Kesehatan Mental

Bahaya Oversharing Kehidupan Pribadi Secara Online bagi Kesehatan Mental

May 25, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, hal ini membuat sebagian orang semakin gemar membagikan kehidupan pribadinya di dunia maya.

Terlepas dari apapun alasannya, kebiasaan tersebut sekilas memang terlihat biasa saja. Namun ternyata ada risiko yang muncul pada kesehatan mental apabila kamu melakukannya secara berlebihan.

Dikenal dengan istilah oversharing, istilah ini mulai ramai diperbincangkan ketika pasangan selebritis muda Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah dinilai terlalu mengumbar kehidupan pribadi mereka.

Baca juga: Mengenal Konsep Ikigai dari Jepang agar Hidup Bahagia dan Sehat

Apa itu oversharing?

Oversharing dapat diartikan sebagai aktivitas di mana kamu mengungkapkan sejumlah detail yang tidak pantas tentang kehidupan pribadi kepada orang lain. Hal ini berlaku baik mengenai dirimu sendiri maupun orang lain.

Meski oversharing bisa terjadi secara online dan offline, tetapi ini telah menjadi masalah tersendiri, ketika media sosial cenderung ‘mendorong’ seseorang untuk terus membuka kehidupan pribadinya ke dunia maya.

Mengapa oversharing di dunia online terjadi?

Selain akibat adanya keinginan untuk menjalin hubungan antarmanusia, kebiasaan oversharing juga bisa muncul akibat rasa kesepian. Ya, rasa sepi dapat membuat seseorang mengungkapkan terlalu banyak informasi pribadi kepada dunia maya.

Dilansir Thrive Global, Dr. Kristin Bianchi, psikolog Center for Anxiety & Behavioral Change di Rockville, Md, mengatakan bahwa oversharing di media sosial terlihat semakin sering terjadi sejak pandemi COVID-19 merebak.

Dampak terlalu mengekspos kehidupan pribadi di dunia maya

Menggunakan media sosial memang bisa membuatmu dekat dengan kerabat, tetapi berlebihan ‘memberi tahu’ dunia online segala sesuatu tentang hidupmu dapat menempatkan kesejahteraan psikologis pada posisi yang rentan.

1. Meningkatkan gejala depresi

Studi tahun 2018 melakukan survei lebih dari 1.700 orang dewasa berusia 19 hingga 32 tahun mengenai efek media sosial terhadap kesehatan mental.

Hasilnya ditemukan bahwa orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial, secara emosional menunjukkan lebih banyak gejala depresi dan kecemasan dibandingkan dengan orang yang tidak terlalu banyak menggunakan media sosial.

2. Kesulitan mengontrol emosi

Tidak semua hal yang kamu bagi akan disuka semua orang. Semakin kamu sering berbagi kehidupan pribadi di media sosial, semakin besar pula risiko kamu menempatkan dirimu di sebuah konflik.

Entah itu disebabkan penilaian orang lain atau hal lainnya. Pada gilirannya ini akan menimbulkan dampak negatif pada harga diri dan kemampuan mengelola emosi secara intens.

3. Menimbulkan rasa egois yang tidak sehat

Berbagi selfie tanpa akhir dan semua pemikiran terdalam kamu di media sosial dapat menciptakan keegoisan yang tidak sehat dan menjauhkan dirimu dari koneksi kehidupan nyata.

Ini karena kamu bisa terpicu menganggap kehidupanmu sebagai yang paling benar dan menganggap hal-hal di luar itu sebagai sesuatu yang salah.

Mengapa menjaga kehidupan pribadi di dunia maya penting bagi kesehatan mental?

Dilansir Scope Blog Stanford Edu, privasi adalah kebutuhan psikologis mendasar. Ini memungkinkan kita untuk pulih dari trauma dan mengembangkan identitas individu.

Tapi di internet, seluruh dunia bisa mengetahui rahasia kita yang paling intim. Di sinilah pentingnya memisahkan kehidupan pribadi dari dunia maya.

Dengan begitu kamu dapat memiliki cara berpikir yang lebih sehat. Ini juga membantu menentukan bagaimana kamu menangani stres, berhubungan dengan orang lain, dan membuat pilihan hidup yang sehat di dunia nyata.

Tips menjaga kehidupan pribadi di media sosial

Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar kehidupan pribadimu tidak membuat kesehatan mental terganggu akibat terlalu sering diunggah secara online.

Pisahkan profil

Ada beberapa cara memastikan bahwa kamu tidak membiarkan media sosial merusak kehidupan pribadimu. Salah satunya dengan memiliki profil terpisah untuk masing-masing.

Profil pribadi seharusnya hanya dapat diakses oleh teman dan keluarga, dan tidak bisa diikuti oleh orang-orang di luar circle itu.

Pahami aturan privasi

Selain itu, penting juga untuk memahami cara mengoperasikan pengaturan privasi di setiap akun media sosial yang kamu miliki.

Batasi siapa saja yang bisa melihat, mengomentari, atau mengunduh unggahan kehidupan pribadimu. Dengan demikian, tidak sembarang orang bisa bebas melanggar privasimu.

Selalu berpikir sebelum mengunggah

Sebagian besar unggahan yang sifatnya terlalu pribadi, terjadi karena orang yang mengunggahnya tidak memikirkan konsekuensi dari tindakannya.

Jangan pernah mengunggah sesuatu saat marah, atau sebagai tanggapan langsung terhadap sesuatu yang tidak kamu setujui.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

CDC diakses pada 24 Mei 2021

Scope Blog Stanford Edu diakses pada 24 Mei 2021

Thrive Global diakses pada 24 Mei 2021

Help Guide diakses pada 24 Mei 2021

harleytherapy diakses pada 25 Mei 2021

digitalhealth diakses pada 25 Mei 2021

    register-docotr