini dapat membantu mengatasi kebotakan. Sebuah penelitian terhadap 87 pria dengan androgenetic alopecia (AGA) melakukan pengujian mengenai efektvitas temu ireng terhadap pengobatan androgenetic alopecia.

Dalam penelitian, peserta secara acak menerima temu ireng, minoxidil atau obat penumbuh rambut, serta kombinasi dari ekstrak hekasana temu ireng dan minoxidil atau plasebo, dua kali sehari selama 6 bulan.

Kemanjuran dilihat dari jumlah pertumbuhan rambut di area yang ditargetkan serta penilaian subjektif pasien terhadap pertumbuhan rambut serta kerontokan rambut.

Hasil menunjukkan bahwa, kombinasi ekstrak hekasana temu ireng dengan minoxidil dapat memperlambat kerontokan rambut sekaligus meningkatkan pertumbuhan rambut.

5. Sebagai antioksidan

Seperti yang sudah diketahui salah satu kandungan yang terdapat di dalam tanaman yang sering dijadikan sebagai jamu ini adalah flavonoid. Flavonoid sendiri dapat berfungsi sebagai antioksidan maupun antimikroba.

Selain manfaat yang sudah disebutkan di atas, rimpang temu ireng juga dipercaya memiliki khasiat untuk melancarkan nifas setelah melahirkan, membantu mengobati penyakit kulit tertentu, seperti kudis, mengatasi kolik, sariawan serta cacingan.

Meskipun demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat tersebut untuk membuktikan kemanjuran dari temu ireng.

Manfaat temu ireng banyak, tetapi jangan gunakan sembarangan

Temu ireng adalah salah satu tanaman herbal yang memiliki manfaat bagi kesehatan dan telah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional. Biasanya, temu ireng diolah sebagai jamu.

Perlu diketahui bahwa, rimpang temu ireng memiliki rasa yang pahit serta aroma yang khas. Karena memiliki rasa pahit, konsumsi temu ireng dapat dicampur dengan bahan-bahan alami yang dapat mengurangi rasa pahit.

Meskipun dipercaya dapat menangani kondisi tertentu, akan tetapi masih diperlukan banyak penelitian untuk membuktikan manfaat temu ireng dalam pengobatan.

Oleh karena itu, jika kamu ingin mengonsumsi temu ireng sebagai penunjang pengobatan medis, akan lebih baik jika konsultasikan terlebih dahulu pada dokter, ya.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan anak? Silakan chat kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantumu dengan akses layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Departement of Health (2010). Diakses pada 28 Desember 2020. About Staphylococcus aureus 

Globinmed. Diakses pada 28 Desember 2020. Temu hitam Rhizome 

Unimus. Diakses pada 28 Desember 2020. Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) 

Webmd (2020). Diakses pada 28 Desember 2020. What is E. Coli? 

Sihombing, Monang, dan Victoria Kristina Ananingsih (2018). Encapsulated Curcuma aeruginosa: Inhibition Method of Bitter Receptor Cells from The Perspective of Wall Formation. Indonesian Journal of Agricultural Research (diakses pada 28 Desember 2020)

Adianti, Myrna, Resti Ella Pramesti, dan Edith Frederika Puruhito (2020). COMBINATION THERAPY OF MASSAGE AND TEMU IRENG HERBAL (CURCUMA AEORUGINOSA ROXB.) TO INCREASE CHILD APPETITES AND FOOD INTAKE. Journal of Vocational Health Studies (diakses pada 28 Desember 2020)

Pumthong, Ganniga, Pravit Asawanonda (2012). Curcuma aeruginosa, a novel botanically derived 5α-reductase inhibitor in the treatment of male-pattern baldness: a multicenter, randomized, double-blind, placebo-controlled study. NIH (diakses pada 28 Desember 2020)

Rajkumari, Sanatombi, dan K. Sanatombi (2017). Nutritional value, phytochemical composition, and biological activities of edible Curcuma species: A review. Taylor & Francis Online (diakses pada 28 Desember 2020)

Sari, Alvika Meta, dan Erba Vidya Cikta (2016). EKSTRAKSI FLAVONOID DARI TEMU IRENG (Curcuma aeruginosa Roxb) DAN APLIKASINYA PADA SABUN TRANSPARAN. Jurnal.umj.ac.id (diakses pada 28 Desember 2020)

    register-docotr