Info Sehat

Waspada, Terlalu Sering Mandi Ternyata Bisa Berbahaya bagi Tubuh

August 15, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Umumnya memang banyak orang lebih memilih mandi setiap hari agar tidak menimbulkan bau, tetapi perlu kamu tahu bahwa mandi terlalu sering justru dapat lebih berbahaya daripada bermanfaat. Berikut ini bahaya mandi terlalu sering bagi tubuh.

Bahaya mandi terlalu sering 

Melansir laman Hindustan Times, studi mengungkapkan bahwa mandi terlalu sering dapat merusak mikrobioma manusia. 

Apabila kamu berpikir bahwa mandi terlalu sering dapat membuat tetap sehat dan higienis, maka pikirkan lagi. Karena sebuah penelitian mengungkapkan bahwa mandi terlalu sering dapat merusak mikrobioma manusia, sehingga memengaruhi sistem kekebalan, pencernaan, dan bahkan jantung. 

1. Produk pembersih kimia membahayakan tubuh

Saat mandi, tentu saja kamu akan menggunakan berbagai sabun, gel mandi tubuh dan krim untuk membersihkan debu hingga kuman dari tubuh.

Namun, kamu sering lupa jumlah bahan kimia yang ada dalam produk mandi ini. Produk-produk ini mengganggu tingkat pH kulit dan mengganggu keseimbangan alami kulit.

2. Menggosok berlebihan berbahaya bagi tubuh

Sementara itu, kamu juga akan menggosok tubuh ketika sedang mandi dengan keras dan setiap hari, tanpa disadari hal ini cenderung melukai kulit. Menggosok tubuh terlalu sering saat mandi ternyata berdampak pada sebum yang ada di lapisan luar kulit. 

Sebum diperlukan untuk kulit karena melindunginya dari partikel asing. Setiap gangguan itu menyebabkan kerutan pada kulit. 

3. Menyebabkan kulit kering

Mandi lebih dari yang dibutuhkan juga memengaruhi pori-pori kulit dan mengeringkan minyak alami kulit. Ini menyebabkan pecahnya pembuluh darah yang ada di kulit. Sehingga menyebabkan kulit menjadi kering.

4. Meningkatkan risiko racun

Ketika kulit kering karena terlalu sering mandi, kamu cenderung akan mengoleskan pelembap pada kulit kita. Lotion pelembap berbasis minyak ini menyebabkan aliran racun dalam aliran darah dan berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Hal ini pun akhirnya membunuh bakteri baik dalam tubuh yang diperlukan untuk tetap sehat. Jadi, mandi berlebihan sebenarnya berbahaya bagi tubuh dan seperti yang sudah dijelaskan sebelum dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan bahkan hingga jantung. 

Baca juga: Kriteria Pasien Positif COVID-19 yang Tidak Boleh Isolasi Mandiri

Penelitian tentang bahaya terlalu sering mandi 

Menurut peneliti dari Pusat Ilmu Genetika di Universitas Utah seperti dilansir dari laman Hindustan Times, mandi terlalu sering dapat merusak mikrobioma manusia kumpulan bakteri, virus, dan mikroba lain yang hidup di dalam dan di tubuh.

Ini sangat penting untuk kesehatan kita dan mengganggu ekosistem mikroba dapat menyebabkan penyakit. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh, pencernaan, dan bahkan jantung juga bisa terganggu. 

Ketika kamu terlalu sering mandi, hal tersebut dapat membuat kulit kering, terutama jika menggosok dengan bahan abrasif atau sabun.

Ketika mandi dengan cara menggosok kamu dapat menguras minyak esensial, lipid, dan bakteri yang membantu kulit melawan peradangan, mempertahankan tampilan yang halus dan memperkuat penghalang pelindungnya.

Lebih buruk lagi, orang dengan kondisi seperti psoriasis atau eksim dapat memperburuk kondisi mereka akibat terlalu sering mandi.

Meskipun tidak terlihat, tubuh kita memiliki sistem sanitasi bawaan yang membantu menjaga kita tetap bersih, bahkan ketika kita tidak menggosok dengan air hangat setiap hari. 

Berapa kali mandi sebaiknya dilakukan? 

American Academy of Dermatology yang dilansir dari laman Insider memberikan saran kepada orang tua tentang seberapa sering memandikan anak, berdasarkan seberapa kotor dan baunya mereka. 

Jika mereka tidak terlalu kotor setelah bermain, rekomendasinya adalah mandi setidaknya sekali atau dua kali seminggu untuk anak-anak antara usia enam dan 11 tahun.

Sistem kekebalan tubuh mereka yang masih kecil membutuhkan kotoran atau organisme seperti bakteri dan virus dalam dosis kecil dan virus untuk tumbuh kuat.

Tapi begitu mencapai usia 12, panduan mandi resmi berhenti. AAD tampaknya berasumsi bahwa hampir semua orang berusaha menghilangkan bau remaja yang mulai tumbuh, dan kebanyakan orang memiliki rutinitas mandi setiap hari pada saat mereka mencapai pubertas.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Insider.com (2017) diakses pada 13 Agustus 2021. How often you actually need to shower, according to science
  2. Hindustantimes.com (2017) diakses pada 13 Agustus 2021. Taking shower too often (basically over-cleaning) can affect your immune system
  3. Bustle.com (2020) diakses pada 13 Agustus 2021. We Asked Experts For 6 Very Good Reasons Not To Shower Every Day
  4. Lifealth.com (2017) diakses pada 13 Agustus 2021. What are the side effects of excess bathing
    register-docotr