Info Sehat

Tidur Siang Tidak Boleh Terlalu Lama? Simak, Begini Penjelasannya!

April 16, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Tidur siang tidak hanya menyenangkan, akan tetapi juga bermanfaat untuk seseorang yang aktif beraktivitas. Selain menyegarkan tubuh dan pikiran, tidur siang juga dapat membantu mengurangi stres, mempertajam ingatan, serta meredakan frustasi.

Namun, tidur siang yang baik pada dasarnya tidak boleh terlalu lama karena berisiko meningkatkan masalah kesehatan tertentu. Nah, untuk mengetahui alasan tidur siang tidak boleh terlalu lama, yuk, simak penjelasan lebih lanjut berikut.

Baca juga: Ciri-Ciri Kekurangan Sel Darah Merah yang Tidak Boleh Diabaikan

Apa alasan tidur siang tidak boleh terlalu lama?

Dilansir dari Science Daily, tidur siang selama 40 menit atau lebih secara khusus dikaitkan dengan peningkatan tajam risiko pengembangan sindrom metabolik.

Sindrom metabolik yang dimaksud, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, lemak berlebih di sekitar pinggang, dan gula darah tinggi.

Kaitan antara tidur siang terlalu lama dan sindrom metabolik juga telah dibuktikan melalui penelitian yang dipresentasikan di American College of Cardiology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan risiko sindrom metabolik meningkat tajam akibat tidur lebih dari 40 menit.

Tak hanya itu, tidur siang selama 90 menit tampaknya meningkatkan sindrom metabolik sebanyak 50 persen, seperti halnya kelelahan berlebihan di siang hari. Beberapa masalah kesehatan lain yang mungkin terjadi akibat tidur siang terlalu lama, antara lain sebagai berikut:

Diabetes tipe 2

Dalam ulasan yang dipresentasikan di American College of Cardiology, disebutkan pula bahwa tidur selama lebih dari satu jam di siang hari dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2.

Seseorang bisa terkena penyakit diabetes tipe 2, 50 persen lebih tinggi daripada yang tidak tidur siang dengan durasi pendek.

Penyakit jantung

Selain diabetes tipe 2, tidur siang yang terlalu lama juga berisiko meningkatkan penyakit jantung. Perlu diketahui, tidur siang lebih dari satu jam bisa meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 82 persen.

Durasi tidur siang memang kerap dikaitkan dengan beberapa risiko lainnya. Penelitian sebelumnya bahkan mengaitkan tidur siang dengan kematian dini dan peningkatan risiko demensia pada orang yang lebih tua. 

Berapa lama waktu tidur siang yang paling baik?

Tidur yang cukup memang merupakan komponen penting dari gaya hidup sehat. Mendapatkan cukup waktu tidur tidak kalah penting dari pola makan yang sehat dan olahraga teratur.

Karena itu, tidur siang dalam durasi sebentar diketahui memiliki efek yang baik untuk kesehatan tubuh. Orang-orang yang tidur siang maksimal 40 menit diketahui tidak menunjukkan peningkatan risiko terkena sindrom metabolik.

Namun, National Sleep Foundation menganjurkan tidur siang selama 20 hingga 30 menit untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa membuat efek pusing sesudahnya. 

Tips mendapatkan tidur siang yang baik

Ketika ingin mendapatkan waktu istirahat di siang hari yang baik, kamu perlu menciptakan lingkungan tidur senyaman mungkin. Beberapa tips agar bisa mendapatkan tidur siang yang baik, seperti berikut ini:

Halangi cahaya yang masuk

Hambatan yang jelas untuk tidur di siang hari adalah paparan sinar matahari, terutama jika kamu memiliki banyak jendela. Untuk itu, pastikan untuk menggunakan tirai anti tembus pandang atau penutup jendela guna mencegah masuknya sebagian besar cahaya dari luar.

Perhatikan suhu kamar

Jika ingin mendapatkan tidur yang nyenyak, maka kamu harus mengatur suhu kamar senyaman mungkin. Para ahli setuju bahwa suhu tidur yang ideal adalah 65 derajat Fahrenheit atau 18,3 derajat Celcius.

Jika suhu ini kurang optimal, maka 15,6 hingga 19,4 derajat Celcius dianggap kisaran yang baik.

Pasang pengingat atau alarm

Tidur terlalu lama bisa menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang sehingga penting untuk memasang pengingat waktu. Pastikan untuk menyetel alarm tidur selama 20 atau 30 menit agar tubuh bisa beristirahat dengan optimal dan kembali segar setelah bangun.

Sebelum tidur siang, kamu juga harus memperhatikan asupan makanan atau minuman yang dikonsumsi. Hindari konsumsi kafein, seperti kopi sebelum tidur karena bisa menyebabkan ketidaknyaman.

Baca juga: Terapi Akupunktur untuk Mengatasi Insomnia, Efektif atau Tidak?

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Science Daily (2016), diakses 15 April 2021. Long naps, daytime sleepiness tied to greater risk of metabolic syndrome
  2. Medical Daily (2016), diakses 15 April 2021. Long Naps, Excessive Daytime Sleepiness May Increase Risk For Metabolic Syndrome
  3. Sleep Foundation (2020), diakses 15 April 2021. Tips for Sleeping During the Day
  4. Webmd (2016), diakses 15 April 2021. Daytime Sleepiness, Long Naps Tied to Heart Risks
    register-docotr