Share This Article
Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar di wilayah perairan Argentina, Amerika Selatan, meninggal dunia setelah positif terinfeksi virus hanta atau hantavirus. Satu penumpang lainnya kini masih dalam kondisi kritis, juga dinyatakan positif terinfeksi virus.
Menyebabkan kematian dalam waktu yang berdekatan, seberapa bahayanya virus ini dan bagaimana penularannya? Lanjutkan membaca artikel ini untuk memahami lebih jauh virus hanta.
BACA JUGA: Wajib Tahu! Ini 5 Jenis Penyakit yang Ditularkan oleh Tikus
Siapa Pembawa Virus Hanta dan Bagaimana Penularannya?

Virus hanta menyebabkan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang ditularkan oleh hewan ke manusia. Hewan pengerat tikus- khususnya tikus liar, adalah pembawa virus (reservoir) hanta yang paling utama. Manusia bisa terinfeksi virus ini setelah menghirup partikel udara (aerosol) yang di dalamnya mengandung kencing, kotoran, dan air liur tikus yang terinfeksi virus hanta.
Penularan akibat digigit atau dicakar langsung tikus yang membawa virus justru sangat kecil kemungkinannya.
Hantavirus Apakah Virus Baru?
Hanta bukan virus baru. Pertama kali ditemukan pada 1978 yang teridentifikasi pada rodensia (Apodemus agrarius) di dekat Sungai Hantan, Korea Selatan. Dikaitkan erat dengan lebih dari tiga ribu kasus demam berdarah yang menyerang pasukan PBB setelah perang korea pada 1951-1953
Pada 1981 virus hanta diperkenalkan dalam famili Bunyaviridae setelah menyebabkan haemorraghic fever with renal syndrome (HFRS). Kemudian pada 1983 kembali virus hanta menyebabkan wabah hantavirus pulmonary syndrome (HPS) yakni gangguan serius pada saluran pernapasan, di wilayah barat daya Amerika Serikat.
Virus hanta menyebar hampir merata di seluruh dunia dengan masing-masing wilayah memiliki tipe yang berbeda-beda, seperti:
- Tipe Hantaan: di Asia Timur (Tiongkok, Rusia, dan Korea)Â
- Tipe Puumala: di Skandinavia, Eropa Barat, dan Rusia bagian baratÂ
- Tipe Dobrava: di BalkanÂ
- Tipe Saarema: di Eropa Tengah dan SkandinaviaÂ
- Tipe Seoul: di seluruh duniaÂ
- Tipe Sin Nombre: di Amerika Serikat dan KanadaÂ
- Tipe Andes: di Amerika Selatan (Argentina dan Chili).  WHO menyebut tipe virus Andes saat ini dikenal dan penularannya dari manusia ke manusia. Namun kasusnya dilaporkan dalam jumlah terbatas.Â
Penyakit akibat Virus Hanta, Gejala dan Risiko Kematiannya
Virus hanta mengakibatkan penyakit serius bahkan sering berujung kematian. Umumnya gejala muncul 1-8 minggu setelah terpapar virus.
Penyakit yang disebabkan infeksi virus hanta yakni:
1.Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
Jenis virus hanta penyebab HPS adalah jenis Andes dan Sin Nombre. Virus menginfeksi paru-paru dan jantung.
Gejala awal mencakup kelelahan, demam, nyeri otot, sakit kepala, pusing, menggigil, dan gangguan pencernaan (mual, muntah, diare, dan sakit perut). Setelah 10 hari gejala awal, gejala lanjutan muncul seperti batuk, sesak napas karena paru-paru penuh cairan.
HPS adalah infeksi virus hanta yang bisa berakibat fatal. Risiko kematiannya cukup tinggi yakni 40-50%. Sebanyak 38 persen pasien HPS yang mencapai gejala gangguan pernapasan dapat meninggal dunia.
2.Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
Jenis virus hanta penyebab HFRS yakni Hantaan, Dobrava, Saarema, Seoul, dan Puumala. Virus hingga menyebabkan pecah pembuluh darah dan gangguan ginjal akut.
Gejala awal seperti sakit kepala sering, nyeri punggung dan perut, demam, pandangan kabur, DAN mual. Fase berikutnya gejala berlanjut ke tekanan darah rendah, aliran darah berkurang, dan bocor pembuluh darah.
Namun risiko kematian akibat HFRS lebih rendah yakni 5-15%.
Bagaimana Penyebaran Virus Hanta di Indonesia?
Infeksi hantavirus khususnya dari tipe virus Seoul pada manusia sudah ditemukan di Indonesia berdasarkan sejumlah penelitian dan publikasi. Hal itu turut diperkuat dengan bukti keberadaan hantavirus pada rodensia di 29 provinsi yang tersebar merata di habitat seperti pemukiman, lahan pertanian, maupun hutan. Ini berdasarkan hasil riset khusus vektor dan reservoir (Rikhus Vektora) yang dilakukan pada 2015-2018 di 29 provinsi di Indonesia.
Siapa yang Paling Berisiko Terinfeksi Virus Hanta?
- Virus hanta bisa menginfeksi semua orang, namun mereka dengan aktivitas yang berpotensi kontak dengan tikus lebih berisiko. Seperti:
- Membersihkan kabin, gudang, lumbung, dan garasi yang lama kosong Â
- Membersihkan rumah saat musim hujan atau setelah terkena banjirÂ
- Pekerja pengendali hama tikusÂ
- Berkemah atau mendaki di area banyak sarang tikus.     Â
Diagnosis
Diagnosis cukup sulit jika baru mengalami infeksi dalam rentang waktu 72 jam, sehingga pemeriksaan ulang diperlukan jika hasil tes sebelumnya belum menunjukkan positif atau negatif keberadaan virus, meski gejala infeksi hantavirus sudah muncul.
Apalagi gejala awal seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan kelelahan sering disalahartikan sebagai hanya influenza.
Jika kamu mencurigai penyakit hantavirus, segera temui dokter dan ceritakan apakah sebelumnya pernah kontak dengan hewan pengerat.
Penanganan infeksi virus hanta
Hingga kini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi, dan pengobatan lebih untuk penanganan komplikasi pernapasan, jantung, dan ginjal.
Pencegahan yang bisa dilakukan yakni menjaga kebersihan lingkungan, menutup lubang akses tikus masuk rumah, dan menjaga kebersihan diri.
BACA JUGA: Penyakit Leptospirosis Meningkat di Musim Hujan, Siapkan Asuransi Karyawanmu untuk Waspada
Meski virus hanta juga sudah ditemukan di Indonesia tapi tidak perlu panik. Pastikan disiplin menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang yang nyaman untuk hewan pengerat, khususnya tikus.
Jika merasakan kondisi tubuh yang tidak sehat segera temui petugas kesehatan untuk mendapatkan layanan medis. Kamu bisa berkonsultasi secara online melalui aplikasi telemedicine Good Doctor Indonesia. Dokter mitra terpercaya kami siap melayani 24/7.
Referensi:
1.Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Frequently Asked Questions (FAQ) HantavirusÂ
Update: 3 Oktober 202, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI 2022. Diakses 7 Mei 2026.
file:///C:/Users/SANTI/Downloads/Frequently%20Asked%20Questions%20(FAQ)%20Penyakit%20Virus%20Hanta.pdf
2.cdc.gov, About Hantavirus. Diakses 7 Mei 2026.Â
https://www.cdc.gov/hantavirus/about/index.html
3.who.int, Hantavirus. Diakses 7 Mei 2026.Â
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hantavirus
4. kompas.com, Mengapa Hantavirus Bisa Mematikan? Ini Penjelasan Epidemiolog. Diakses 8 Mei 2026.Â
Â
https://health.kompas.com/read/26E07161500968/mengapa-hantavirus-bisa-mematikan-ini-penjelasan-epidemiolog. Â

