Info Sehat

Lilin Aromaterapi Punya Banyak Manfaat, Tapi Perhatikan Juga Efek Samping Berikut Ini

February 23, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penggunaan lilin aromaterapi semakin populer, sebab dapat meredakan stres dan meningkatkan suasana hati. Namun, di samping manfaatnya, lilin aromaterapi juga memiliki efek samping bagi kesehatan lho!

Nah, agar kamu lebih memahami mengenai manfaat serta bahaya dari lilin aromaterapi, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Mengenal Manfaat Essential Oil dari Tiap Jenisnya, Salah Satunya Bikin Rileks

Apa itu lilin aromaterapi?

Lilin aromaterapi merupakan istilah umum untuk lilin yang mengandung minyak esensial. Minyak esensial sendiri merupakan cairan pekat yang berasal dari tanaman.

Beberapa lilin aromaterapi hanya mengandung minyak esensial, sebagian lain merupakan campuran antara minyak esensial dan wewangian buatan.

Manfaat lilin aromaterapi

Pada dasarnya, penelitian mengenai manfaat lilin aromaterapi masih terbatas. Akan tetapi, diketahui bahwa minyak esensial tertentu dapat membantu untuk meredakan stres.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2019 juga menemukan bahwa minyak esensial lavender dapat mengurangi kecemasan. Minyak esensial lainnya yang juga dapat meredakan stres adalah clary sage.

Menurut sebuah penelitian terhadap wanita yang mengalami menopause bahwa aroma clary sage dapat mengurangi kadar kortisol. Perlu kamu tahu, bahwa kortisol merupakan salah satu hormon yang terlibat dalam respons stres tubuh.

Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat dari lilin aromaterapi yang perlu kamu ketahui.

Meredakan stres

Salah satu manfaat paling populer dari lilin aromaterapi adalah meredakan stres. Lilin beraroma lavender dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks.

Tak hanya minyak esensial lavender saja, minyak esensial lainnya seperti mawar, kenanga, dan cendana juga dapat meredakan stres.

Mengatasi tekanan pada otot

Dilansir dari laman Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), aroma peppermint dapat membantu untuk mengatasi rasa sakit pada kepala, nyeri otot, serta masalah pada pencernaan. Di sisi lain, penggunaan lilin beraroma jeruk dan kayu manis dipercaya dapat meningkatkan energi.

Mengurangi kecemasan

Melansir dari laman Counseling Directory, sebuah studi menemukan bahwa penggunaan lilin dan minyak esensial dapat membantu menangani ketidakseimbangan kesejahteraan psikologis, seperti depresi.

Sebagai contoh, lilin yang memiliki aroma tertentu dapat mengurangi rasa takut dan cemas, stres, serta meningkatkan suasana hati.

Meningkatkan suasana hati

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa lilin aromaterapi juga dapat membantu meningkatkan suasana hati. Lilin aromaterapi dapat membantu menenangkan pikiran serta meredakan stres.

Lilin aromaterapi tertentu juga dapat mengaktifkan bahan kimia di otak, seperti dopamin dan serotonin, yang mana ini dapat mendukung suasana hati yang positif.

Senada dengan hal tersebut Chryssa Chalkia, seorang psikoterapis mengatakan bahwa efek menenangkan yang dimiliki lilin aromaterapi didasarkan pada bagaimana otak memproses suatu aroma. Aroma dari lilin aromaterapi dapat merangsang sistem limbik.

Sistem limbik sendiri merupakan bagian otak yang menjadi tempat bagi ingatan dan emosi. Hormon seperti serotonin dan dopamin dapat diproduksi untuk mengatur suasana hati.

Baca juga: Manfaat Minyak Atsiri: Benarkah Bisa untuk Mengurangi keluhan pada pasien COVID-19?

Efek samping lilin aromaterapi

Lilin aromaterapi memang memiliki beberapa manfaat. Namun, lilin aroma terapi yang mengandung wewangian buatan memiliki efek samping yang perlu kamu perhatikan.

Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa sekitar 34,7 persen orang mengalami efek samping pada kesehatan akibat paparan wewangian buatan. Adapun beberapa efek samping tersebut di antaranya adalah:

  • Migrain
  • Sakit kepala
  • Serangan asma
  • Kesulitan untuk bernapas
  • Dermatitis kontak

Tak hanya itu, menurut Healthline, lilin beraroma yang dibakar dapat melepaskan senyawa organik yang mudah menguap di udara, seperti formaldehida, yang mana ini dapat meningkatkan risiko kanker.

Meskipun lilin beraroma dapat melepaskan senyawa tersebut, akan tetapi masih belum diketahui apakah hal tersebut dapat memengaruhi kesehatan atau tidak.

Bagaimana memilih lilin aromaterapi?

Menghirup terlalu banyak jenis asap apapun dapat memengaruhi kesehatan.

Untuk menghindari hal ini, sebaiknya minimalkanlah jumlah asap yang dihirup dengan cara menyalakan lilin di ruang yang memiliki ventilasi baik serta menjauhkannya dari aliran udara yang dapat meningkatkan jumlah asap yang dilepaskan.

Tak hanya itu, jika kamu juga ingin meminimalkan jumlah partikel yang dihirup, kamu dapat memilih lilin yang terbuat dari bahan alami.

Berdasakan sebuah penelitian, lilin yang terbuat dari palm stearin hanya melepaskan setengah jelaga (butiran arang halus) dibandingkan dengan lilin yang terbuat dari parafin.

Lilin dengan bahan dasar kelapa, kedelai, palm, serta beeswax merupakan lilin aromaterapi berbahan dasar alami yang bisa kamu pilih.

Itulah beberapa informasi mengenai manfaat serta bahaya dari lilin aromaterapi. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai manfaat atau efek samping lilin aromaterapi untuk kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Balittro. Diakses pada 22 Februari 2021. Lilin Aromaterapi 

Counseling Directory (2018). Diakses pada 22 Februari 2021. Scented candles to reduce anxiety 

Healthline (2020). Diakses pada 22 Februari 2021. Is Burning Candles Safe or Bad for Your Health? 

Medical News Today (2020). Diakses pada 22 Februari 2021. Aromatherapy candles: 3 options for stress relief

Donelli, Davide Michele Antonelli (2019). Effects of lavender on anxiety: A systematic review and meta-analysis. Science Direct (diakses pada 22 Februari 2021)

Lee, Kyung‐Bok, Eun Cho, dan Young‐Sook Kang (2014). Changes in 5‐hydroxytryptamine and Cortisol Plasma Levels in Menopausal Women After Inhalation of Clary Sage Oil. Wiley Online Library (diakses pada 22 Februari 2021)

Steinemann, Anne (2016). Fragranced consumer products: exposures and effects from emissions. NCBI (diakses pada 22 Februari 2021)

Olszowski, Tomasz, dan Andrzej Kłos (2013). The Impact of Candle Burning During All Saints’ Day Ceremonies on Ambient Alkyl-Substituted Benzene Concentrations. Springer Link (diakses pada 22 Februari 2021)

    register-docotr