Diet dan Nutrisi

Hari Gizi Nasional, Ini 7 Bahan Makanan Lokal yang Murah dan Bergizi Tinggi

January 25, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Setiap tanggal 25 Januari, masyarakat Indonesia merayakan momen penting yang dikenal dengan Hari Gizi Nasional (HGN).

Mengambil tema “Remaja Sehat, Bebas Anemia”, perayaan tahun ini bertujuan untuk mempersiapkan remaja yang sehat, bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga kognitif, psikologis, dan sosial.

Di tengah upaya melawan COVID-19 seperti sekarang, kamu tetap bisa berkonstribusi dalam merayakan HGN, dengan mengenal berbagai bahan makanan lokal yang murah dan bergizi tinggi berikut.

Baca juga: Tak Asal Kenyang, Makanan yang Masuk Perut Wajib Penuhi 5 Kriteria Sehat Ini

Apa itu hari gizi nasional?

Hari gizi nasional pertama kali dirayakan pada 1951. Tujuannya adalah untuk membantu memperbaiki kondisi gizi masyarakat yang saat itu masih sangat buruk.

Seiring dengan berjalannya waktu, tema yang diambil terus mengalami penyesuaian.

Tahun ini, HGN diharapkan menjadi momen untuk saling bekerja sama dalam meningkatkan perbaikan gizi dan derajat kesehatan di kalangan remaja.

Hal ini dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dengan mengedukasi tentang pentingnya peran gizi seimbang dalam penanggulangan anemia di tengah kaum remaja.

Mengenal bahan makanan lokal bergizi tinggi untuk rayakan Hari Gizi Nasional

Saat ini, Indonesia memerlukan remaja yang sehat, kreatif dan kritis agar dapat memaksimalkan produktivitasnya dalam rangka membangun negara.

Untuk mewujudkannya, mereka perlu memiliki amunisi kesehatan yang optimal.

Ini bisa dipenuhi salah satunya dengan menjaga asupan makanan bernutrisi tinggi. Tak perlu repot, Indonesia memiliki beragam jenis bahan makanan lokal dan bernutrisi yang mudah diperoleh berikut.

Ikan kembung

Jangan remehkan kandungan gizi yang ada pada ikan ini. Meski harganya murah, tapi ada berbagai nutrisi penting yang bisa kamu dapatkan jika mengonsumsinya secara rutin.

Dilansir dari Healthline, selain kaya akan omega 3 yang baik untuk perkembangan otak, satu piring ikan kembung seberat 350 gram bisa memenuhi vitamin B12 sebanyak 200 persen, dan selenium sebanyak 100 persen dari jumlah kebutuhan harian.

Tak hanya itu, ikan yang rasanya enak dan gurih ini juga sangat mudah disajikan dalam berbagai bentuk hidangan.

Ubi ungu

Memiliki cita rasa yang manis sekaligus gurih, siapa yang tak suka dengan bahan makanan asli dari Asia Tenggara ini?

Diperkaya dengan segudang vitamin, mineral dan antioksidan di dalamnya, memakan ubi ungu bisa menjadi cara mudah untuk membuat tubuh tetap sehat sepanjang hari.

Ubi ungu mengandung bakteri Bifidobacteria yang baik untuk kesehatan usus. Tak hanya itu, sebuah studi menyatakan bahwa ubi ungu merupakan sumber vitamin C yang bisa membantu tubuh menangkal radikal bebas akibat polusi, dan sinar matahari.

Sangat pas dikonsumsi oleh remaja yang sedang dalam usia produktif, bukan?

Tahu dan tempe

Dua bahan makanan ini bisa dibilang adalah makanan kebangsaan Indonesia. Bagaimana tidak? Selain banyak diproduksi oleh pengrajin lokal, bahan utama pembuatan tahu dan tempe juga dengan mudah bisa ditemui di mana saja.

Tempe dan tahu kaya akan fitoestrogen yang dikenal sebagai isoflavon. Ini adalah senyawa tanaman yang berperan memproduksi hormon untuk perkembangan seksual dan reproduksi.

Dilansir dari Healthline, tahu menawarkan sekitar 17–21 mg isoflavon per porsi 3 ons, sementara tempe menyediakan 10–38 mg dalam ukuran porsi yang sama.

Mengonsumsi tahu dan tempe juga bisa membantu menurunkan risiko kanker tertentu dan meningkatkan kesehatan jantung.

Baca juga: Move On dari 4 Sehat 5 Sempurna, Kenali Gantinya Pedoman Gizi Seimbang Ini!

Daun kelor

Memiliki nama latin Moringa oleifera, daun kelor adalah tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional selama ribuan tahun.

Manfaat kesehatannya begitu banyak, salah satunya adalah untuk menurunkan gula darah dan kolesterol. Daun kelor juga sangat bergizi dan bermanfaat bagi orang yang kekurangan nutrisi penting, seperti zat besi.

Daun singkong

Karena adanya kandungan zat besi yang tinggi pada daun singkong, tanaman ini sangat cocok untuk menjaga remaja dan ibu hamil agar terhindar dari risiko anemia.

Daun singkong juga memiliki kandungan folat dan vitamin C yang tinggi yang baik untuk kekebalan tubuh. Karena rasa daun singkong yang hambar, sebaiknya kamu memasaknya dengan sayuran atau daging dengan cara dirajang.

Ikan lele

Protein adalah salah satu sumber energi utama untuk tubuh. Ini juga bertanggung jawab untuk membangun dan memperbaiki jaringan dan otot yang telah rusak.

Satu porsi ikan lele seberat 100 gram bisa menyediakan 32–39 persen dari kebutuhan protein harian kamu. Jumlah kalorinya juga cukup rendah yakni sekitar 105. Pas untuk menu diet, nih.

Kacang hijau

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di dunia.

Lebih dikenal sebagai penyakit kurang darah, anemia disebabkan berkurangnya sel darah merah matang yang membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Sebuah studi menunjukkan bahwa kacang hijau mengandung zat yang dibutuhkan untuk pematangan dan pembentukan sel darah merah sehingga dapat mencegah terjadinya anemia.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Buku Panduan Hari Gizi Nasional (HGN) 61 Tahun 2021, https://promkes.kemkes.go.id/buku-panduan-hari-gizi-nasional-hgn-61-tahun-2021 diakses pada 25 Januari 2021

Hari Gizi Nasional (HGN) ke-60 Tahun 2020, https://promkes.kemkes.go.id/hari-gizi-nasional-hgn-ke-60-tahun-2020 diakses pada 25 Januari 2021

POTENSI AIR REBUSAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiates L) TERHADAP NILAI HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT PADA MENCIT http://digilib.poltekkesdepkes-sby.ac.id/public/POLTEKKESSBY-Studi-2212-ninis.pdf diakses pada 25 Januari 2021

Cassava leaf, https://www.healthbenefitstimes.com/cassava-leaf/ diakses pada 25 Januari 2021

12 Foods That Are Very High in Omega-3, https://www.healthline.com/nutrition/12-omega-3-rich-foods#1.-Mackerel-(4,107-mg-per-serving) diakses pada 25 Januari 2021

7 Benefits of Purple Yam (Ube), and How It Differs from Taro, https://www.healthline.com/nutrition/ube-purple-yam#TOC_TITLE_HDR_3 diakses pada 25 Januari 2021

What’s the Difference Between Tempeh and Tofu? https://www.healthline.com/nutrition/tempeh-vs-tofu#similarities diakses pada 25 Januari 2021

6 Science-Based Health Benefits of Moringa oleifera, https://www.healthline.com/nutrition/6-benefits-of-moringa-oleifera#TOC_TITLE_HDR_8 diakses pada 25 Januari 2021

Green Beans: Nutrition Facts and Health Benefits, https://www.healthline.com/health/food-nutrition/green-beans diakses pada 25 Januari 2021

Is Catfish Healthy? Nutrients, Benefits, and More, https://www.healthline.com/nutrition/is-catfish-healthy diakses pada 25 Januari 2021

 

 

 

 

    register-docotr