Hipertensi

Benarkah Dehidrasi Bisa Sebabkan Tekanan Darah Tinggi? Ini Jawabannya!

March 26, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Dehidrasi terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup cairan. Ketika kamu mengalami dehidrasi tak hanya terasa lemas tetapi juga dapat berpengaruh pada kesehatan tubuh. Namun, apakah benar dehidrasi bisa sebabkan darah tinggi? Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

Hubungan antara dehidrasi dan tekanan darah

Dehidrasi terkadang dapat menyebabkan tekanan darah rendah yang dapat menyebabkan pingsan, tetapi tidak cukup minum air juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi jika kamu tidak berhati-hati.

Tekanan darah tinggi adalah ketika tekanan darah ke dinding arteri terlalu tinggi saat jantung berdetak. Jika tidak ditangani, kekuatan ini dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, atau masalah penglihatan seiring berjalannya waktu.

Tekanan darah sistolik, angka teratas dalam pengukuran tekanan darah, adalah seberapa besar tekanan darah terhadap dinding arteri saat jantung berdetak.

Tekanan darah diastolik, angka yang lebih rendah, adalah tekanan saat jantung beristirahat di antara detak jantung. Normalnya tekanan darah 120/80 mm Hg. 

Ada banyak penyebab tekanan darah tinggi, termasuk faktor genetik, pola makan tidak sehat yang sarat garam, kelebihan berat badan, dan kurang gerak badan.

Dehidrasi juga ada dalam daftar penyebab terjadinya tekanan darah tinggi, seperti dilansir dari laman The Healthy

Kaitan dehidrasi dan tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi adalah ketika memiliki sistolik (angka atas) 140 mm Hg atau lebih tinggi, dan diastolik (angka bawah) 90 mm Hg atau bahkan bisa lebih tinggi.

Menurut penelitian yang dilansir dari laman Healthline, perlu dicatat bahwa dehidrasi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah karena aksi hormon yang disebut vasopresin.

Vasopresin disekresikan ketika ada banyak zat terlarut (atau kadar natrium) dalam darah. Hal itu juga bisa terjadi ketika volume darah rendah. Kedua hal ini bisa terjadi jika kamu kehilangan terlalu banyak cairan.

Ketika mengalami dehidrasi, ginjal menyerap kembali air daripada membuangnya ke dalam urin. Vasopresin konsentrasi tinggi juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Penyebab dehidrasi

Selain tidak minum cukup cairan, ada kemungkinan penyebab dehidrasi lainnya seperti: 

Penyakit

Demam tinggi bisa menyebabkan dehidrasi. Selain itu, muntah dan diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit secara signifikan.

Keringat berlebih

Air dalam tubuh akan hilang saat berkeringat. Peningkatan keringat dapat terjadi saat cuaca panas, saat berolahraga, dan jika sakit demam.

Sering buang air kecil

Kamu juga bisa kehilangan cairan saat buang air kecil. Obat-obatan seperti diuretik, kondisi yang mendasari seperti diabetes, dan konsumsi alkohol semuanya dapat menyebabkan lebih sering buang air kecil.

Kapan harus periksa ke dokter? 

Umumnya orang yang mengalami darah tinggi akibat dehidrasi tidak menimbulkan gejala. Justru hingga saat ini kebanyakan orang mengetahuinya selama pemeriksaan rutin dengan dokter mereka.

Jika kamu secara teratur mengukur tekanan darah dan menemukan bahwa tekanan darah selalu tinggi, segera periksa ke dokter dan lakukan perawatan yang benar demi terhindar dari komplikasi penyakit. 

Baca juga: Benarkah Dehidrasi Sebabkan Vertigo? Begini Penjelasan Medisnya!

Berapa banyak air yang harus diminum setiap hari?

Kunci untuk mencegah dehidrasi adalah memastikan kamu mengonsumsi cukup cairan setiap harinya. Tetapi berapa banyak air atau cairan lain yang harus diminum dalam sehari? Berikut ini rekomendasi cairan harian yang dapat bergantung pada beberapa faktor seperti dilansir dari Healthline

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Bobot
  • Kesehatan tubuh secara keseluruhan
  • Kondisi cuaca
  • Tingkat aktivitas
  • Kehamilan atau menyusui

Menurut Mayo Clinic, sangat disarankan untuk minum setidaknya delapan gelas air sehari. Jika merasa sulit untuk minum air putih, kamu juga bisa tetap terhidrasi dengan meminum:

  • Air diresapi  irisan buah, seperti lemon atau mentimun.
  • Air soda bebas gula.
  • Smoothie yang dibuat dengan buah-buahan dan sayuran.
  • Teh herbal tanpa kafein.
  • Susu.
  • Sup rendah natrium.

Ingat juga bahwa kamu bisa mendapatkan air dari beberapa sumber makanan, terutama buah-buahan dan sayuran.

Tips agar tetap terhidrasi

  • Minumlah selalu saat merasa haus, merasa haus adalah cara tubuh memberitahu bahwa membutuhkan lebih banyak cairan.
  • Ingatlah untuk minum lebih banyak air saat sedang aktif secara fisik, di iklim yang panas, atau sakit demam, muntah, atau diare.
  • Bawalah botol air minum saat melakukan aktivitas sehari-hari. 
  • Pilih air putih dari pada soda manis, minuman energi, minuman manis, atau minuman beralkohol.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. healthline.com (2020) diakses pada 25 Maret 2021. Can Dehydration Affect Your Blood Pressure? 
  2. mayoclinic.org (2020) diakses pada 25 Maret 2021. Water: How much should you drink every day?
  3. thehealthy.com (2021) diakses pada 25 Maret 2021. Can Dehydration Cause High Blood Pressure? What Experts Say
    register-docotr