Info Sehat

Kerap Alami Keringat Dingin? Mungkin Ini Penyebabnya!

February 18, 2021 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pernahkah kamu merasakan munculnya keringat dingin? Tidak seperti keringat normal, keringat dingin biasanya muncul mendadak dan tidak berasal dari panas atau aktivitas fisik. 

Istilah medis untuk keringat dingin adalah diaphoresis. Keringat dingin berasal dari respons tubuh terhadap stres, yang disebut respons fight or flight.

Kemunculan keringat dingin bisa menjadi tanda cedera atau penyakit yang signifikan. Untuk itu, penting bagi kamu mengetahui berbagai penyebab terjadinya keringat dingin. 

Penyebab keringat dingin

Serangan jantung

Keringat dingin bisa menjadi salah satu tanda pertama serangan jantung. Segeralah minta pertolongan medis bila keringat dingin disertai dengan tanda berikut:

  • Ketidaknyamanan atau nyeri di dada terasa seperti menarik, meremas, atau kembung
  • Sulit bernafas
  • Ketidaknyamanan atau nyeri di leher, rahang, perut, atau punggung 
  • Pusing
  • Rasa akan pingsan 

Syok

Kondisi syok terjadi saat aliran darah sangat rendah ke otak dan organ vital lainnya. Kurangnya aliran darah ini akan menurunkan pasokan oksigen dan nutrisi ke otak sehingga menyebabkan stres.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah saat syok adalah detak jantung yang tiba-tiba, denyut jantung lemah, pernapasan cepat (>20 napas per menit), kulit pucat, dan perasaan lemas atau pusing saat duduk atau berdiri.

Sakit karena cedera

Nyeri hebat akibat cedera parah, seperti patah tulang atau amputasi, dapat menyebabkan keringat dingin, karena organ tidak mendapatkan cukup oksigen.

Biasanya mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti obat anti inflamasi non steroid (NSAID) seperti ibuprofen (Advil) dapat membantu meredakan nyeri hebat dan menghentikan keringat dingin.

Stres atau kecemasan

Stres atau kecemasan yang disebabkan oleh beban di tempat kerja, atau di sekolah dapat memicu keringat dingin. Pada kasus stres atau kecemasan, keringat dingin biasanya disertai dengan:

  • Nyeri yang tidak bisa dijelaskan 
  • Muntah
  • Otot tegang 

Efek tersebut diakibatkan oleh stres yang memicu kecemasan pada tubuh, sehingga menghalangi oksigen masuk ke otak atau organ lain.

Baca juga: Mencuci Sayuran dengan Benar Penting Dilakukan, Simak Ini 5 Tipsnya!

Glukosa darah rendah

Kondisi hipoglikemia atau rendahnya gula darah merupakan komplikasi yang cukup umum pada penderita diabetes. Ketika gula darah rendah, otak akan menganggap kondisi ini sama seriusnya dengan kekurangan oksigen. Sehingga responnya pun sama, yakni berupa keringat dingin.

Menopause

Perubahan kadar hormon yang terkait menopause dan perimenopause dapat memicu keringat berlebih dan keringat dingin. Selain itu, perubahan drastis dari kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh juga kerap diiringi dengan hot flashes. 

Hipoksia

Hipoksia adalah istilah medis untuk kondisi kekurangan oksigen. Penyebabnya mungkin akibat cedera, penyumbatan, racun atau alerge.

Ketika tubuh kekurangan oksigen, area di tubuh tidak dapat pasokan oksigen yang cukup. Kondisi ini akan menyebabkan munculnya keringat dingin dan perlu segera ditangani. 

Mual atau vertigo

Keringat dingin juga dapat terjadi saat kamu merasa mual atau mengalami vertigo.

Mual adalah perasaan akan muntah, tetapi tidak selalu berakhir dengan muntah. Mual bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti makan terlalu banyak atau minum obat tertentu.

Sementara vertigo adalah kondisi pusing parah dan membuat ruangan di sekitar seperti bergerak. Vertigo seringkali disebabkan oleh masalah pada telinga bagian dalam dan hubungannya dengan otak.

Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala yang dapat menyebabkan nyeri hebat dalam waktu lama. Keringat dingin biasanya terjadi selama migrain karena itu merupakan cara tubuh merespons rasa sakit.

Infeksi

Menurut penelitian, setiap infeksi yang menyebabkan demam dapat menyebabkan keringat dingin. Termasuk infeksi oleh bakteri atau virus yang menyerang jaringan tubuh. Biasanya keringat dingin muncul saat demam terlihat mereda atau mulai turun kembali. 

Pada kasus yang parah (sepsis), infeksi ini dapat menyebabkan syok dan juga keringat dingin. Ketika terjadi sepsis, peradangan bisa terjadi di seluruh tubuh. Jika keringat dingin muncul dengan tanda berikut segeralah minta pertolongan medis. 

  • Demam tinggi
  • Dingin dan menggigil
  • Kebingungan atau disorientasi
  • Pernapasan cepat
  • Denyut nadi tinggi
  • Sulit bernafas
  • Penurunan kesadaran

Baca juga: Tanda Hormon Tidak Seimbang yang Perlu Diketahui Lebih Lanjut 

Ada banyak penyebab seseorang mengalami keringat dingin mulai dari gangguan kesehatan ringan hingga berat. Ketika melihat tubuh mengeluarkan keringat dingin, perhatikan juga gejala lain yang muncul.

Bila gejala lain yang serius seperti sesak napas muncul, segeralah hubungi dokter dan minta pertolongan medis. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
    register-docotr