Info Sehat

Perbedaan Gejala Stroke dan Migrain yang Perlu Diketahui

June 22, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Perbedaan gejala stroke dan migrain perlu diketahui untuk menghindari hal buruk yang mungkin terjadi. Perlu diketahui, beberapa gejala migrain bisa sangat mirip dengan gejala yang terasa saat stroke terjadi.

Untuk itu, perbedaan antara stroke dan migrain harus dipahami agar perawatan dini bisa segera dilakukan. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perbedaan gejala stroke dan migrain yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Anji Tertangkap Menggunakan Ganja, Simak Ini Efek Samping Jangka Panjang Akibat Ganja

Gejala umum stroke dan migrain

Dilansir dari Very Well Health, stroke dan migrain merupakan peristiwa yang menyebabkan berbagai gejala. Gejala antara migrain dan stroke memiliki sejumlah perbedaan yang bisa terlihat, yakni seperti:

Gejala stroke

Selama stroke, aliran darah ke bagian otak terputus sehingga sel-sel di sana tidak mendapatkan cukup oksigen dan mulai mati. Karena itu, sakit kepala parah yang tiba-tiba bisa menjadi tanda stroke.

Gejala umum lainnya yang mungkin dirasakan, berupa mati rasa atau kelelahan di satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, pusing mendadak, dan memiliki masalah penglihatan pada satu atau kedua mata.

Gejala migrain

Migrain merupakan penyakit yang menyebabkan serangan nyeri kepala berulang disertai sakit kepala parah, mual, muntah, dan kepekaan terhadap cahaya, suara, bau, atau sentuhan. Rasa sakitnya mungkin berdenyut dan biasanya terasa di satu sisi kepala, di sekitar mata, atau pelipis.

Tak hanya itu, gejala lain yang bisa dirasakan seperti kesemutan atau mati rasa di lengan, kaki, atau wajah. Terkadang, kamu juga akan memiliki telinga berdenging atau mengalami kesulitan berbicara.

Apa saja perbedaan antara stroke dan migrain?

Stroke dan migrain mungkin tumpang tindih dalam beberapa gejala namun ada perbedaan penting yang dapat membantu membedakan keduanya. Perbedaan gejala stroke dan migrain yang perlu diketahui, antara lain sebagai berikut:

Pemicu gejala

Perbedaan gejala stroke dan migrain yang pertama adalah pemicunya. Perlu diketahui, migrain cenderung dikaitkan dengan pemicu, seperti makanan, perubahan hormonal, stres, kurang tidur, suara keras, dan bau kimia.

Sementara stroke biasanya tidak terkait dengan pemicu sehari-hari. Stroke mungkin dipicu oleh perubahan ekstrim dalam tekanan darah atau detak jantung yang tidak teratur di mana merupakan peristiwa tidak terduga.

Kemunculan gejala

Kedua kondisi ini dapat menyebabkan sakit kepala yang melemahkan, namun kecepatan kemunculannya berbeda. Biasanya, migrain dimulai secara bertahap sementara stroke terjadi dengan cepat. 

Sakit kepala migrain akan datang secara perlahan dan menjadi lebih menyakitkan seiring waktu. Untuk stroke, sakit kepala akan mencapai intensitas dalam waktu beberapa menit dan gejala yang menyertai.

Risiko penyakit

Stroke jauh lebih mungkin memengaruhi individu yang berusia lebih dari 60 tahun. Beberapa faktor risiko dari stroke, seperti masalah jantung, hipertensi, kelainan pada darah, atau kolesterol tinggi.

Namun, faktor risiko pada stroke ini tidak terkait dengan migrain yang umumnya dimulai pada usia 20 atau 30-an. Karena itu, sangat tidak biasa bagi seseorang untuk mulai mengalami migrain setelah usia 50 tahun.

Durasi gejala

Salah satu perbedaan gejala stroke dan migrain adalah berapa lama durasinya berlangsung. Perlu diketahui, stroke merupakan penyakit permanen sedangkan migrain biasanya hanya bersifat sementara. 

Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak karena kurangnya suplai darah ke otak sehingga berisiko cacat permanen. Sementara itu, migrain adalah peristiwa sementara yang akhirnya dapat membaik dan tidak akan menyebabkan kerusakan pada otak.

Adakah pilihan pengobatan untuk stroke dan migrain?

Migrain dan stroke melibatkan pembuluh darah di otak, namun memiliki penyebab, efek, dan perawatan yang berbeda. Keduanya dapat menyebabkan gejala serius yang mungkin memerlukan perawatan medis. 

Jika kamu mengalami migrain, dokter akan merekomendasikan obat pereda nyeri atau obat lain untuk membantu melebarkan pembuluh darah di otak. Sementara untuk stroke, biasanya perawatan tergantung pada jenisnya.

Beberapa orang dengan gejala stroke biasanya memerlukan obat untuk memecah gumpalan dan menurunkan tekanan darah. Apabila kamu memiliki efek stroke yang bertahan lama, seperti kesulitan berbicara atau berjalan maka mungkin perlu fisioterapi.

Baca juga: Manfaat Daun Saga bagi Kesehatan yang Perlu Diketahui

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Very Well Health (2021), diakses 17 Juni 2021. The Migraine-Stroke Connection
  2. Webmd (2019), diakses 17 Juni 2021. Migraine vs. Stroke: How to Tell the Difference
  3. Self.com, diakses 17 Juni 2021. 4 Major Differences Between Strokes and Migraines
  4. Healthline (2021), diakses 17 Juni 2021. How to Tell the Difference Between Migraine and Stroke
    register-docotr