Info Sehat

Suka Pakai Sepatu Hak Tinggi? Waspada Kena Plantar Facitis

April 21, 2020 | Ajeng Annastasia
feature image

Ditulis dan ditinjau oleh: dr. Halida Citra

Pemakaian sepatu hak tinggi saat ini memang semakin populer di kalangan wanita. Saat bekerja maupun pergi ke pesta, sepatu hak tinggi hampir selalu menemani.

Tapi tahukah kamu bahwa di balik anggunnya pemakaian sepatu hak tinggi ada risikonya? Ya, ada satu jenis penyakit yang diketahui menjadi efek samping pakai sepatu hak tinggi terlalu lama.

Risiko penyakit tersebut yakni masalah di tumit, yang lebih dikenal dengan sebutan Plantar Facitis.

Baca juga: Bekas Luka Bakar Bikin Tidak Percaya Diri, Tangani dengan 3 Bahan Alami Ini

Apa itu plantar facitis?

Plantar facitis juga bisa dialami atlet pelari (Foto: Shutterstock)

Plantar facitis merupakan peradangan dan iritasi pada jaringan ligamen yang menghubungkan tumit hingga ke jempol kaki. 

Ligamen ini dapat menegang, sehingga menimbulkan efek nyeri pada tumit. Selain pada mereka yang terlalu sering memakai sepatu hak tinggi, penyakit ini bisa juga dialami oleh para pelari.

Rata-rata pengidap plantar facitis kerap menggunakan sepatu yang tidak menopang bentuk dan ukuran telapak kaki dengan baik. 

Gejala plantar facitis

Gejala awal yang kerap dikeluhkan pada pengidap plantar facitis yakni rasa sakit di bagian tumit atau di bagian bawah tengah kaki. Meski umumnya hanya memengaruhi satu kaki, tapi bisa juga langsung dirasakan oleh kedua kaki sekaligus.

Seiring semakin parah kondisi ini, rasa nyeri yang dirasakan bisa menjalar semakin tak tertahankan. Beberapa mengeluhkan adanya sensasi terbakar di bagian bawah kaki.

Penyebab plantar facitis

Seseorang menjadi lebih berisiko mengalami plantar facitis jika memiliki berat badan berlebih dan kelainan struktur anatomi telapak kaki.

Ini disebabkan oleh meningkatnya tekanan pada ligamen kaki, terutama jika kenaikan berat badan terjadi secara tiba-tiba.

Kebiasaan seperti berjalan dan berdiri terlalu lama tanpa ditopang alas kaki yang baik pun bisa jadi pemicu utamanya. Oleh sebab itu, plantar facitis dikenal sebagai salah satu efek samping pakai sepatu hak tinggi.

Baca juga: 5 Mitos Penanganan Luka Bakar yang Harus Dihindari

Pengobatan plantar facitis

Kompres untuk membantu meredakan nyeri (Foto: Shutterstock)

Untuk menangani penyakit ini, The American College of Foot and Ankle Surgeons merekomendasikan seseorang untuk melakukan perubahan gaya hidup, serta mengurangi keaktifan gerakan yang bisa menambah nyeri dan beban pada tumit. 

Jika memungkinkan, hindari dulu penggunaan sepatu hak tinggi atau sepatu lain yang tidak memberikan topangan baik pada kaki.

Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, 90 persen pasien plantar facitis akan membaik dalam waktu 10 bulan setelah memulai metode perawatan sederhana dan tanpa melakukan metode pembedahan.

Metode sederhana yang bisa dilakukan adalah memberi jeda istirahat pada kaki, terutama setelah melakukan aktivitas yang panjang dan lama. Kompres kaki dengan es batu selama 20-30 menit sebanyak 3-4 kali sehari. 

Selain itu, kamu juga dapat meminum obat antinyeri seperti Ibuprofen bila dirasakan nyeri tidak berkurang dengan metode kompres. 

Gunakan sepatu yang mendukung dan ortotik dengan sol tebal dan bantalan ekstra untuk mengurangi rasa sakit saat berdiri dan berjalan. Bila belum membaik, segera hubungi dokter.

Konsultasikan kondisi kesehatan Anda di Good Doctor. Yuk, lakukan konsultasi online dengan dokter terpercaya!

Reference

Thomas Trojian and Alicia K. Tucker, Plantar Fasciitis

Healthline. https://www.healthline.com/health/plantar-fasciitis

 

 

    register-docotr