Diet dan Nutrisi

Manfaat Ajaib Jamur Tiram: Jaga Imun dan Sehatkan Jantung!

December 21, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan jamur yang satu ini: jamur tiram. Jamur tiram seringkali ditemukan dalam berbagai olahan makanan. Rasanya yang nikmat menjadikannya sebagai bahan makanan favorit.

Namun di balik itu semua ternyata jamur tiram memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh, lho! Apa saja manfaat jamur tiram? Yuk simak di sini!

Baca juga: Tak Hanya Manis, Ini 5 Manfaat Madu Clover Honey untuk Kesehatan Tubuh

Kandungan nutrisi jamur tiram

Jamur tiram adalah jenis jamur yang bisa dimakan. Jamur tiram seringkali dikonsumsi sebagai makanan, tetapi jamur tiram juga tersedia dalam bentuk suplemen.

Dalam sistem pengobatan tertentu, seperti pengobatan tradisional Tiongkok, jamur tiram digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan.

Dalam satu porsi 1 cangkir (86 gram) jamur tiram mentah yang diiris mengandung:

  • Kalori: 28
  • Lemak: 0,3 gram
  • Sodium: 15,5 mg
  • Karbohidrat: 5,2 gram
  • Serat: 2 gram
  • Gula: 0,95
  • Protein: 2,9 gram

Selain kandungan nutrisi yang sudah disebutkan di atas, jamur tiram juga merupakan sumber vitamin yang sangat baik.

Jamur tiram mengandung niacin (vitamin B3), riboflavin (vitamin B2), vitamin D, dan asam pantotenat. Tak hanya itu, jamur tiram juga mengandung sejumlah kecil folat, vitamin B6, serta tiamin (vitamin B1).

Untuk mineral sendiri, jamur tiram mengandung fosfor, kalium, tembaga, zat besi, magnesium, zinc, mangan, serta selenium.

Berbagai manfaat jamur tiram yang bisa kamu peroleh

Kaya akan kandungan nutrisi, membuat manfaat jamur tiram sangat beragam. Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat jamur tiram yang perlu kamu tahu.

1. Cocok untuk diet sehat

Dari kandungan nutrisi yang sudah dijabarkan, kamu tentu menyadari kalau kandungan kalori jamur tiram termasuk rendah. Itu sebabnya makanan yang satu ini cocok untuk dijadikan diet sehat.

Situs kesehatan Healthline menyebut konsumsi makanan yang mengandung kalori rendah bisa membuat kamu hidup lebih lama. Oleh karena itu, karena kalori jamur tiram rendah, maka makanan ini bisa menjadi satu pilihan kamu.

Satu kajian yang dipublikasi dalam jurnal Cell Metabolism bahkan menyebut memangkas asupan kalori hingga 15 persen dalam dua tahun dapat melambatkan proses penuaan dan melindungi kamu dari penyakit seperti kanker, diabetes dan Alzheimer.

2. Mendukung sistem kekebalan tubuh

Betaglukan yang terkandung di dalam jamur tiram menjadikannya salah satu makanan terbaik untuk melindungi sistem kekebalan tubuh dari penyakit jangka pendek maupun jangka panjang.

Tak hanya itu, jamur tiram juga mengandung antioksidan lain untuk membantu mencegah kerusakan akibat radikal bebas dan stres oksidatif sehingga sistem kekebalan tubuh dapat bertahan melawan penuaan.

3. Mengatur kadar kolesterol

Jamur tiram memiliki rasa yang gurih namun tidak mengandung kolesterol, ini menjadikannya sebagai bahan makanan pengganti daging yang baik dalam hidangan tumis.

Satu studi menemukan bahwa mengonsumsi jamur tiram mampu mengurangi trigliserida dan kadar kolesterol pada pasien diabetes serta mampu mengurangi kadar gula darah tinggi.

4. Mengurangi risiko kanker

Manfaat jamur tiram lainnya yang bisa kamu peroleh adalah dapat mengurangi risiko kanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jamur tiram memiliki khasiat untuk melawan komponen pemicu kanker.

Sebuah studi pada 2012 menunjukkan bahwa ekstrak jamur tiram dapat menekan pertumbuhan dan penyebaran kanker payudara dan kanker usus besar dalam sel manusia.

Meskipun demikian, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami hubungan tersebut sepenuhnya.

5. Meningkatkan metabolisme tubuh

Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak sayuran kaya serat seringkali direkomendasikan oleh ahli kesehatan sebagai metode untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.

Tetapi jamur menawarkan manfaat tambahan untuk membantumu menjaga kesehatan metabolisme lebih baik.

Bahkan dalam satu studi yang meneliti tentang efek jamur yang dapat dimakan pada obesitas menunjukkan bahwa konsumsi jamur secara teratur efektif dalam pengobatan sindrom metabolik, termasuk obestitas.

Namun hal tersebut harus dikombinasikan dengan latihan fisik secara teratur, serta mengubah pola makan dan gaya hidup.

Baca juga: Ragam Vitamin dan Mineral untuk Memperkuat Daya Tahan Tubuh

6. Menjaga kekuatan tulang

Jamur tiram memiliki banyak nutrisi penting untuk membangun tulang yang kuat, terutama vitamin D dan magnesium. Tubuh membutuhkan vitamin D serta magnesium untuk memproses kalsium dan menyimpannya di tulang.

7. Menjaga kesehatan jantung

Penelitian telah menunjukkan bahwa makanan utuh dengan serat, seperti jamur dapat memberikan efek kesehatan dengan sedikit kalori yang mana hal ini menjadikannya pilihan cerdas untuk pola makan yang sehat.

Bahkan sebuah studi mengatakan bahwa serat dalam sayuran dan makanan lain dapat mengurangi risiko aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri) dan penyakit kardiovaskular.

Manfaat jamur tiram memang sangat banyak. Namun, sebaiknya jangan belebihan mengonsumsi jamur ini ya, konsumsilah jamur tiram dalam jumlah yang cukup. Bagaimana, sudah siap menjadikan jamur tiram sebagai makanan favoritmu?

8. Manfaat jamur tiram untuk asam lambung

Salah satu efek jamur tiram untuk asam lambung adalah menyeimbangkan kadar keasaman di dalam perut. Oleh karena itu, jamur tiram bisa jadi satu pilihan makanan yang cocok bagi penderita GERD.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Southeast Asian Journal of Science and Technology membuktikan konsumsi jamur tiram untuk menurunkan hyperacidity atau kadar asam lambung yang tinggi.

Dalam penelitian disebutkan kalau jamur tiram menghasilkan residu alkaline (basa) yang ketika masuk dalam metabolisme tubuh akan menyeimbangkan kadar asam dalam perut.

9. Manfaat jamur tiram untuk penderita asam urat

Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Mycobiology menyebut kalau jamur tiram aman untuk penderita asam urat. Bahkan, makanan ini dikatakan mengandung aktivitas penghambat xanthine oxidase (XOD) yang merupakan anti-asam urat.

Untuk melakukan kajian efek jamur tiram untuk asam urat ini, peneliti menggunakan tikus yang sudah disuntikkan pemicu asam urat lalu diberikan ekstrak jamur tiram.

Hasilnya, ada efek jamur tiram terhadap asam urat yang diderita oleh tikus tersebut, meskipun tidak sesignifikan obat-obatan anti-asam urat yang dijual di pasaran.

Olahan jamur tiram

Ada berbagai jenis resep olahan jamur tiram yang bisa kamu coba untuk diet sehat kamu. Salah satunya adalah oseng jamur tiram dengan bok choy yang juga mengandung banyak nutrisi.

Untuk membuat olahan jamur tiram ini, kamu membutuhkan bahan-bahan berikut:

  • 340 gram jamur tiram
  • 1,3 Kg bok choy
  • 2 sendok makan minyak kelapa
  • 2 sendok makan minyak wijen panggang
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sendok makan jahe
  • 2 sendok makan air
  • 3 sendok makan kecap
  • 2 sendok makan gula

Cara memasak:

  • Pangkas bagian bawah jamur yang dekat dengan pangkalnya. Potong-potong hingga seukuran satu kali gigit
  • Pisahkan daun dan batang bok choy. Potong-potong batangnya hingga masing-masing berukuran 1 cm
  • Panaskan minyak kelapa, minyak wijen, dan cacahan bawang putih di atas penggorengan dengan api yang sedang hingga bawang putih menjadi kecokelatan
  • Masukkan jahe dan tumis hingga berwarna kecokelatan
  • Tambahkan jamur dan bok choy, tambahkan panas lalu oseng-oseng sayuran tersebut selama 5 menit hingga layu
  • Tambahkan air, kecap dan gula. Tutup dan biarkan air tersebut mendidih, atur panas menjadi sangat kecil dan lakukan selama 3 menit

Dilansir laman Verywellfit, dalam satu sajian makanan ini terdapat 71 kalori, 5 gram lemak, 5 gram karbohidrat serta 3 gram protein.

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Freshcap Mushroom. Diakses pada 13 Oktober 2020. 8 Incredible Oyster Mushroom Benefits for Immune Health 

Very Well Fit (2020). Diakses pada 13 Oktober 2020. Oyster Mushroom Nutrition Facts and Health Benefits 

Khatun, K, H Mahtab (2007). Oyster Mushroom Reduced Blood Glucose and Cholesterol in Diabetic Subjects. NIH. (diakses pada 13 Oktober 2020)

Martin, Keith R, dan Sara K Brophy (2010). Commonly Consumed and Specialty Dietary Mushrooms Reduce Cellular Proliferation in MCF-7 Human Breast Cancer Cells. Sage Journals  (diakses pada 13 Oktober 2020)

Xu, Tongtong, Robert B Beelman, dan Joshua D Lambert (2012). The Cancer Preventive Effects of Edible Mushrooms. Bentham Science  (diakses pada 13 Oktober 2020)

Ganesan, Kumar, dan Baojun Xu (2000). Anti-Obesity Effects of Medicinal and Edible Mushrooms. MDPI (diakses pada 13 Oktober 2020)

Soliman, Ghada A (2019). Dietary Fiber, Atherosclerosis, and Cardiovascular Disease. MDPI (diakses pada 13 Oktober 2020)

Healthline, diakses 21 Desember 2020. Eating Less Just Might Help You Live Longer

Cell Metabolism Journal, diakses 21 Desember 2020. Metabolic Slowing and Reduced Oxidative Damage with Sustained Caloric Restriction Support the Rate of Living and Oxidative Damage Theories of Aging

Verywellfit, diakses 21 Desember 2020. Bok Choy and Oyster Mushroom Stir-Fry Recipe

Southeast Asian Journal of Science and Technology, diakses 21 Desember 2020. Alkalinization Of The Gastroesophageal Region And Coagulation Abilities Of Oyster Mushroom (Pleurotus Ostreatus)

National Library of Medicine, diakses 21 Desember 2020. Characterization of an Anti-gout Xanthine Oxidase Inhibitor from Pleurotus ostreatus

    register-docotr