Covid-19

Tips Mempersiapkan Kehamilan saat Pandemi, Calon Moms Harus Tahu!

August 2, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Hamil di tengah pandemi COVID-19 bisa menjadi sebuah tantangan tersendiri. Meski begitu, tak sedikit pasangan suami istri yang tetap bertekad dan berencana untuk segera mendapat momongan.

Lantas, bolehkah merencanakan kehamilan saat wabah COVID-19 masih merebak? Apa saja langkah tepat yang harus disiapkan?

Rencana hamil saat pandemi, perlukah ditunda?

Tak sedikit pasangan suami istri yang memutuskan untuk menunda merencanakan kehamilan di tengah berlangsungnya wabah COVID-19. Ada banyak hal yang menjadi alasan, salah satunya adalah faktor keamanan dan kesehatan.

Ini sejalan dengan imbauan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKN) yang menyarankan setiap keluarga untuk menunda kehamilan. Alasannya, sejumlah fasilitas kesehatan dijadikan tempat pelayanan pasien COVID-19.

Namun, menurut Eduardo Hariton, MD, pakar obstetri di University of California, kehamilan adalah urusan yang sangat pribadi. Perencanaan hamil atau tidak diputuskan oleh setiap pasutri.

Hal senada juga disampaikan oleh Robyn Horsager, MD, pakar ginekologi di UT Southwestern Medical Center, Amerika Serikat, bahwa keputusan untuk hamil di tengah pandemi adalah urusan personal, tidak ada jawaban benar atau salah.

Tips mempersiapkan kehamilan di masa pandemi

Menurut penjelasan ahli obstetri dan ginekologi di Universitas Gadjah Mada, dr Irwan Taufiqur Rahchman, perlu perencanaan yang baik jika Moms dan suami sudah bertekad bulat untuk mendapatkan momongan di tengah wabah COVID-19.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah:

1. Vaksinasi COVID-19

Kehamilan memang tidak akan membuat seorang wanita lebih rentan tertular COVID-19. Tapi, kehamilan bisa meningkatkan risiko kondisi tertentu yang lebih buruk jika sudah terinfeksi SARS-CoV-2.

Vaksinasi COVID-19 secara lengkap sebelum kehamilan dapat meminimalkan risiko tersebut.

2. Bicarakan dengan dokter

Di masa pandemi, penting untuk meminta saran medis dari dokter jika Moms dan suami ingin segera mendapat momongan. Apalagi jika punya riwayat penyakit penyerta atau komorbid seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan penyakit paru.

Wanita yang ingin hamil harus benar-benar menjaga kesehatannya. Sebab, kesehatan Moms akan berdampak dan bisa memengaruhi kondisi janin yang ada di dalam kandungan.

3. Pertimbangan pekerjaan

Jika ingin hamil di tengah pandemi, ada baiknya Moms yang bekerja memikirkan matang-matang tentang faktor ini. Sebab, di tempat kerja, risiko tertular COVID-19 mungkin lebih tinggi. Jika memungkinkan, bekerja dari rumah adalah sebuah keputusan terbaik.

4. Cari layanan medis untuk perawatan

Akses dan layanan perawatan prenatal harus dipertimbangkan jika Moms sedang merencanakan kehamilan di tengah pandemi. Ini penting, karena seperti yang telah disebutkan, sejumlah fasilitas kesehatan dijadikan tempat perawatan pasien COVID-19.

Perawatan prenatal adalah sesuatu yang penting selama masa kehamilan. Ini juga berlaku untuk proses persalinan. Moms bisa mencari fasilitas kesehatan yang dapat memberi pelayanan tersebut mulai dari awal kehamilan hingga persalinan.

5. Kuatkan mental

Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum memutuskan untuk hamil saat pandemi, salah satunya adalah faktor psikologis.

Sekitar 10 persen wanita hamil mengalami gangguan kecemasan. Saat pandemi, jumlahnya meningkat hampir dua kali lipat. Gangguan psikologis dapat memicu depresi, yang secara tidak langsung bisa berdampak pada kesehatan janin.

Jika Moms sudah siap untuk hamil dan merasa mampu dalam mengendalikan stres dengan baik, program mendapatkan momongan bisa segera dimulai.

Baca juga: Agar Berhasil, Ini Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Program Hamil!

Cara agar cepat hamil di masa pandemi

Sebenarnya, proses kehamilan tidak ada kaitannya dengan pandemi. Jadi, cara untuk mempercepat kehamilan bisa dilakukan kapan saja, beberapa di antaranya adalah:

  • Aktif berhubungan seksual setiap dua atau tiga hari
  • Hentikan penggunaan alat kontrasepsi
  • Ketahui masa subur
  • Penuhi asupan asam folat 400 mkg setiap hari
  • Hentikan kebiasaan merokok, minum alkohol, dan penyalahgunaan obat
  • Jaga berat badan ideal
  • Hindari stres

Selain cara alami, ada juga sejumlah prosedur medis yang bisa ditempuh jika sulit mendapatkan kehamilan, yaitu:

  • Bayi tabung: Pembuahan dilakukan di luar tubuh, sel telur dan sperma diletakkan pada tabung khusus dan embrio dimasukkan ke dalam rahim
  • Inseminasi buatan: Sperma dimasukkan langsung ke dalam rahim dengan tabung khusus melewati serviks setelah pemisahan dengan cairan semen atau air mani

Nah, itulah tips mempersiapkan kehamilan serta cara mempercepat mendapatkannya yang perlu Moms ketahui. Agar tidak berisiko tertular COVID-19 selama masa kehamilan, tetap terapkan protokol kesehatan, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

  1. Verywell Family, diakses 2 Agustus 2021, Should You Stop Trying to Get Pregnant Because of COVID-19?
  2. UT Southwestern Medical Center, diakses 2 Agustus 2021, Is it safe to get pregnant during the COVID-19 pandemic?
  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 2 Agustus 2021, Planning for Pregnancy.
  4. Healthline, diakses 2 Agustus 2021, 16 Natural Ways to Boost Fertility.
  5. Healthline, diakses 2 Agustus 2021, How to Increase Your Chances of Getting Pregnant.
  6. Healthline, diakses 2 Agustus 2021, Babymaking 101: Ways to Get Pregnant Faster.
  7. Live Science, diakses 2 Agustus 2021, Trying to conceive: 10 tips for women.
  8. NHS UK, diakses 2 Agustus 2021, Intrauterine insemination (IUI).
  9. NHS UK, diakses 2 Agustus 2021, IVF.
  10. CNN Indonesia, diakses 2 Agustus 2021, BKKBN: Tunda Kehamilan di Masa Pandemi.
  11. Kontan, diakses 2 Agustus 2021, Tips perencanaan kehamilan yang baik di masa pandemi Covid-19.

    register-docotr