Info Sehat

Apakah Kencing Berbusa Normal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

April 18, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kencing berbusa seringkali merupakan hasil dari aliran urine yang terlalu cepat. Namun, terdapat berbagai kondisi medis lainnya juga bisa menjadi penyebab dari munculnya air urine berbusa.

Jika seseorang sering memerhatikan urine berbusa dan disertai dengan gejala lain, maka harus segera berbicara dengan dokter. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kencing berbusa, yuk, simak penjelasan berikut.

Baca juga: Ciri-Ciri Kekurangan Sel Darah Merah yang Tidak Boleh Diabaikan

Normalkah sering alami kencing berbusa?

Dilansir dari Women’s Health, kencing sebenarnya dapat memberi tahu banyak hal tentang kesehatan secara keseluruhan. Pada dasarnya, kencing berbusa terjadi ketika seseorang mengeluarkan banyak air seni sekaligus dengan sangat cepat atau kuat sehingga hal ini sangat normal dialami.

Kecepatan air urine dapat menyebabkan gelembung sementara di mana tampak seperti berbusa. Namun, apabila kencing berbusa sering terjadi atau memburuk seiring berjalannya waktu maka menandakan adanya penyakit tertentu. 

Apa saja penyebab kencing berbusa?

Beberapa kondisi medis juga dapat menyebabkan kencing tampak berbuih atau berbusa, antara lain sebagai berikut:

Dehidrasi

Ketika urine sangat gelap dan pekat, maka mungkin akan tampak berbusa. Urine yang berwarna gelap umumnya dikarenakan seseorang tidak cukup minum cairan bening, seperti air putih.

Perlu diketahui, air putih berguna untuk mengencerkan zat lain dalam urine. Karena itu, pastikan untuk cukup mendapatkan konsumsi air putih.

Penyakit ginjal

Salah satu fungsi penting ginjal adalah menyaring protein dalam darah. Protein ini menjalankan tugas penting dalam tubuh, seperti menjaga keseimbangan cairan. Jika seseorang mengalami kerusakan ginjal, maka protein dapat bocor dari ginjal ke dalam urine.

Hasilnya dikenal sebagai proteinuria, yang berarti protein dalam urine. Protein ekstra akan mengurangi tegangan permukaan urine sehingga menyebabkannya tampak berbusa atau mirip dengan efek sabun pada air. 

Proteinuria bisa menjadi tanda awal penyakit ginjal. Gejala yang mungkin dialami penderitanya, termasuk kulit gatal, mual dan muntah, sesak napas, pembengkakan, kelelahan yang tidak bisa dijelaskan, serta sering buang air kecil.

Diabetes

Diabetes dan penyebab gula darah tinggi lainnya juga bisa menyebabkan kencing berbusa. Seseorang dengan diabetes yang tidak terkontrol akan memiliki lebih banyak molekul glukosa darah di dalam tubuhnya. Perlu diketahui glukosa adalah molekul yang besar seperti protein.

Jika kadar glukosa darah terlalu tinggi, ginjal mungkin kesulitan menyaring molekul dengan benar. Akibatnya, ginjal membiarkan kelebihan glukosa dan protein keluar melalui urine. Selain kencing berbusa, penderita diabetes juga bisa mengalami gejala lain berupa:

  • Penglihatan menjadi kabur.
  • Perasaan haus yang konstan.
  • Sering ingin buang air kecil.
  • Kelaparan yang tidak bisa dijelaskan.

Infeksi kronis

Infeksi kronis, seperti hepatitis atau HIV juga dapat menyebabkan kelebihan protein dalam urine. Beberapa infeksi bisa langsung menyerang filter ginjal di mana akan mengakibatkan peradangan yang memengaruhi fungsi ginjal.

Jika kamu sedang berjuang melawan penyakit kronis dan urine terlihat berbusa, segera tanyakan pada dokter. Biasanya, dokter akan melakukan tes urine sederhana untuk memeriksa keberadaan protein dalam urine dan mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya. 

Bagaimana cara mengatasi urine yang berbusa?

Perawatan untuk kencing berbusa tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika seseorang mengalami dehidrasi, maka harus minum lebih banyak cairan bening sampai urine berwarna kuning pucat atau hampir transparan.

Sementara untuk diabetes, dokter mungkin meresepkan obat oral atau suntikan insulin untuk mengurangi kadar glukosa darah. Tak hanya, mungkin perlu juga untuk memeriksa level gula darah secara teratur.

Dokter akan meresepkan obat untuk orang dengan penyakit ginjal awal. Beberapa perubahan gaya hidup juga direkomendasikan, seperti konsumsi makanan sehat rendah natrium, berolahraga secara teratur, dan tidak merokok. 

Apabila seseorang memiliki urine berbusa, maka harus mempertimbangkan penyebabnya terlebih dahulu. Namun, jika urine berbusa disertai dengan gejala lain atau sering muncul kembali maka segera temui dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Baca juga: Warna dan Tekstur Kotoran Telinga Kamu Menandakan Kondisi Kesehatan Tertentu Lho!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2018), diakses 14 April 2021. Why Is My Urine Foamy?
  2. Medical News Today (2018), diakses 14 April 2021. Why is my urine foamy?
  3. Women’s Health (2018), diakses 14 April 2021. 8 Reasons Why You’ve Got Foamy Urine All Of A Sudden
    register-docotr