Info Sehat

Masalah Pencernaan Kronis yang Meningkat di Kalangan Pekerja Kantoran dan Bagaimana Telemedisin dapat Membantu Meningkatkan Produktivitas Karyawan

April 28, 2022 | Santi Andriani
feature image

Menurut sebuah survey dari  Non-profit Health Enhancement Research Organization (HERO)lebih dari 90 persen pemilik bisnis menyatakan bahwa kesehatan karyawan dapat memengaruhi produktivitas dan kinerja karyawan.

Perusahaan yang kompetitif bergantung pada proses yang dirancang dengan baik dan didorong oleh tenaga kerja yang sehat dan bahagia. Tanpa adanya akses manfaat dan layanan kesehatan yang cepat bagi karyawan, akan menjadi sulit bagi perusahaan untuk menciptakan tempat kerja yang unggul bagi para karyawannya untuk berkembang. Kesehatan karyawan yang terjaga akan terkait erat dengan peningkatan angka produktivitas di tempat kerja.

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah salah satu gangguan pencernaan yang kerap dialami oleh usia muda dan dewasa. Gaya hidup yang tidak teratur disebut-sebut menjadi penyebabnya. Itulah alasan mengapa GERD kerap diidap oleh pekerja kantoran yang tak kenal waktu dalam bekerja. Beruntung, kehadiran telemedisin dapat membantu memberikan manajemen GERD secara optimal. Lantas, seperti apa peran telemedisin dalam membantu menangani pasien GERD dan meningkatkan kesehatan mereka? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu GERD?

GERD adalah kondisi saat asam lambung naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan lapisan dinding di jalur yang dilewatinya menjadi iritasi. GERD banyak dipicu oleh perubahan gaya hidup dan konsumsi obat-obatan.

Gejala yang ditimbulkan akibat kondisi ini seperti rasa tidak nyaman di perut, rasa terbakar di dada (heartburn) yang menjalar hingga ke bagian kerongkongan, mulut terasa asam atau pahit, mual, muntah, sering bersendawa hingga kesulitan untuk menelan dan bahkan sesak napas.

Jika dibiarkan, GERD bisa meningkatkan risiko berbagai komplikasi lebih parah, seperti penyempitan kerongkongan, luka terbuka di esofagus, hingga kanker yang disebabkan oleh kerusakan pada jaringan.

Rentan menyerang pekerja kantoran

Jika dibandingkan dengan profesi lain, pekerja kantoran ternyata lebih rentan terkena GERD. Beberapa alasan di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Perubahan atau penundaan jam makan karena jadwal kerja yang panjang dan padat.
  • Pemilihan menu makanan yang memicu terjadinya GERD, contoh: fast food / makanan cepat saji, kopi, teh, minuman berenergi, coklat dan camilan tinggi lemak lainnya yang tidak sehat.
  • Kelelahan dan tingkat stres yang tinggi serta tidak terkelola dengan baik dapat memengaruhi kondisi psikis seseorang. Rasa cemas yang berlebihan bisa meningkatkan produksi asam lambung dan mengurangi tekanan pada otot sfingter sehingga asam lambung mengalir balik.

dr. Adhiatma, Head of Medical Good Doctor Technology Indonesia menyatakan, “Saat ini terdapat peningkatan kasus konsultasi dispepsia dan GERD yang cukup besar di Good Doctor. Penyakit GERD telah menjadi kasus konsultasi top kedua tertinggi, setelah kasus penyakit ISPA, selama bulan Ramadhan ini. Kami telah memprediksi tren yang datang, sehingga kami telah menyiapkan ketersediaan stok obat di mitra farmasi kami dan juga melakukan beberapa kegiatan edukasi kesehatan kepada orang awam mengenai dispepsia dan GERD.”

Berdampak pada produktivitas

Dampak GERD yang muncul seperti penurunan kekuatan fisik, kualitas tidur, kondisi emosi, hingga fungsi sosial dan kualitas hidup penderitanya, dapat mengganggu para karyawan yang menderitanya selama jam bekerja sehingga menyebabkan penurunan tingkat produktivitas karyawan di tempat kerja. Selain itu, jika terus diabaikan, penyakit ini juga dapat memicu terjadinya komplikasi di masa depan.

Karyawan dengan kesehatan yang terjaga tentunya akan lebih produktif dan bahagia dalam bekerja. Namun, jika sebagian besar pekerja tidak sehat, tren seperti ketidakhadiran yang lebih sering terjadi, berkurangnya semangat di tempat kerja karena gejala penyakit penyerta dan lainnya, dapat menyebabkan kerugian produktivitas yang lebih besar bagi perusahaan dan berdampak pada angka pergantian karyawan / employee turnover.

Berdasarkan International Journal of Scientific & Technology Research Vol. 5 (5), Mei 2016, risiko produktivitas yang rendah menyebabkan rendahnya produksi karena rendahnya moral di antara karyawan perusahaan. Karyawan yang gagal melakukan sesuai kebutuhan adalah peningkatan kewajiban kepada perusahaan.

Oleh karena itu, produktivitas yang lebih rendah menghasilkan kinerja karyawan yang buruk dan mempengaruhi kualitas hasil dan pertumbuhan bisnis. Waktu dan biaya yang dihabiskan untuk sumber daya yang tidak berkinerja baik juga berpotensi mengurangi profitabilitas perusahaan. Selain itu, kerugian produktivitas juga dapat menurunkan efisiensi karyawan, yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan bisnis.

Dengan memberikan tool kesehatan yang kredibel bagi karyawan, akan memungkinkan mereka untuk mendapatkan akses mudah ke layanan kesehatan dan mengatasi masalah kesehatan mereka lebih cepat untuk mengurangi dampak pada tingkat produktivitas mereka di tempat kerja. 

Peran telemedisin dalam mengatasi GERD dan meningkatkan produktivitas karyawan

Investasi tak melulu tentang finansial, tapi juga kesehatan. Kondisi kesehatan para karyawan dan pekerja kantoran harus benar-benar dijaga. Rahasia membangun budaya tempat kerja yang kuat dan meningkatkan produktivitas kerja karyawan dapat dimulai dengan berinvestasi pada kesehatan karyawan perusahaan Anda sendiri. Hal ini termasuk layanan telemedisin.

Bagi banyak perusahaan, telemedisin dapat memberikan perawatan yang cepat, mudah, nyaman, dan terjangkau untuk mengatasi beragam penyakit karyawan di tempat kerja, salah satunya bagi pasien GERD. Layanan telemedisin juga dapat meningkatkan penanganan klaim kompensasi pekerja serta membantu karyawan menyeimbangkan kesehatan dan komitmen kerja mereka, sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih produktif. Beberapa keuntungan lainnya yaitu:

  • Memperkuat budaya perusahaan: Ketika karyawan Anda merasa aman, sehat, dan didukung, kinerja mereka lebih baik di tempat kerja.
  • Memastikan keamanan dan social distancing terutama selama masa pandemi.
  • Layanan kesehatan mental yang dapat diakses dengan mudah, sehingga mengurangi penyebab stres yang dapat memperburuk gejala pada pasien GERD.
  • Meminimalisir terjadinya absen / izin ketidakhadiran karyawan yang tidak diperlukan, karena mengakibatkan hilangnya produktivitas per karyawan.
  • Meningkatkan retensi karyawan, karena sebagian besar pekerja menyatakan bahwa tunjangan kesehatan merupakan faktor utama dalam hal kepuasan kerja.
  • Memberdayakan tenaga kerja yang lebih produktif: Ketika tim Anda memiliki akses yang lebih baik ke virtual care, tim menikmati peningkatan produktivitas yang sehat dari layanan telemedisin yang tersedia di tempat kerja. Karyawan yang sehat dapat fokus pada pekerjaan mereka daripada mengkhawatirkan tentang mengelola gejala yang mereka hadapi. Telemedisin memungkinkan karyawan untuk berkonsultasi dengan dokter secara cepat, sehingga karyawan dapat kembali ke bekerja dengan produktif dan merasa lebih baik.
  • Meningkatkan work-life balance dan kepuasan karyawan dalam bekerja, karena banyaknya waktu yang bisa terhemat dari akses layanan kesehatan digital yang mudah.

Singkatnya, Good Doctor Technology Indonesia telah menyediakan layanan telemedisin sebagai bagian dari tunjangan kesehatan karyawan kepada lebih dari 1.300 perusahaan dan lebih dari 40 perusahaan asuransi, serta kepada hampir 300.000 karyawan di Indonesia.

Kini, kehadiran dokter dan layanan kesehatan virtual memberikan win-win solution bagi perusahaan dan karyawan. Perusahaan mendapat manfaat dari tenaga kerja yang lebih sehat dan produktif. Pada saat yang bersamaan, karyawan juga mendapat manfaat berupa akses layanan kesehatan yang nyaman dan mudah. Dengan begitu, masalah kesehatan yang dialami para pekerja kantoran seperti GERD dapat segera tertangani dengan baik.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference
  1. Miller, S. (2015, February 25). Employers See Wellness Link to Productivity, Performance. https://www.shrm.org/resourcesandtools/hr-topics/benefits/pages/wellness-productivity-link-.aspx
  2. MacFarlane, B. (2018, June). Management of gastroesophageal reflux disease in adults: a pharmacist’s perspective. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5993040/
  3. Tarigan, R.C., Pratomo, B. (2019, Juni). Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 6, No. 2. http://jurnalpenyakitdalam.ui.ac.id/index.php/jpdi/article/view/306/187
  4. Clarrett DM. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Mo Med. 2018;115(3):214-218.
  5. Blackmores.co.th. (2021). Get GERD from office work?
  6. Medical News Today. (2020). Acid reflux and anxiety: What to know Healthline – Can Stress Cause Acid Reflux?
  7. Arnold, S. (2020, Januari). Can telemedicine and digital appointments help employees balance their health and work commitments? https://www.ns-healthcare.com/analysis/employee-healthcare-telemedicine/
  8. Talley, N. J. & Irani, M, Z. (2020, Juli). Optimal management of severe symptomatic gastroesophageal reflux disease. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/joim.13148
  9. Assiri, W. (2016, Mei). Risk of Loss Productivity in Workplaces. https://www.ijstr.org/final-print/may2016/Risk-Of-Loss-Of-Productivity-In-Workplaces.pdf
  10. (2021, Oktober). The Effects of Low Productivity on Business Growth. https://www.saviom.com/blog/effects-of-low-productivity-business-growth/

 

 

 

    register-docotr