Kulit & Perawatan Tubuh

Cara Mengatasi Flek Biru di Wajah akibat Pemakaian Pencerah Kulit

March 26, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Memakai pencerah wajah adalah salah satu cara yang paling sering dipakai untuk memiliki kulit muka putih berseri.

Tujuan utamanya adalah mencerahkan area kulit yang gelap, dan menghasilkan warna kulit lebih merata. Beberapa produknya meliputi krim pemutih, sabun, pil, serta perawatan profesional seperti terapi laser.

Dilansir dari Healthline, pada dasarnya pemakaian produk semacam ini sangat rentan mengakibatkan efek samping yang serius. Salah satunya adalah muncul flek biru di wajah, yang dikenal dengan istilah exogenous ochronosis.

Baca juga: Awas Keliru, Ini 4 Perbedaan antara Purging pada Wajah dengan Infeksi Kulit

Penyebab muncul flek biru di wajah

Exogenous ochronosis adalah kelainan kulit yang ditandai dengan pigmentasi biru-hitam pada wajah. Flek biru yang muncul bisa berupa titik-titik, tapi bisa juga sampai merata di seluruh permukaan wajah. Hal ini biasanya muncul karna penggunaan pencerah kulit dengan kandungan hydroquinone.

Beberapa hal yang bisa mengakibatkan kondisi ini antara lain adalah:

1. Penggunaan krim pemutih

Studi pada NCBI menyebutkan bahwa faktor penyebab utama exogenous ochronosis, adalah komplikasi penggunaan krim pencerah kulit yang mengandung hidrokuinon dalam jangka panjang.

Hidrokuinon adalah bahan kimia yang awalnya digunakan untuk mengobati masalah hiperpigmentasi seperti melasma. Namun seiring dengan berjalannya waktu, ini kemudian disalahgunakan untuk mencerahkan kulit wajah yang gelap.

Meskipun proporsi hidrokuinon yang ada di beberapa krim pemutih wajah hanya sebanyak 2 persen. Tapi itu masih dapat menyebabkan exogenous ochronosis jika digunakan secara terus menerus.

2. Penyebab lainnya

Adanya kontak topikal dengan fenol atau resorsinol pada individu berkulit gelap juga bisa menyebabkan gangguan kulit ini. Selain itu, exogenous ochronosis juga dapat terjadi akibat adanya penggunaan antimalaria sistemik seperti kina.

Diagnosis yang dilakukan

Ada beberapa langkah pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis gangguan kulit yang sangat sulit untuk ditangani ini. Beberapa di antaranya adalah:

1. Pemeriksaan lampu Wood dan fotografi sinar ultraviolet

Ini adalah teknik pemeriksaan non invasif yang tidak melibatkan prosedur pembedahan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran awal apakah pasien mengalami melasma atau exogenous ochronosis.

Sayangnya prosedur ini belum bisa memberikan hasil yang menjanjikan, karena kedua kondisi kulit tersebut dapat terjadi secara bersamaan.

2. Histopatologi

Meskipun termasuk dalam prosedur invasif, namun ini adalah standar emas dalam diagnosis exogenous ochronosis.

Dalam tindakan ini, biasanya dokter akan mengambil sejumlah sample kulit untuk mempelajari kondisi jaringan yang ada di dalamnya.

Baca juga: Sering Gonta-Ganti Skincare, Apakah Berbahaya bagi Kulit?

Pengobatan exogenous ochronosis

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kondisi ini sangat sulit untuk diobati. Meskipun beberapa teknik perawatan tersedia, hasilnya seringkali tidak konsisten, tidak dapat diprediksi, dan jauh dari memuaskan.

Adapun beberapa prosedur penanganan flek biru pada wajah yang tersedia di antaranya adalah:

1. Berhenti memakai krim pemutih

Langkah pertama dan terpenting yang perlu dilakukan untuk mengobati exogenous ochronosis, adalah menghentikan penggunaan lebih lanjut dari produk pencerah kulit.

Selain itu, rutin memakai tabir surya dan pelindung sinar matahari lainnya juga dikatakan cukup membantu mencegah kondisi ini semakin memburuk.

Jadi jangan lupa untuk memakai sun screen, topi bertepi lebar, kacamata pelindung matahari, dan pakaian pelindung agar flek biru di wajahmu tidak semakin banyak.

2. Penggunaan obat-obatan

Tabir surya sangat membantu dalam perbaikan klinis flek biru pada wajah penderita exogenous ochronosis, terutama bila dikombinasikan dengan pemberian obat-obatan dan prosedur kesehatan lainnya.

Obat-obatan yang diketahui dapat membantu menangani kondisi ini, antara lain adalah asam retinoid topikal, asam glikolat, dan kortikosteroid topikal (krim potensi rendah). Seluruhnya harus dipakai secara bijaksana dan sesuai petunjuk dokter.

Sebuah laporan menunjukkan bahwa tetrasiklin juga cukup manjur dalam pembersihan ochronosis seperti sarkoid papular.

Tak hanya itu, antioksidan, Vitamin E dan C dosis tinggi, pun diketahui dapat membantu pengenceran pigmen penyebab munculnya flek biru pada kulit.

3. Pengelupasan kimiawi

Ini melibatkan pemakaian asam glikolat atau asam trikarboksilat untuk memperbaiki pigmentasi yang terjadi pada kulit.

Sebuah studi menyebutkan jika pengobatan kombinasi antara teknik abrasi-kulit dan laser CO 2 menunjukkan perbaikan pada penderita exogenous ochronosis.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

 

NCBI, Exogenous Ochronosis, diakses pada 25 Maret 2021

News-medical, Ochronosis Skin Disorder, diakses pada 25 Maret 2021

Healthline, Side Effects and Precautions of Skin Bleaching, diakses pada 25 Maret 2021

 

    register-docotr