Info Sehat

Manfaat Minyak Atsiri: Benarkah Bisa untuk Mengurangi keluhan pada pasien COVID-19?

October 2, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Minyak atsiri atau yang lebih populer disebut sebagai essential oil adalah ekstrak cair dari berbagai tanaman yang berpotensi memberi manfaat. Minyak ini memiliki bau yang kuat dan mengandung bahan aktif tinggi.

Selama pandemi, minyak atsiri kerap disebut sebagai alternatif pengobatan COVID-19. Lantas apakah benar? Mari simak manfaat dari minyak atsiri serta hubungannya dengan pengobatan pasien COVID-19 di bawah ini!

Manfaat minyak atsiri untuk kesehatan

Minyak yang satu ini sangat terkenal sebagai aromaterapi. Minyak atsiri dapat berinteraksi dengan tubuh dengan cara dioleskan atau dihirup yang kemudian merangsang bagian otak atau lebih tepatnya sistem limbik.

Sistem limbik berperan dalam mengontrol beberapa fungsi fisiologis bawah sadar, seperti pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah. Karena itu, banyak yang mengklaim bahwa minyak esensial dapat memberikan efek fisik pada tubuh.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah manfaat minyak atsiri yang sudah terbukti:

1. Mengurangi peradangan 

Melalui penelitian yang dilakukan pada tikus serta tabung reaksi, essential oil diketahui memiliki efek anti-inflamasi. Efek ini tentunya dapat membantu melawan kondisi peradangan.

Namun sangat sedikit penelitian pada manusia yang meneliti efek minyak ini pada penyakit inflamasi. Maka dari itu, efektivitas dan keamanannya belum terjamin. 

2. Bersifat antibiotik dan antimikroba

Beberapa jenis essential oil diketahui memiliki reaksi positif untuk efek antimikroba. Seperti minyak tea tree dan peppermint. Namun penelitian ini belum cukup untuk membuktikan bahwa minyak esensial dapat mengobati infeksi bakteri pada manusia. 

3. Membantu tidur lebih baik

Essential oil berbahan lavender telah terbukti meningkatkan kualitas tidur. Khususnya pada wanita yang baru melahirkan, serta penderita penyakit jantung. Mayoritas penelitian menunjukkan bahwa menghirup minyak lavender memberi efek positif saat tidur. 

4. Meredakan sakit kepala

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengoleskan peppermint dan minyak lavender pada dahi dan pelipis membantu meredakan sakit kepala.

Minyak lain seperti peppermint, chamomile, dan minyak wijen juga memberikan efek yang sama. Namun penelitian mengenai hal ini masih harus diperbanyak. 

5. Meredakan stres

Essential oil kerap digunakan sebagai aromaterapi dan dikombinasikan dengan terapi tradisional dalam mengatasi kecemasan dan stres. 

Diperkirakan 43 persen orang yang mengalami stres dan kecemasan juga menggunakan bentuk terapi alternatif untuk membantu meredakan gejala yang dialami.

Namun minyak ini belum bisa sepenuhnya dikatakan efektif untuk mengobati stres dan kecemasan karena efeknya mungkin hanya mungkin hanya bertahan sebentar. 

Baca juga: Manfaat Minyak Kayu Putih untuk Corona, Adakah Bukti Ilmiahnya?

Manfaat minyak atsiri untuk perawatan COVID-19

Semenjak pandemi COVID-19, tidak sedikit orang yang mengaitkan manfaat minyak atsiri untuk merawat pasien COVID-19. Sebab, minyak atsiri memiliki kandungan yang dapat melawan virus. 

Namun berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan, minyak atsiri belum bisa dikatakan mampu mengobati atau menangkal COVID-19. Sampai saat ini pun sangat sedikit obat yang secara klinis terbukti melawan virus SARS-CoV-2.

Melalui penelitian tersebut, minyak atsiri diketahui tidak mungkin berinteraksi dengan target virus. Namun, komponen dari minyak atsiri dapat digunakan untuk meredakan gejala COVID-19.

Bahkan FDA, Badan Pengawas Obat di Amerika telah mengeluarkan surat teguran bagi para penjual minyak esensial yang memberikan klaim anti-COVID-19 pada produknya.

Efek samping penggunaan minyak atsiri yang kurang tepat

Tidak semua produk alami hadir tanpa efek samping. Termasuk minyak atsiri. Sebelum kamu menggunakan minyak ini, ketahui efek samping yang mungkin terjadi, seperti:

  • Iritasi dan rasa terbakar. Untuk menghindari hal ini, kamu bisa oleskan terlebih dahulu sedikit minyak ke area kulit untuk menguji reaksinya. Kamu juga perlu mengencerkan minyak atsiri dengan minyak carrier. 
  • Serangan asma. Meskipun minyak esensial aman bagi kebanyakan orang untuk digunakan dengan cara dihirup, pada penderita asma kemungkinan ada reaksi saat menghirup uapnya.
  • Sakit kepala. Meski minyak atsiri bisa meredakan sakit kepala, tetapi menghirup terlalu banyak minyak atsiri justru dapat menyebabkan sakit kepala. 

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
    Berita Terkait
    register-docotr