Info Sehat

Benarkah Duduk Terlalu Lama Meningkatkan Risiko Kematian Dini?

December 21, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Duduk terlalu lama membuat kamu menggunakan sedikit energi dibandingkan berdiri atau bergerak. Maka dari itu, duduk terlalu lama dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan kelebihan lemak tubuh.

Masalah kesehatan tersebut kemudian dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan kanker. Dilansir Mayoclinic, duduk dalam waktu lama, seperti mengemudi atau di depan layar, juga bisa berbahaya.

Mereka yang duduk selama lebih dari delapan jam sehari tanpa aktivitas fisik memiliki risiko kematian yang serupa dengan risiko akibat obesitas dan merokok. 

Penelitian tentang terlalu banyak duduk meningkatkan risiko kematian dini

Dilansir Healthline, kebiasaan duduk terlalu lama dikaitkan dengan lebih dari 30 penyakit dan kondisi kronis, termasuk 112 persen peningkatan risiko diabetes dan 147 persen peningkatan risiko penyakit jantung. 

Selain itu, menurut data dari lebih dari satu juta orang menunjukkan bahwa semakin banyak duduk, semakin besar kemungkinan meninggal lebih cepat. 

Faktanya, orang yang kurang bergerak memiliki risiko 22-49 persen lebih besar mengalami kematian dini. Namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahami hasil penelitian tersebut. 

Risiko lain akibat terlalu lama duduk

Selain bisa meningkatkan risiko kematian dini, terlalu lama duduk juga bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti:

  • Bahu dan leher kaku. Duduk lama dan ditambah membungkuk karena harus melihat layar laptop akan membuat bahu dan lehermu kaku. Ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman untuk melakukan kegiatan sehari-hari lainnya.
  • Varises. Darah bisa berdiam di kaki dan menyebabkan varises jika duduk terlalu lama. Meski tidak berbahaya ini dapat membuat kaki tidak sedap dipandang.
  • Deep vein thrombosis (DVT). Atau penggumpalan darah yang sering terjadi di kaki. Jika gumpalan pecah maka aliran darah ke bagian tubuh lain akan terputus dan ini dapat menjadi keadaan darurat, menyebabkan komplikasi serius hingga kematian.
  • Risiko diabetes. Hal ini terkait duduk terlalu lama dapat meningkatkan resistensi insulin yang biasanya menjadi awal mula diabetes.
  • Penyakit jantung. Para ahli mengatakan orang yang memiliki kebiasaan terlalu lama duduk memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung atau stroke.
  • Risiko kanker. Dilansir Healthline, duduk terlalu lama bisa meninggikan risiko kanker khususnya kanker paru, rahim dan usus besar.
  • Kecemasan dan depresi. Bukan cuma mengganggu kesehatan fisik, kondisi mental juga bisa terpengaruh, dan kamu bisa mengatasinya dengan olahraga teratur.
  • Sakit pinggul dan punggung. Seperti yang terjadi pada otot kaki, pinggul dan punggung ikut menahan tubuh saat duduk terlalu lama. Sehingga dapat menyebabkan nyeri, bahkan bisa memengaruhi postur jika salah posisi atau tidak menggunakan kursi ergonomis.
  • Penambahan berat badan. Duduk lama akan membuat pelepasan molekul lipoprotein lipase menurun. Hal ini akan membuat tubuh lebih sedikit memproses lemak dan gula yang kamu konsumsi hingga menyebabkan bertambahnya berat badan.
  • Serta kaki dan otot bokong yang melemah. Duduk akan membuat otot tubuh menahan berat tubuh dan jika dilakukan terlalu lama akan menyebabkan atrofi otot atau melemahnya otot.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah efek duduk terlalu lama? 

Dilansir Harvard Health Publishing, memperbanyak aktivitas adalah langkah tepat untuk menghindari risiko kesehatan duduk terlalu lama. Jika kamu adalah salah satu orang yang memiliki aktivitas terlalu lama duduk, kamu bisa mencoba beberapa kegiatan berikut ini:

  • Pasang alarm pengingat setiap 30 menit. Kemudian lakukan peregangan otot sebelum kembali duduk dan melanjutkan pekerjaan. 
  • Luangkan waktu untuk berdiri, misalnya setiap ada telepon atau luangkan waktu untuk mengecek acara televisi sambil bangun dari duduk.
  • Jika memungkinkan, buat perubahan pada area kerja. Misalnya dengan meja berdiri atau cari tempat yang bisa membuatmu melakukan pekerjaan sambil berdiri. 
  • Kalau kamu memiliki treadmill di rumah, cobalah beli alat bantu yang bisa diletakan di antara pegangan treadmill, dan letakkan laptop dan lakukan pekerjaan sambil berjalan santai di atas treadmill

Pentingnya kurangi waktu duduk dan perbanyak aktivitas fisik

Intensitas duduk bisa bertambah seiring dengan kebijakan bekerja dari rumah selama pandemi COVID-19. Oleh karena itu, sebaiknya kamu mencari kegiatan lain untuk menyelingi waktu bekerja sambil duduk di depan laptop

Melakukan kegiatan fisik, meski dilakukan dengan santai bisa sangat membantumu, karena kegiatan itu tetap membantu membakar kalori. Jika kalori terbakar dapat membantu penurunan berat badan dan peningkatan energi.

Selain itu aktivitas fisik juga menambah kekuatan otot. Kamu akan lebih sehat dari segi fisik, terutama seiring dengan bertambahnya usia. Karena orang yang lebih tua dan tidak aktif bergerak lebih mungkin terkena osteoporosis (tulang yang melemah).

Demikian ulasan risiko yang dapat ditimbulkan akibat terlalu lama duduk. Salah satunya bisa meningkatkan risiko kematian dini. Mulai sekarang, yuk perbanyak kegiatan fisik, agar terhindar dari bahaya tersebut.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Mayoclinic, diakses 18 Desember 2020
What are the risks of sitting too much?
Health.harvard.edu, diakses 18 Desember 2020
The dangers of sitting
Healthline, diakses 18 Desember 2020
Is Sitting Too Much Bad for Your Health?
Healthline, diakses 18 Desember 2020
10 Things That Happen When You Sit Down All Day
Webmd, diakses 18 Desember 2020
Why Sitting Too Much Is Bad for Your Health

    Berita Terkait
    register-docotr