Info Sehat

Tak Boleh Diabaikan! Ini Bahaya Kekurangan Oksigen dalam Darah

February 2, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Darah memiliki peranan yang penting dalam tubuh. Sebab, darah membawa oksigen ke organ dan jaringan di dalam tubuh. Jika kadar oksigen terlalu rendah, tubuh tidak dapat bekerja dengan baik. Dalam dunia medis, kekurangan oksigen dalam darah dikenal sebagai hipoksemia.

Agar kamu lebih memahami mengenai hipoksemia, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Bukan hanya Menyerang Paru-Paru, Ini 5 Penyakit Lain akibat Merokok

Mengenal hipoksemia

Hipoksemia adalah kondisi ketika kadar oksigen di dalam darah lebih rendah dibandingkan dengan kadar normal.

Kadar oksigen arteri normal sebesar 75-100 mmHg. Jika nilainya berada di bawah 60 mmHg ini menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan oksigen tambahan.

Hipoksemia bisa menyebabkan gejala sesak napas dan sakit kepala. Dalam kasus yang parah, hipoksemia dapat mengganggu fungsi jantung dan otak.

Apa penyebab kekurangan oksigen dalam darah?

Melansir dari laman Healthline, terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kekurangan oksigen dalam darah, di antaranya adalah:

  • Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
  • Anemia
  • Asma
  • Penyumbatan pembuluh darah di paru-paru (emboli paru)
  • Penyakit jantung bawaan
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Terdapat cairan di paru-paru (edema paru)
  • Penyakit paru interstisial
  • Obat-obatan tertentu yang dapat menekan pernapasan, seperti narkotika
  • Pneumonia
  • Jaringan parut di organ paru-paru (fibrosis paru)
  • Gangguan tidur ketika pernapasan berhenti sementara (sleep apnea).

Perlu kamu ketahui bahwa kondisi yang berbeda dapat menyebabkan hipoksemia dengan cara yang berbeda pula, misalnya saja PPOK dan anemia.

PPOK adalah kondisi di mana aliran udara di paru-paru menjadi terhambat. Kerusakan dinding alveoli dan kapiler di sekitarnya pada kondisi ini dapat mengganggu pertukaran oksigen, yang mana ini dapat menyebabkan kekurangan darah dalam oksigen.

Di sisi lain, anemia adalah kondisi di mana sel darah merah tidak cukup membawa oksigen secara efektif. Hal tersebut dapat menyebabkan seseorang yang mengalami anemia memiliki kadar oksigen rendah di dalam darah.

Baca juga: Pernah Mengalami Sesak Napas saat Tidur? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Apa ciri-ciri kekurangan oksigen dalam darah?

Ketika kadar oksigen di dalam darah rendah, ini dapat menimbulkan berbagai gejala. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri kekurangan oksigen dalam darah yang patut diwaspadai.

  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Peningkatan pada detak jantung
  • Batuk
  • Suara siulan bernada tinggi ketika bernapas (mengi)
  • Kebingungan
  • Kulit, kuku, dan bibir membiru.

Apa efek dari kekurangan oksigen dalam darah?

Hipoksemia dapat menyebabkan hipoksia. Kedua kondisi ini berbeda. Jika hipoksemia adalah kondisi ketika kekurangan oksigen dalam darah, maka lain halnya dengan hipoksia. Hipoksia sendiri mengacu pada kadar oksigen yang rendah di jaringan tubuh.

Organ dan jaringan tubuh membutuhkan oksigen agar dapat berfungsi dengan baik. Jika tidak terdapat cukup oksigen dalam darah, kerusakan dapat terjadi pada organ vital seperti jantung dan otak. Jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, hipoksemia dapat berakibat fatal.

Diagnosis pada hipoksemia

Hipoksemia harus segera ditangani dengan cepat. Dokter, biasanya melakukan pemeriksaan fisik, untuk memeriksa kondisi jantung dan paru-paru. Dokter juga akan memeriksa warna pada kulit serta kuku.

Terdapat beberapa tes untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah, ini termasuk:

  • Oksimetri nadi: Tes ini melibatkan penggunaan sensor yang ditempatkan di jari untuk mengukur kadar oksigen dalam darah
  • Analisis gas darah arteri: Tes ini melibatkan penggunaan jarum untuk mengambil sampel darah dari arteri
  • Tes pernapasan: Tes ini melibatkan pernapasan ke dalam tabung yang terhubung dengan komputer atau mesin lain.

Bagaimana cara menangani kekurangan oksigen dalam darah?

Berdasarkan Cleveland Clinic, pengobatan hipoksemia bertujuan untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah. Obat-obatan untuk mengobati kondisi mendasar dari hipoksemia mungkin saja digunakan. Obat-obatan tesebut seringkali diberikan melalui inhaler.

Pada kasus yang parah, terapi oksigen dibutuhkan. Terapi ini melibatkan pemberian oksigen melalui alat yang disebut dengan nasal kanul (tabung) yang dijepitkan ke bagian luar hidung, atau melalui masker pernapasan.

Di sisi lain, kamu juga harus segera mencari bantuan medis jika sesak napas terjadi secara tiba-tiba, seperti:

  • Sesak napas terjadi saat kamu melakukan aktivitas yang tidak terlalu berat atau ketika kamu sedang istirahat.
  • Sesak napas yang terjadi pada saat kamu berolahraga dan berlangsung semakin parah
  • Sesak napas yang terjadi ketika kamu bangun secara tiba-tiba saat tidur.

Apakah kondisi ini bisa dicegah?

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakuakan untuk mencegah hipoksemia kembali terjadi setelah melakukan pengobatan. Berikut ini adalah beberapa cara untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah:

  • Latihan pernapasan dalam
  • Mengadopsi pola makan sehat
  • Mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh
  • Berhenti atau menghindari rokok.

Itulah beberapa informasi mengenai kekurangan oksigen dalam darah. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Cleveland Clinic (2018). Diakses pada 27 Januari 2021. Hypoxemia

Healthline (2019). Diakses pada 27 Januari 2021. What Is Hypoxemia? 

Mayo Clinic (2018). Diakses pada 27 Januari 2021. Hypoxemia 

Webmd (2020). Diakses pada 27 Januari 2021. Hypoxia and Hypoxemia 

 

    Berita Terkait
    register-docotr