Info Sehat

Tips Mudah Meningkatkan Rasa Ingin Tahu Anak Sesuai Usianya

April 7, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Salah satu aspek penting dari seorang anak yang sedang tumbuh adalah rasa keingintahuannya. Anak-anak akan memiliki rasa penasaran tinggi dimana hal tersebut yang mendorong sebagian perilaku awal.

Orang tua terkadang merasa kewalahan, namun sangat penting untuk meningkatkan rasa ingin tahu anak. Nah, untuk mengetahui beberapa tips meningkatkan rasa ingin tahu anak yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Anak Trauma BAB? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya Moms

Bagaimana rasa ingin tahu anak berdasarkan usia?

Dilansir dari Zero to Three, bayi terlahir sebagai seseorang dengan keingintahuan alami untuk mencari tahu bagaimana dunia bekerja. Karena itu, anak memiliki keinginan untuk mengeksplorasi, menemukan, dan mencari tahu. Rasa ingin tahu anak dapat berubah sesuai usianya, yakni:

0-2 tahun

Dalam beberapa tahun pertama, anak memiliki rasa ingin tahu tentang tubuh sendiri seperti halnya dengan dunia luar. Semua akan terasa baru baginya sehingga anak akan mencoba untuk mengeksplorasi apapun tidak hanya dari lingkungan namun juga bagian tubuh sendiri.

Untuk bayi baru lahir, biasanya akan mengikuti suara, wajah, dan objek menarik dengan mata. Dalam bulan-bulan pertama kehidupan, anak berhasil mendekatkan jari ke mulutnya, menemukan kenyamanan, dan belajar menenangkan dirinya sendiri.

Sementara itu, seorang anak 8 bulan mengguncang mainan dan kemudian memasukkannya ke dalam mulut untuk melihat apa yang bisa dilakukan benda tersebut. Nah, anak usia ini umumnya sudah bisa memainkan peran untuk mencari tahu bagaimana rasanya berada di posisi orang lain.

3-4 tahun

Pada usia ini, anak sudah memiliki pemahaman tentang diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Peristiwa dan hal baru akan menjadi fokus anak. Karena itu, anak mungkin mengajukan pertanyaan inovatif. 

Untuk anak usia 3 sampai 4 tahun, biasanya akan menjadi bersemangat ketika banyak hal berubah secara drastis. Penyelerasan lingkungan dengan indra memotivasi anak untuk mengajukan pertanyaan.

Tipikal dari seorang anak berusia 4 tahun, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dimaksudkan untuk menarik orang lain. Anak-anak di usia ini juga ingin orang lain mendengarkan ide-idenya.

5-6 tahun

Anak dengan usia 5 sampai 6 tahun mulai berpikir secara substansial. Di mana ia akan mengajukan pertanyaan yang mencerminkan rasa empati. Untuk itu, rasa ingin tahun bisa dibarengi dengan kecemasan.

Seringkali anak usia 5 atau 6 tahun akan mengajukan pertanyaan paling menakjubkan yang menginspirasi keingintahuannya. Pertanyaan-pertanyaan dasar bisa diajukan, seperti apa yang membuat daun berubah warna, dari mana datangnya malam, atau ke mana semut pergi.

Anak-anak mungkin juga bertanya-tanya tentang apa yang dilihat di sekolah, di rumah, tentang alam, tentang keluarga, tentang teman-teman, atau tentang tubuhnya sendiri. Pada masa ini, biarkan anak bertanya tentang apapun dan ajak untuk memecahkan masalah bersama.

Tips untuk meningkatkan rasa ingin tahu pada anak

Orang tua harus memastikan keseimbangan antara keamanan dan kebaruan dalam menyiapkan tahap awal kehidupan anak. Karena itu, terdapat beberapa tips untuk meningkatkan rasa ingin tahu pada anak dengan mudah dan aman seperti berikut:

Tunjukkan dunia luar

Rasa ingin tahu pada anak perlu dikembangkan dengan cara menunjukkan dunia luar. Orang tua bisa membawa anak-anak untuk berjalan-jalan di luar, melihat pepohonan, pergi berkemah, dan memandang bintang-bintang. Biarkan juga anak melihat sekitar dan kejar minatnya sendiri. 

Dorong minat alami

Anak-anak belajar lebih banyak melalui aktivitas yang menarik perhatian dan imajinasi. Untuk itu jika anak suka musik maka buat dan sering mainkan bersama anak.

Temukan juga buku yang berkaitan dengan minat anak dan bacakan untuknya. Cara ini dapat meningkatkan rasa keingintahuan anak.

Ajukan pertanyaan terbuka

Untuk mendorong dan mengembangkan rasa ingin tahu anak, orang tua bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka. Gunakan kata-kata, seperti siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana.

Jangan selalu jawab pertanyaan anak

Orang tua dianjurkan untuk tidak selalu menjawab pertanyaan anak dengan segera. Ketika anak-anak mengajukan pertanyaan, orang tua bisa menanyakan pendapat anak terlebih dahulu. Hal ini bisa memberikan kesempatan untuk mencontohkan bagaimana menemukan jawaban.

Ciptakan lingkungan yang menarik

Bayi dan anak-anak dengan usia lebih tua memiliki rasa ingin tahu berbeda sehingga penting untuk menciptakan lingkungan yang menarik. Orang tua bisa melakukan aktivitas keluarga biasa secara alami dan menyenangkan atau berikan mainan dan benda untuk dijelajahi anak.

Berikan waktu untuk kegiatan terbuka

Tidak seperti beberapa mainan yang dirancang untuk digunakan dengan cara tertentu, kotak, balok, air, pasir, dan bahan seni lainnya dapat digunakan secara imajinatif.

Jangan beritahu anak apa yang harus dilakukan dengan materi tersebut. Namun, orang tua bisa membiarkan anak mengeksplor sendiri.

Biarkan anak menjadi dirinya sendiri

Permainan tidak terstruktur merupakan cara yang bagus untuk memelihara dan mengembangkan keingintahuan serta rasa penemuan pada anak-anak. Karena itu, biarkan anak menjelajahi sekelilingnya sebanyak apapun. Namun, pastikan tidak ada bahaya besar yang terlibat.

Baca juga: Keringat Buntet pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Zero to Three (2010), diakses 6 April 2021. Tips on Nurturing Your Child’s Curiosity
  2. Firstcry.com (2019), diakses 6 April 2021. Importance of Curiosity in Children and Tips to Develop It
  3. Mayo Clinic (2020), diakses 6 April 2021. 8 tips to develop children’s curiosity
  4. Onetimethrough.com (2014), diakses 6 April 2021. 5 WAYS TO BOOST YOUR CHILD’S CURIOSITY TODAY
  5. Scholastic.com, diakses 7 April 2021. Ages & Stages: How Curiosity Leads to Learning
    register-docotr