Melahirkan

Mengenal Risiko Infeksi Puerperalis pada Ibu yang akan Melahirkan

February 18, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Ketika proses persalinan usai dan melihat bayi kecil lahir ke dunia, nafas lega dan rasa senang serasa mengobati seluruh rasa sakit yang telah dilalui. Namun, Moms tetap harus waspada terhadap beberapa kemungkinan gangguan kesehatan, termasuk kontaminasi bakteri.

Salah satu kondisi yang harus Moms waspadai adalah infeksi nifas atau puerperalis atau juga dikenal dengan infeksi postpartum. Infeksi ini biasa menyerang rahim dan sekitarnya setelah Moms melakukan persalinan baik melalui proses melahirkan normal melalui vagina maupun operasi caesar.

Tipe-tipe infeksi puerperalis

Ada beberapa jenis infeksi puerperalis yang sering terjadi, di antaranya adalah:

  • Endometritis atau infeksi pada lapisan rahim
  • Miometritis atau infeksi pada otot rahim
  • Parametritis atau infeksi pada area di sekitar rahim

Penyebab infeksi puerperalis

Menurut sebuah kajian dari publikasi medis National Library of Medicine, diperkirakan 10 persen kematian terkait kehamilan di Amerika Serikat disebabkan oleh infeksi.

Angka kematian yang lebih tinggi dengan penyebab yang sama juga diperkirakan terjadi di daerah-daerah yang memiliki sanitasi kurang layak.

Dilansir dari laman kesehatan Healthline, beberapa jenis bakteri seperti Streptococcus, Staphylococcus, E. coli, atau Gardnerella vaginalis lah yang biasanya menginfeksi rahim dan sekitarnya setelah melahirkan.

Bakteri ini mampu tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan hangat. Selain itu, infeksi puerperalis juga seringkali dimulai dari rahim yang terinfeksi apabila kantung ketuban terinfeksi. Kantung ketuban sendiri merupakan selaput yang berisi janin.

Faktor risiko infeksi puerperalis

Selain berada di daerah dengan kondisi sanitasi yang kurang layak, ada beberapa faktor risiko yang memungkinkan Moms terkena infeksi ini, seperti:

  • Anemia
  • Kegemukan
  • Vaginosis bakterial atau infeksi menular seksual
  • Beberapa pemeriksaan vagina selama persalinan
  • Memantau janin secara internal
  • Proses persalinan yang berlangsung lama
  • Penundaan antara ruptur kantung ketuban dan pelahiran
  • Perpindahan bakteri Streptococcus grup B pada saluran vagina
  • Memiliki sisa-sisa plasenta di dalam rahim setelah melahirkan
  • Mengalami pendarahan yang berlebihan setelah melahirkan
  • Melahirkan di usia muda

Kemungkinan Moms terkena infeksi puerperalis

Menurut publikasi medis dari Amerika Serikat, Merck Manual, peluang Moms terkena infeksi puerperalis tergantung dari beberapa kondisi, seperti:

  • 1 sampai 3 persen terjadi pada persalinan normal melalui vagina
  • 5 sampai 15 persen terjadi pada persalinan sesar terjadwal yang dilakukan sebelum persalinan dimulai
  • 15 sampai 20 persen terjadi pada persalinan sesar tidak terjadwal yang dilakukan setelah persalinan dimulai

Gejala infeksi puerperalis

Beberapa gejala yang mungkin Moms alami apabila terkena infeksi puerperalis, seperti:

  • Demam
  • Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul yang disebabkan oleh pembengkakan rahim
  • Keputihan yang berbau menyengat
  • Kulit pucat yang bisa menjadi tanda kehilangan darah dalam jumlah besar
  • Tubuh terasa panas dingin
  • Perasaan tidak nyaman atau sakit
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Detak jantung yang terus meningkat

Bagi beberapa orang, gejala-gejala tertentu mungkin memerlukan waktu beberapa hari untuk muncul. Bahkan terkadang infeksi mungkin tidak terlihat hingga Moms selesai melakukan persalinan dan meninggalkan rumah sakit.

Oleh sebab itu, diperlukan pengetahuan terkait tanda-tanda infeksi bahkan setelah Moms pulang ke rumah.

Penanganan infeksi puerperalis

Apabila Moms mengalami infeksi puerperalis, biasanya pengobatan dengan antibiotik oral atau minum akan diresepkan oleh dokter. Beberapa jenis antibiotik yang mungkin akan diresepkan adalah klindamisin (Cleocin) atau gentamisin (Gentasol).

Beberapa jenis antibiotik yang diberikan, akan disesuaikan dengan jenis bakteri yang diduga menjadi penyebab infeksi.

Mencegah agar tidak terkena infeksi puerperalis

Bagi Moms yang akan melakukan persalinan, sangat penting untuk mengetahui beberapa kondisi berikut:

Lokasi persalinan

Kondisi lokasi persalinan dan jenis persalinan yang akan dilakukan. Infeksi puerperalis lebih sering terjadi di tempat-tempat dengan praktik yang tidak higienis atau layanan kesehatan berkualitas buruk.

Kurangnya kesadaran di antara penyedia layanan kesehatan atau sistem sanitasi yang tidak memadai dapat menyebabkan tingkat infeksi yang lebih tinggi.

Jenis persalinan

Faktor risiko terpenting untuk mencegah Moms terhindar dari infeksi puerperalis adalah jenis persalinan yang akan Moms pilih.

Jika Moms memilih untuk menjalani persalinan sesar, Moms mungkin harus berbicara terlebih dahulu dengan dokter tentang langkah-langkah apa yang akan dilakukan oleh rumah sakit untuk mencegah infeksi.

Langkah pencegahan lainnya

Berikut beberapa langkah pencegahan yang dilansir dari sebuah penelitian yang bisa Moms ikuti:

  • Mandi antiseptik pada pagi hari setelah operasi
  • Menghilangkan rambut kemaluan dengan gunting daripada pisau cukur
  • Menggunakan chlorhexidine-alcohol untuk mempersiapkan kulit
  • Minum antibiotik spektrum luas sebelum operasi

Demikianlah penjelasan mengenai infeksi postpartum yang bisa menimpa siapa saja. Selalu jaga kesehatan Moms termasuk pasca-melahirkan.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

National Library of Medicine, diakses 17 Februari 2020.  Pregnancy-related mortality in the United States, 1998 to 2005

Healthline.com, diakses 17 Februari 2020.  Puerperal Infection: Symptoms, Causes, and Treatment

Merckmanuals.com, diakses 17 Februari 2020.  Postpartum Infections of the Uterus – Women’s Health Issues

National Library of Medicine, diakses 17 Februari 2020. Infectious Morbidity After Cesarean Delivery: 10 Strategies to Reduce Risk

    register-docotr