Info Sehat

Terapi Akupunktur untuk Mengatasi Insomnia, Efektif atau Tidak?

April 4, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Akupunktur untuk insomnia sudah sering digunakan, terutama dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Insomnia sendiri merupakan masalah yang terjadi akibat waktu tidur tidak tercukup dan kurangnya kualitas saat tidur.

Beberapa orang memilih pengobatan secara tradisional karena dianggap lebih aman dan efektif.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut apakah benar terapi akupuntur untuk insomnia efektif yuk simak penjelasan berikut!

Baca juga: Posisi Tidur Miring Kanan atau Kiri, Apa Saja Kelebihan dan Kekurangannya?

Apa itu akupunktur?

Dilansir Web MD, akupunktur merupakan prosedur yang melibatkan penyisipan jarum sangat halus ke dalam kulit. Terkadang, akupunktur dikombinasikan dengan rangsangan listrik atau dengan panas yang dihasilkan dari membakar tumbuhan tertentu.

Jarum halus dan steril yang digunakan dalam akupunktur yang dimasukkan ke titik-titik tertentu ini bisa memengaruhi fungsi tubuh. Karena itu, akupunktur diketahui dapat membantu merangsang saraf dan otot sehingga diperkirakan pengobatan ini akan meredakan rasa sakit. 

Di sisi lain, akupunktur diketahui mampu meningkatkan kualitas tidur pada penderita insomnia. Namun, penelitian tambahan masih diperlukan sebelum efektivitas akupunktur terbukti secara meyakinkan untuk menghilangkan insomnia.

Manfaat terapi akupunktur untuk insomnia

Insomnia atau kesulitan tidur bisa diakibatkan oleh berbagai faktor, seperti stres, kecemasan, obat-obatan tertentu, masalah kesehatan, serta lingkungan. Dengan melakukan akupunktur untuk insomnia, maka akan mendapatkan beberapa manfaat berupa:

Menenangkan pikiran

Pengobatan modern dengan akupunktur biasa diberikan untuk membantu memperkuat otak dan menenangkan pikiran. Faktanya, pusat tidur ada di dalam otak dan insomnia disebabkan oleh eksitasi berlebihan di mana membuat korteks serebral tetap menarik keadaan.

Dengan mengatur pusat tidur melalui akupunktur, maka dapat menghasilkan efek peningkatan fungsi otak. Selain itu, efeknya juga menghambat pelepasan listrik spontan dari korteks seberal, sehingga mengurangi insomnia.

Akupunktur untuk insomnia bisa hilangkan kecemasan

Kecemasan bisa menjadi penyebab utama seseorang mengalami insomnia. Untuk mengurangi insomnia, maka kamu bisa menghilangkan faktor penyebab kecemasan dengan melakukan terapi insomnia.

Masing-masing titik pada tubuh terhubung dengan kekuatan dan efek spesifik yang dapat diaktifkan melalui stimulasi. Jarum akupunktur juga diketahui berfungsi mirip dengan pijatan, di mana dapat membantu mengendurkan otot yang tegang dan memproduksi kolagen.

Menurunkan kadar kortisol

Mendapatkan titik akupunktur yang dicampurkan dengan lingkungan menenangkan dapat membantu kamu mudah untuk tertidur. Akupunktur dapat membantu mematikan semua alarm yang mengingatkan pikiran dan tubuh untuk tetap terjaga.

Tak hanya itu, terapi ini dapat pula membantu menurunkan kadar kortisol yakni hormon stres. Perlu diketahui, stres merupakan salah satu penyebab insomnia, sehingga pastikan untuk menghindari faktor pemicunya.

Mengatasi sakit kepala akibat tegang

Masalah insomnia pada beberapa orang dapat terjadi akibat mengalami sakit kepala. Sebuah tinjauan tahun 2016 yang melibatkan 12 percobaan dan 2.349 peserta menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu orang dengan sakit kepala karena tegang.

Para peneliti mencatat jika titik-titik tertentu yang digunakan selama pengobatan mungkin memainkan peran yang kurang penting. Namun, banyak manfaat yang bisa didapatkan dari efek tusuk jarum melalui terapi akupunktur untuk insomnia. 

Adakah risiko akupunktur untuk insomnia?

Seperti halnya perawatan lain, akupunktur untuk insomnia juga memiliki beberapa risiko. Risiko atau efek samping paling umum adalah rasa sakit dan perdarahan dari penyisipan jarum akupunktur pada tubuh.

Tak hanya itu, terdapat efek samping lainnya berupa ruam pada kulit, reaksi alergi, memar, nyeri, mual, pusing, pingsan, serta infeksi.

Untuk mengurangi risiko efek samping serius, akupunktur harus selalu dilakukan oleh praktisi berlisensi dan terlatih menggunakan jarum sekali pakai yang steril.

Menurut laporan yang diterbitkan dalam Scientific Reports, akupunktur dapat menyebabkan efek samping lebih parah. Efek samping yang dimaksud yakni cedera saraf dan pembuluh darah, komplikasi dari kerusakan jarum, organ tertusuk, dan cedera tulang belakang. 

Perlu diketahui, akupunktur mungkin tidak tepat untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Risiko perdarahan atau memar dapat meningkatkan jika kamu mengalami gangguan perdarahan atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin.

Baca juga: Retina Terlepas? Simak, Begini Penyebab dan Gejala Awal yang Bisa Dideteksi!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Sleep.org, diakses 31 Maret 2021. Can Acupuncture Help You Sleep?
  2. Science Direct (2010), diakses 31 Maret 2021. Acupuncture Treatment of Insomnia by Regulating the Defensive-qi
    and Strengthening the Brain and the Spinal Cord
  3. Webmd (2020), diakses 31 Maret 2021. Alternative Treatments for Insomnia
  4. Very Well Health (2020), diakses 31 Maret 2021. The Benefits and Side Effects of Acupuncture
  5. Well and Good (2021), diakses 31 Maret 2021. Acupuncture May Help You Have the Absolute Best Sleep of Your Life—Here’s How
    register-docotr