Diet dan Nutrisi

Kaya Nutrisi, Simak 15 Manfaat Minyak Zaitun bagi Kesehatan Tubuh

September 7, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Bicara tentang manfaat minyak zaitun atau olive oil, tentu kamu tak bisa lepas dari fakta bahwa ia punya beragam khasiat untuk tubuh. Salah satu alasannya, ia didominasi oleh lemak tak jenuh yang aman untuk dikonsumsi.

Manfaat minyak zaitun bisa dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari perawatan tubuh, menjaga imunitas, sampai mencegah terjadinya penyakit-penyakit tertentu seperti serangan jantung atau strok.

Lalu bagaimana caranya agar kamu bisa mendapatkan manfaat minyak zaitun secara optimal? Baca ulasan di bawah ini untuk mencari tahu jawabannya, yuk.

Apa itu minyak zaitun?

manfaat minyak zaitun
Minyak zaitun sebagai bahan masakan. Sumber foto: Juan Gomez dari Unsplash

Dilansir dari Medicalnewstoday.com, minyak zaitun diperoleh dengan cara memeras buah zaitun sampai kering. Kaya akan monounsaturated fatty acids atau yang lebih dikenal sebagai lemak sehat, minyak ini bersifat antioksidan yang mampu mencegah terjadinya kerusakan sel-sel di dalam tubuh.

Jika kamu sering mendengar istilah extra virgin olive oil, ini merupakan bentuk lain dari minyak zaitun yang hanya sedikit bahkan bisa tidak mengalami pemrosesan sama sekali. Jadi ia memiliki kandungan yang paling murni dan kaya akan nutrisi.

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengambil manfaat minyak zaitun di kehidupan sehari-hari.

Mulai dari menjadikannya saus salad, dijadikan minyak untuk menggoreng, bahkan diminum secara langsung. Untuk lebih jelasnya kamu bisa membaca manfaat minyak zaitun secara lebih rinci berikut ini.

Sumber lemak sehat

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, minyak zaitun memiliki kandungan lemak sehat yang begitu tinggi. 14 persen di antaranya adalah lemak tak jenuh yang 11 %-nya disebut polyunsaturated. Ini merupakan lemak asam omega 6 dan omega 3 yang sangat baik untuk kesehatan.

Sisanya, sebanyak 73 persen adalah dengan asam oleat yang terbukti secara ilmiah dapat mengurangi inflamasi, risiko kanker, dan tidak mengalami perubahan kandungan meski dimasak dalam suhu yang sangat tinggi.

Fakta tersebut menjadi alasan minyak zaitun menjadi pilihan tepat jika kamu hendak memenuhi asupan lemak dengan melakukan pola hidup sehat.

Sumber antioksidan tinggi

Selain karena kandungan lemak sehatnya, minyak yang konon berasal dari dataran mediterania ini juga dikenal menjadi sumber antioksidan tinggi.

Ini membuat minyak zaitun bisa mencegah kolesterol di dalam darah teroksidasi, sehingga membantu mengurangi risiko penyakit-penyakit berbahaya, seperti gangguan fungsi jantung atau diabetes tipe 2.

Mengandung zat anti peradangan

Peradangan organ tubuh adalah salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit kronis. Kandungan oleocanthal di dalam minyak zaitun yang mirip dengan obat ibuprofen mampu mengurangi gejala radang penyebab semua penyakit itu.

Dilansir dari healthline.com, para ahli memperkirakan bahwa konsumsi oleocanthal dalam 50 ml extra virgin olive oil, memiliki efek yang setara dengan 10% dosis ibuprofen pada orang dewasa.

Penelitian lain juga membuktikan bahwa asam oleat di dalam minyak zaitun dapat mengurangi kadar protein C-reaktif dalam darah yang menjadi penanda terjadinya peradangan.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa zat antioksidan dalam minyak zaitun juga dapat mencegah timbulnya sejumlah gen dan protein yang dapat memicu terjadinya peradangan.

Mencegah terjadinya strok

Seperti diketahui, penelitian soal manfaat minyak zaitun dalam penanganan strok sudah banyak sekali dilakukan. Strok termasuk penyakit yang disebabkan oleh gangguan aliran darah kepada otak, baik yang disebabkan oleh penggumpalan ataupun perdarahan.

Dilansir dari Healthline.com, sebuah penelitian yang melibatkan 841.000 orang di dalamnya, menemukan fakta bahwa minyak zaitun adalah satu-satunya sumber lemak sehat yang berpengaruh dalam penurunan risiko strok dan penyakit jantung.

Di penelitian lainnya yang melibatkan 140.000 orang, ditemukan pula sebuah fakta yang menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi minyak zaitun secara rutin memiliki risiko lebih rendah terserang strok daripada yang tidak mengonsumsinya.

Menariknya minyak zaitun juga diindikasikan dapat menurunkan tekanan darah tinggi yang menjadi salah satu penyebab utama terjadinya strok.

Manfaat minyak zaitun bagi sistem kardiovaskular

Kandungan nutrisi di dalam minyak zaitun terbukti mampu mempertebal lapisan sel-sel darah merah, mencegah kolesterol jahat teroksidasi, dan mencegah penggumpalan sel darah merah.

Minyak zaitun sendiri adalah komponen penting dalam pola diet mediterania. Dilansir dari Medicalnewstoday.com, orang yang menjalani diet ini terbukti memiliki risiko lebih rendah terjangkit gangguan jantung dibandingkan orang yang menjalani gaya diet lainnya.

Hal ini membuat para ahli telah merekomendasikan agar kita mengonsumsi 20 gram atau sekitar 2 sendok makan extra virgin olive oil setiap hari. Tujuannya untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung.

Jadi jika kamu memiliki anggota keluarga yang pernah didiagnosa terkena penyakit jantung, kamu dapat menurunkan risiko gangguan kesehatan yang satu ini dengan rutin mengonsumsi minyak zaitun.

Sindrom metabolisme

Sindrom metabolisme adalah gangguan kesehatan yang memiliki kesamaan ciri-ciri tertentu. Beberapa di antaranya adalah kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, dan kadar gula yang tinggi di dalam darah.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2019 menyebutkan bahwa keterlibatan minyak zaitun dalam pola diet mediterania dapat meningkatkan kadar high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik, sekaligus menurunkan trigliserida atau lemak dalam darah.

Baca juga: Jangan Sepelekan Tangan Gemetar, Bisa Jadi Gejala Penyakit Parkinson

Mencegah terjadinya depresi

Pada tahun 2013 terdapat sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa kandungan dalam extra virgin olive oil dapat membantu melindungi sistem syaraf dari kerusakan. Sehingga minyak zaitun dapat digunakan untuk menangani gejala-gejala kecemasan atau depresi.

Dua tahun sebelumnya, peneliti juga menemukan bukti ilmiah bahwa orang yang memakan lemak jahat dalam makanan cepat saji, cenderung lebih rentan mengalami stres dibanding orang yang rutin mengonsumsi minyak zaitun.

Tidak menyebabkan berat badan naik

Jika pada umumnya mengonsumsi lemak secara berlebihan bisa membuat seseorang mengalami obesitas, tidak demikian yang terjadi bila kamu mengonsumsi minyak zaitun.

Sebuah penelitian yang berlangsung selama 30 bulan dan melibatkan sekitar 7.000 mahasiswa Spanyol menunjukkan fakta bahwa minyak ini tidak ada kaitannya dengan kenaikan berat badan.

Sebagai tambahan, penelitian lain juga mengemukakan bahwa pola diet yang memuat minyak zaitun dalam menunya dapat meningkatkan kadar antioksidan di dalam darah, sekaligus menurunkan berat badan.

Melawan penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah salah satu penurunan fungsi syaraf yang paling banyak terjadi di dunia. Salah satu faktor penyebabnya adalah terbentuknya lempengan yang bernama beta-amyloid di dalam sel-sel otak.

Salah satu riset mengatakan bahwa nutrisi di dalam minyak zaitun dapat membantu menghilangkan lempengan tersebut. Bahkan orang yang menjalani diet mediterania di mana di dalamnya banyak menggunakan minyak zaitun, cenderung mengalami peningkatan fungsi otak signifikan.

Hal ini juga didukung oleh sebuah penelitian yang dipublikasikan apda tahun 2019.

Di situ disebutkan bahwa konsumi oleochantal dapat memperlambat gejala penyakit Alzheimer menjadi semakin buruk. Hal ini disebabkan oleocanthal adalah komponen phenolic yang bermanfaat bagi perkembangan sel-sel otak.

Mengurangi risiko diabetes tipe 2

Minyak zaitun adalah bahan masakan yang terbukti efektif melawan penyakit diabetes tipe 2. Beberapa riset menyebutkan minyak zaitun memiliki efek positif terhadap gula darah dan kekebalan tubuh terhadap insulin.

Ada banyak penelitian yang mendukung hal ini. Salah satunya, percobaan klinis yang melibatkan 418 orang dalam keadaan sehat. Hasil riset ini menyatakan efek minyak zaitun bisa melindungi tubuh dari kenaikan kadar gula dalam darah.

Selain itu, sebuah penelitian lain juga menunjukkan bahwa diet mediterania juga berhasil mengurangi risiko terjadinya penyakit diabetes tipe 2 sebanyak 40 persen.

Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Lemak di Perut yang Aman dan Efektif, Yuk Dicoba!

Manfaat olive oil untuk hati

Sebuah ulasan yang dilakukan pada 2018 menemukan fakta bahwa molekul yang terdapat di dalam extra virgin olive oil dapat mencegah terjadinya kerusakan hati.

Lemak utama dalam minyak zaitun yang disebut dengan monosaturated fat acid didominasi oleh asam oleat yang mampu mencegah radang, stres oksidatif, dan gangguan organ lainnya yang bisa menjalar ke kerusakan hati.

Manfaat olive oil dan penyakit radang usus

Salah satu efek dari penyakit radang usus adalah terjadinya kerusakan pada saluran pencernaan. Ulcerative colitis dan penyakit Crohn adalah beberapa jenis penyakit radang usus yang banyak terjadi di dunia.

Sebuah ulasan yang dilakukan pada 2019 menemukan fakta bahwa kandungan phenols dalam minyak zaitun dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada usus dengan mengubah mikroba di dalamnya.

Hal ini akan sangat berguna bagi orang yang menderita colitis atau penyakit radang pada usus. Namun, klaim ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Mencegah terjadinya penyakit kanker

Kandungan polyphenols di dalam minyak zaitun bisa melindungi tubuh dari tumbuhnya sel-sel kanker. Ini disebabkan kandungan anti oksidan di dalamnya dapat mengurangi kerusakan oksidatif yang disebabkan radikal bebas seperti polusi dan sejenisnya.

Seperti yang kita ketahui, radikal bebas merupakan salah satu penyebab pemicu terjadinya berbagai penyakit kanker.

Baca juga: Kanker Tulang, Satu dari 6 Kanker yang Kerap Menyerang Anak-anak

Mencegah rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan rasa sakit akibat perubahan bentuk pada sendi-sendi di dalam tubuh. Meski penyebabnya belum diketahui, penyakit ini disebabkan sistem daya tahan tubuh menyerang sel-sel sehat yang dianggap sebagai benda asing.

Suplemen yang mengandung minyak zaitun terbukti mampu mengurangi stres oksidatif pada penderita penyakit ini. Minyak zaitun akan semakin efektif menangani penyakit Rheumatoid arthritis jika dikonsumsi bersamaan dengan minyak ikan yang kaya akan asam omega 3.

Bersifat antibakteri

Minyak zaitun memiliki nutrisi yang dapat mencegah tumbuhnya bakteri jahat penyebab berbagai penyakit. Salah satunya adalah Helicobacter pylori, bakteri yang hidup di dalam perut dan bisa menyebabkan kanker perut.

Sebuah penelitian menyarankan agar kita mengonsumsi 30 gram extra virgin olive oil setiap hari. Tujuannya untuk mengurangi tingkat infeksi yang disebabkan bakteri tersebut sebanyak 10 sampai 40 persen.

Manfaat olive oil untuk wajah

Dilansir dari Healthline, olive oil sangat kaya akan vitamin termasuk vitamin A, D, K, dan E. Ia juga mengandung senyawa antioksidan yang sangat banyak. Kombinasi hal-hal tersebut akan sangat bermanfaat saat diaplikasikan kepada wajah.

Mulai dari membantu sel-sel kulit wajah menangkal radikal bebas, melembapkan kulit, sampai mencegah timbulnya jerawat yang mengganggu penampilan.

Minyak zaitun untuk rambut

Minyak yang satu ini telah lama dipakai sebagai salah satu produk perawatan rambut secara alami.

Komponen kimia di dalamnya seperti asam oleat, asam palmitat, dan squalene, dikenal luas bisa membantu rambut menjadi lebih lembut dan tidak mudah rontok.

Cara membuat masker minyak zaitun

Manfaat olive oil dapat diperoleh dengan mengolahnya menjadi masker. Baik untuk wajah maupun rambut, masker minyak zaitu relatif sangat mudah dibuat dan tidak memerlukan banyak bahan.

Untuk merawat rambut, ini langkah yang kamu perlukan. Pertama, mencampurkan 2 sendok makan extra virgin olive oil dengan ¼ mangkuk olive oil secara merata. Oleskan pada pangkal rambut sampai meresap secara rutin untuk hasil yang optimal.

Untuk perawatan wajah, dilansir dari Shape, kamu harus mengocok 1 sendok makan minyak zaitun, 1 sendok makan madu, dan 1 butir telur sampai mengembang.

Oleskan pada wajah yang telah bersih menggunakan kuas atau tangan. Diamkan selama 15 sampai 30 menit, lalu bilas sampai bersih.

Ciri-ciri minyak zaitun asli

Agar kamu bisa mendapatkan manfaatnya secara optimal, mau tak mau kamu harus mengenali ciri-ciri olive oil asli seperti apa.

Pertama, perhatikan labelnya, meski tidak menjamin 100 persen asli. Namun, jika di label ada tulisan ‘extra virgin oil’, besar kemungkinan minyak zaitun tersebut asli.

Selanjutnya, kamu bisa melihat dari rasanya. Jika setelah dicicipi ada rasa plastik atau adonan tepung, maka kemungkinan olive oil tersebut palsu.

Terakhir kamu bisa melihat tanggal panen yang tertera paada kemasannya. Menurut Bustle, olive oil masih bisa masuk dalam kategori segar selama 18 bulan setelah dipanen.

Extra virgin olive oil

Extra virgin olive oil adalah jenis minyak zaitun yang paling sehat. Ia dibuat dengan cara diperas menggunakan metode alami dengan standar tinggi, agar tetap murni baik dari segi rasa maupun bau.

Extra virgin olive oil sangat kaya akan antioksidan fenolik, yang merupakan alasan utama mengapa minyak ini sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

11 Proven Benefits of Olive Oil, https://www.healthline.com/nutrition/11-proven-benefits-of-olive-oil#section12 diakses pada 21 Juni 2020

What are the health benefits of olive oil?https://www.medicalnewstoday.com/articles/266258 diakses pada 21 Juni 2020

4 Ways To Tell If Your Olive Oil Is Legit, https://www.bustle.com/p/how-to-tell-if-your-olive-oil-is-real-18814033 diakses pada 7 September 2020

Olive Oil Benefits for Your Face, https://www.healthline.com/health/olive-oil-benefits-face#benefits diakses pada 7 September 2020

Why Extra Virgin Olive Oil Is the Healthiest Fat on Eart, https://www.healthline.com/nutrition/extra-virgin-olive-oil#bottom-line diakses pada 7 September 2020

How to Use Olive Oil for Hair Care, https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/olive-oil-hair-care diakses pada 7 September 2020

Make This DIY Olive Oil Face Mask the Next Time You’re Winding Down, https://www.shape.com/lifestyle/beauty-style/diy-olive-oil-face-mask-moisturized-skin diakses pada 7 September 2020

    Berita Terkait
    register-docotr