Info Sehat

14 Ciri Tubuh Kekurangan Oksigen, Bagaimana Cara Mencegahnya?

April 11, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Oksigen memegang peranan yang penting bagi tubuh, yakni agar organ dan jaringan berfungsi dengan baik. Apabila tubuh tidak memiliki cukup oksigen, ini dapat membuat tubuh tidak berfungsi dengan semestinya. Ada beberapa ciri tubuh kekurangan oksigen yang perlu diketahui, apa saja?

Baca juga: Tak Boleh Diabaikan! Ini Bahaya Kekurangan Oksigen dalam Darah

Kenali kondisi tubuh kekurangan oksigen

Ada dua kondisi yang bisa menyebabkan tubuh kekurangan oksigen, yakni hipoksemia dan hipoksia. Hipoksemia adalah kondisi ketika kadar oksigen dalam darah rendah. Apabila kadar oksigen terlalu rendah, ini dapat menyebabkan tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik.

Sedangkan hipoksia adalah kadar oksigen yang rendah di jaringan tubuh. Meskipun keduanya adalah kondisi yang berbeda namun hipoksemia dapat menyebabkan hipoksia ketika darah tidak membawa cukup oksigen ke jaringan untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Apa penyebab tubuh kekurangan oksigen?

Baik hipoksemia maupun hipoksia memiliki penyebabnya tersendiri. Ada beberapa kondisi yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengirimkan oksigen dalam jumlah normal ke darah. Beberapa penyebab dari hipoksemia di antaranya adalah:

  • Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
  • Anemia
  • Asma
  • Gumpalan darah di paru-paru (emboli paru)
  • Penyakit jantung bawaan
  • Terdapat cairan di paru-paru (edema paru)
  • Efek samping obat-obatan tertentu
  • Pneumonia
  • Pernapasan berhenti sementara ketika sedang tidur (sleep apnea)

Sementara itu, dikutip dari Webmd, serangan asma yang parah dapat menyebabkan hipoksia pada orang dewasa maupun anak-anak. Ketika serangan asma terjadi, saluran udara dapat mengalami penyempitan, sehingga sulit untuk mengalirkan udara ke paru-paru.

Hipoksia juga dapat terjadi akibat kerusakan pada paru-paru yang disebabkan oleh trauma. Namun, hipoksia juga bisa disebabkan oleh faktor lain, ini meliputi:

  • Penyakit pada paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), emfisema, bronkitis, pneumonia, dan edema paru
  • Obat-obatan tertentu
  • Gangguan pada jantung
  • Anemia

Ciri tubuh kekurangan oksigen

Berikut ini adalah ciri tubuh kekurangan oksigen yang disebabkan oleh hipoksemia.

  • Sesak napas
  • Batuk atau mengi (suara bernada tinggi yang muncul saat bernapas)
  • Sakit kepala
  • Detak jantung cepat
  • Kebingungan
  • Kulit, bibir, atau kuku berwarna kebiruan

Sama halnya dengan hipoksemia, tubuh kekurangan oksigen yang disebabkan oleh hipoksia juga bisa menimbulkan gejala tertentu. Gejala hipoksia hampir sama dengan hipoksemia. Berikut ciri-ciri tubuh kekurangan oksigen akibat hipoksia di antaranya adalah:

  • Perubahan warna kulit, mulai dari kebiruan hingga kemerahan
  • Kebingungan
  • Batuk
  • Detak jantung cepat atau lambat
  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Pernapasan menjadi cepat
  • Mengi

Bahaya tubuh kekurangan oksigen

Ciri tubuh kekurangan oksigen perlu untuk diperhatikan dan diwaspadai. Sebab, kondisi ini perlu mendapatkan penanganan medis dengan segera. Baik organ atau jaringan tubuh memerlukan oksigen yang cukup agar dapat berfungsi dengan baik.

Kerusakan dapat terjadi pada organ vital seperti jantung dan otak jika tidak ada cukup oksigen dalam jangka waktu yang lama. Jika tidak segera ditangani, hipoksemia dapat berakibat fatal.

Baca juga: Kekurangan Oksigen dalam Darah: Penyebab, Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya

Ciri tubuh kekurangan oksigen harus diwaspadai, ini pengobatannya

Pada kasus hipoksemia, karena kondisi ini ditandai dengan kadar oksigen darah yang rendah, tujuan dari pengobatan adalah meningkatkan kadar oksigen pada darah agar kembali normal.

Dilansir dari Cleveland Clinic, obat-obatan tertentu dapat membantu untuk menangani kondisi mendasar yang menyebabkan hipoksemia. Obat-obatan ini diberikan melalui inhaler. Dalam kasus yang lebih serius, ini memerlukan terapi oksigen.

Tambahan oksigen akan diberikan melalui alat yang disebut sebagai kanula atau tabung atau melalui masker pernapasan. Sedangkan pada hipoksia, pemeriksaan kadar oksigen diperlukan. Pengobatan bertujuan agar tubuh mendapatkan oksigen yang mencukupi.

Salah satu pengobatan dari hipoksia adalah dengan memberikan tambahan oksigen melalui sumbat kecil pada hidung atau melalui masker pernapasan. Pada kebanyakan kasus, pemberian oksigen tambahan cukup untuk membuat tingkat oksigen kembali normal.

Cara mencegah tubuh kekurangan oksigen

Ada beberapa cara untuk mencegah hipoksemia, berikut ini adalah beberapa langkah untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah:

  • Latihan pernapasan dalam
  • Olahraga ringan, seperti yoga atau jalan sehat
  • Konsumsi makanan begizi
  • Mencukupi asupan cairan dalam tubuh
  • Hindari rokok

Di sisi lain, cara terbaik untuk mencegah hipoksia adalah dengan pengendalian asma, ini dapat meliputi:

  • Mengadopsi pola makan sehat dan tetap aktif
  • Mengetahui pemicu asma dan menghindarinya

Itulah beberapa informasi mengenai ciri tubuh kekurangan oksigen, penyebab, pengobatan, hingga pencegahan. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Cleveland Clinic (2018). Diakses pada 07 April 2021. Hypoxemia 

Healthline (2019). Diakses pada 07 April 2021. What Is Hypoxemia? 

Webmd (2020). Diakses pada 07 April 2021. What is hypoxia?

Webmd (2020). Diakses pada 07 April 2021. Hypoxia and Hypoxemia

    register-docotr